Paus mengajak berdoa bagi kaum tunawisma

10/01/2017

Paus mengajak berdoa bagi kaum tunawisma thumbnail

 

Pada Minggu (8/1) Paus Fransiskus mendesak umat Katolik selama Januari berdoa bagi kaum tunawisma yang hidup di jalanan tanpa tempat tinggal, terutama saat musim dingin.

“Selama hari-hari yang sangat dingin, saya memikirkan  dan saya mengajak Anda untuk memikirkan semua orang yang tinggal di jalanan, diterpa cuaca dingin dan diliputi banyak ketidakpedulian,” kata Bapa Suci, seperti dilansir Catholic News Agency, Minggu (8/1).

“Sayangnya beberapa orang yang tidak berhasil mendapat tempat tinggal. Marilah kita berdoa bagi mereka, dan marilah kita memohon  Tuhan  menghangatkan hati kita sehingga bisa membantu mereka,” kata Sri Paus.

Pekan lalu Vatikan mengumumkan Paus akan membuat beberapa perubahan dalam tema doa bulanan tahun 2017.

Dia mendesak setiap individu melaksanakan doa pribadi karena doa tersebut adalah hal yang mendesak untuk dilakukan setiap bulan, di samping niat bulanan, dalam rangka menggalang dukungan untuk tunawisma.

Paus Fransiskus sejak lama menaruh perhatian kepada tunawisma, dan hal tersebut merupakan kepeduliannya sejak Paus Fransiskus pertama kali dipilih sebagai Paus.

Tidak sekadar mencukupi kebutuhan paling mendasar seperti kebersihan yakni dengan mandi dan bercukur bagi tunawisma agar mereka bersih dan rapi, namun Paus Fransiskus juga mengundang mereka untuk beberapa acara di Vatikan, termasuk konser dan tur museum, dan mereka secara konsisten menjadi tamu khusus untuk sarapan di hari ulang tahunnya.

Paus Fransiskus mengajak dalam doa khusus pada Pesta “Pembaptisan Tuhan”.

Pada Minggu (8/1) dia merayakan Misa di Kapel Sistina dengan membaptis 28 bayi.

Dalam pesannya, Paus Fransiskus mengatakan ia ingin mendoakan semua orangtua yang saat ini sedang mempersiapkan untuk baptisan anak mereka, atau baru saja merayakan Epifani.

“Saya memohon Roh Kudus memberi tuntunan atas mereka, dan pada anak-anak, karena sakramen ini, begitu sederhana namun begitu penting, yang hidup dengan iman dan sukacita,” kata dia.

Berbicara tentang pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, Paus Fransiskus mengatakan ini adalah pencerminan  sikap Yohanes yang mengatakan kepada Yesus: ”Aku perlu dibaptis oleh Tuhan, namun mengapa Tuhan malah datang ke saya?”

“Yohanes Pembaptis menyadari fakta bahwa ada jarak yang besar antara dia dan Yesus. Namun, Yesus datang justru untuk menjembatani kesenjangan di antara manusia dan Tuhan,” kata Paus Fransiskus.

“Untuk itu Dia meminta Yohanes untuk membaptis-Nya karena memenuhi semua kebenaran, yaitu, setiap manusia menyadari ada rencana Bapa yang melewati jalan ketaatan dan solidaritas dengan orang yang rapuh dan berdosa,” katanya.

“Yesus Kristus yang menjalani baptis merupakan contoh konkret dari gaya misionaris dari murid-murid Kristus,” lanjutnya.

“Karena mewartakan Injil dengan lemah-lembut dan ketegasan, tanpa kesombongan atau pemaksaan,” kata dia.

Misi sebenarnya dari umat Kristiani tidak pernah terkait dengan kristenisasi, melainkan, kata Paus Fransiskus, tetapi mengenalkan umat Kristiani merupakan umat yang menekankan dan bercermin pada kepedulian Yesus Kristus.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online