Walikota Mataram lepas peserta pawai kerukunan umat beragama

09/01/2017

Walikota Mataram lepas peserta pawai kerukunan umat beragama thumbnail

Ilustrasi: Peserta "Jumpa Hati Perempuan Lintas Agama" berfoto di depan Masjid Jami' Istiqomah, Semarang, Jawa Tengah pada hari Rabu (9/3). (Foto: Dok. satuharapan.com/bbc.com)

 

Walikota Mataram H Ahyar Abduh melepas ribuan orang peserta pawai kerukunan umat beragama di ruas jalan depan kantor Walikota Mataram dalam rangka peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-71 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, belum lama ini.

Seperti dilansir Antara bahwa pawai tersebut diikuti sekitar 8.000 peserta dari perwakilan seluruh umat beragama di Kota Mataram, siswa-siswi serta guru-guru sekolah dan madrasah yang berada dalam naungan Kemenag RI.

Sebelum melepas peserta pawai, Walikota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, kerukunan umat beragama menjadi modal besar bagi Kota Mataram dalam melaksanakan pembangunan.

“Kota Mataram sebagai kota yang heterogen, dihuni oleh masyarakat dengan berbagai latar belakang baik suku maupun agama, dapat dikatakan telah berhasil dalam menjaga persatuan di antara keberagaman yang ada,” katanya.

Menurutnya, meski dengan beragam perbedaan, masyarakat di Kota Mataram dapat tetap hidup berdampingan serta bertoleransi satu sama lain.

“Bagi kita di Mataram damai itu sudah biasa, tapi kerukunan umat beragama harus terus dipupuk dan kembangkan serta perlu untuk terus ditanamkan kepada anak cucu kita,” katanya.

Kegiatan pawai kerukuan umat beragama itu diawali dengan pembacaan penyataan atau ikrar bersama antara tokoh-tokoh agama di NTB.

Pernyataan bersama itu berisi tekad untuk bersama-sama memelihara kerukunan umat beragama berlandaskan rasa toleransi, menjaga kedamaian dalam bingkai kebhinnekaan, dan mengayomi serta membimbing umat masing-masing agama dengan tidak mentolerir segala bentuk penistaan terhadap setiap agama.

Ikrar itu ditandatangani oleh Ketua MUI NTB H Saiful Mukmin, Ketua PHDI NTB I Gde Mandra, Ketua Dekenat NTB Romo Lourensius Marnyon, Ketua FKGK NTB Pendeta Suwardi, Ketua MBI NTB Metawadi, dan Ketua Matakin NTB S Widjanarko.

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Sri Lanka batal mengikuti Asian Youth Day di Indonesia
  2. Uskup Pakistan menuntut tindakan tegas pada teroris
  3. Ratusan katekis belajar cara berbicara tentang seks kepada remaja
  4. Perempuan Katolik Bangladesh akhirnya mendapat jabatan tinggi
  5. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  6. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  7. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  8. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  9. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  10. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  1. Semoga masalah ini cepat selesai....
    Said meldy on 2017-07-27 08:51:19
  2. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  3. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  4. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  5. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  6. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  7. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  8. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  9. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  10. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
UCAN India Books Online