Umat Katolik Tiongkok marah terkait pencemaran Hosti

05/01/2017

Umat Katolik Tiongkok marah terkait pencemaran Hosti thumbnail

Katedral St. Michael di Keuskupan Qingdao, Provinsi Shandong.

 

Umat Katolik di sebuah paroki di Tiongkok bagian timur berpuasa sehari pada 2 Januari sebagai reaksi terhadap pencemaran Hosti Kudus oleh seorang anggota umat selama Misa Malam Natal.

Peristiwa itu terjadi di Katedral St. Michael, Keuskupan Qingdao, Provinsi Shandong.

Seorang pria berlari ke altar dan memenghancurkan Hosti setelah ia menerima dari seorang imam pada Misa Malam Natal. Umat Katolik yang hadir segera menangkap dia, tapi tindakannya telah menimbulkan kemarahan banyak umat Katolik.

“Pria itu berasal dari paroki lain. Saya tidak tahu mengapa ia melakukan ini. Seseorang mengatakan ia menderita depresi,” kata Pastor Feng Shijie, kepala paroki katedral, kepada ucanews.com.

Umat Katolik percaya bahwa Hosti Kudus itu telah disucikan dan menjadi Tubuh Kristus. Pelaku pencemaran dinyatakan dosa berat dalam Gereja Katolik.

Orang tersebut telah dilakukan “ekskomunikasi otomatis” menurut hukum Gereja dan dapat dikenakan biaya karena mengganggu ketertiban umum menurut undang-undang Tiongkok, kata Pastor Feng.

“Namun, dalam semangat Kristus, kita harus berdoa bagi dia agar Tuhan memberikan dia kesempatan untuk bertobat,” katanya.

Dalam menanggapi kejadian itu, Uskup Qingdao Mgr Joseph Li Mingshu menyerukan umat Katolik untuk berdoa dan pelakunya bertobat. Paroki-paroki mengadakan adorasi terhadap Sakramen Mahakudus selama 12 jam dan satu hari puasa pada 2 Januari.

“Kami juga telah bertemu polisi untuk meminta pihak berwenang memberikan hukuman ringan terhadap pelaku,” kata imam itu, seraya mencatat bahwa dalam undang-undang Tiongkok orang-orang mengganggu ketertiban umum dapat dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.

“Kami baru saja menyelesaikan Tahun Luar Biasa Kerahiman Allah. Kami harus terus melakukan semangat berbelas kasihan,” kata Pastor Feng.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  2. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  3. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  4. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  5. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  6. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  7. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  8. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  9. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  10. Sr. Sesilia Ketut SSpS menjadi harapan warga yang mengungsi dari Timor-Leste
  1. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  2. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  3. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  4. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  5. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  6. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  7. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  8. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
  9. Segera laksanakan audit keuangan Gereja dan KUB....
    Said Rey on 2017-07-22 13:47:36
  10. Audit Keuangan Hirarki Gereja Katolik Perlu dan wajib. Syaratnya hanya perlu goo...
    Said AB Raturangga on 2017-07-22 11:07:47
UCAN India Books Online