Kisah iman mengenai keajaiban Black Nazarene

10/01/2017

Kisah iman mengenai keajaiban Black Nazarene thumbnail

Ribuan oarng bergabung dalam prosesi replika patung Black Nazarene di Manila pada 7 Januari.

 

Ketika Bernabe Madarang masih berusia remaja, ia berharap akan menjadi kaya. Dia berjanji mengunjungi dan berdoa di depan patung Black Nazarene di Manila setiap hari Jumat hingga doanya terkabulkan.

Bernabe kini berusia 56 tahun dan ayah dari lima anak. Keinginannya tidak pernah terkabulkan, tapi ia terus berdoa di patung Yesus membawa salib yang telah hangus itu.

Salah satu anaknya sekarang menjadi guru, sementara anak lain menjadi sales executive  di kantor keuangan negara.

Bernabe telah menjual lilin di luar Basilika Black Nazarene di distrik Quiapo, Manila, selama 23 tahun.

“Saya melihat seberapa kuat iman orang-orang terhadap Black Nazarene,” katanya.

Iman dan pelayanannya mendorong Bernabe menjadi seorang pedagang besar. Saat ini, dia menjual lilin, replika patung Nazarene, kalender, rosario, buku doa, dan barang-barang rohani lainnya.

Monsignor Hernando Coronel, rektor basilika itu, mengatakan ratusan pedagang di luar gereja telah menjadi bagian dari tradisi berabad-abad dari “perayaan iman dan religiusitas” warga Filipina.

“Ketika Anda mengatakan Quiapo atau Black Nazarene, Anda juga akan memikirkan patung dan barang-barang rohani yang dijual di luar gereja,” kata imam itu.

Sejumlah pedagang sendiri memiliki “devosi yang kuat” karena iman mereka.

“Mungkin, mereka menyadari bahwa menjual gambar dari Nazarene adalah cara lain untuk menunjukkan devosi, mempraktekkan iman mereka,” kata imam itu.

Setiap bulan, Monsignor Coronel mengumpulkan para pedagang untuk memberikan katekese.

“Kami tidak membiarkan mereka menjual, kami juga menginjili mereka,” katanya.

Selama memberikan katekese, pihaknya menjelaskan pentingnya barang-barang rohani yang dijual.

0110c

Istrinya Bernabe Madarang, Rosie mengatur replika kecil Black Nazarene di toko luar gereja di distrik Quaipo, Manila. 

 

Kesaksian penyembuhan

Armi Cubinar lahir dengan lubang di hati. Para dokter mengatakan dia tidak akan hidup bertahan lama.

Ibunya Armi, Luming, devosan Black Nazarene, berpakaian warna pink, kebiasaan para devosan Nazarene – lalu diikat dengan tali di pinggang – dan membawanya ke gereja.

“Saya menyerahkan dia kepada Anda, Tuhanku,” kata Luming saat ia mengangkat anaknya sambil berlutut di luar pintu gereja.

Dia berjalan sambil berlutut menuju altar, berdoa. “Jika Anda mau, kami menghormati Anda. Jika Anda akan membiarkan dia hidup, kami akan memeliharanya,” kata ibu itu dalam doanya.

Selama 15 tahun, Luming menyerahkan putrinya kepada Tuhan.

“Ketika saya berupaya selama 15 tahun, saya bertanya kepada ibu apakah saya bisa berhenti memakai kebiasaan ketika kami pergi ke gereja,” kata Armi.

“Kebiasaan harus dijauhkan, tapi berjalan berlutut harus terus dilakukan,” katanya.

Lubang di hatinya masih ada, tapi dia tidak pernah memiliki masalah jantung.

“Ini benar-benar sebuah keajaiban. Saya merasa normal, seolah-olah tidak ada masalah dengan saya,” kata Armi.

Dia percaya bahwa Black Nazarene memberinya kehidupan. Dia “menambalkan lubang di hati saya.” Dia tidak memiliki obat apa pun dan sekarang menjadi ibu dari dua putri.

Untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada Tuhan, Luming membentuk kelompok “”Offering of the Heart”, yang mengadakan doa-doa dan membantu pelayanan di gereja.

“Ini adalah bagaimana ibu saya ingin menunjukkan rasa terima kasihnya kepada Nazarene,” kata Armi.

Kelompok itu diawali dengan 10 anggota, kini mencapai 350 anggota, yang kebanyakan adalah anak-anak dan cucu-cucu dari anggota keluarganya.

Armi dan lima saudara kandungnya semua memiliki devosi yang kuat terhadap Black Nazarene.

0110d

Seorang anak duduk di samping replika patung Black Nazarene di Manila selama tuguran  pada 8 Januari. 

Baca selengkapnya: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  2. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  3. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  4. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  5. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  6. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  7. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  8. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  9. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  10. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  1. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  2. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  3. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  4. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  5. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  6. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  7. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  8. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  9. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  10. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
UCAN India Books Online