UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

Gereja Katolik dukung gerakan anti-hoax

11/01/2017

Gereja Katolik dukung gerakan anti-hoax thumbnail

Sejumlah masyarakat sipil dan pegiat media sosial usai membuat cap tangan dalam kegiatan sosialisasi sekaligus deklarasi Masyarakat Anti Hoax saat Car Free Day, di Jakarta, 8 Januari 2017. (Foto: Tempo.co)

 

Gereja Katolik mendukung gerakan anti-hoax yang baru-baru ini diluncurkan secara serentak di beberapa kota oleh sejumlah elemen sosial.

Masyarakat Indonesia Anti-Hoax meluncurkan gerakan itu pada Minggu (8/1) di enam kota besar – Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya dan Wonosobo. Turut terlibat dalam peluncuran gerakan tersebut adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta sejumlah tokoh masyarakat.

Menurut Ketua Masyarakat Indonesia Anti-Hoax Septiaji Eko Nugroho, banyak informasi hoax yang tersebar khususnya di media sosial memicu keributan bahkan merembet menjadi kerusuhan fisik. Hal ini juga berpotensi mengganggu keamanan nasional.

“Sekarang ini krisis kesadaran. Dulu kita berlomba-lomba memberantas buta huruf. Sekarang tantangannya melek huruf, bukan sekedar memahami dan juga menerima serta mengaplikasikan informasi di internet,” kata Joannes Joko, sekretaris jenderal Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), kepada ucanews.com via telepon, Senin (9/1).

Menurutnya, kesadaran berinternet di kalangan masyarakat tetap rendah.

“Akhirnya posisinya sangat membahayakan bagi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara karena informasi yang beredar memutarbalikkan fakta yang pada akhirnya semuanya berujung pada kepentingan politik sesaat. Ada kelompok tertentu yang menggunakan kemajuan IT (informasi dan teknologi) untuk memuluskan kepentingan sendiri tapi mengabaikan kesadaran masyarakat dalam berinternet,” lanjutnya.

Ia pun mengaku sering menerima informasi hoax. Misalnya, informasi terkait sejumlah besar tenaga kerja asing dari Tiongkok yang masuk ke Indonesia. “Yang saya lakukan pertama kali jika menerima berita hoax adalah melakukan konfirmasi ke berbagai grup WhatsApp,” kenangnya.

“ISKA sangat mendukung gerakan turn back hoax,” katanya, seraya menambahkan bahwa organisasinya akan melakukan sosialisasi gerakan tersebut ke semua cabang ISKA dan juga ke lingkungan umat Katolik.

Respon yang sama disampaikan oleh Pastor Kamilus Pantus Pr, sekretaris eksekutif Komisi Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Namun, ia menekankan pentingnya menanamkan pendidikan nilai.

“Yang dibuat Gereja Katolik lebih pada pendidikan nilai. Kita tidak punya otoritas untuk membangun sistem tertentu, misalnya pemblokiran. Itu wewenang pemerintah,” katanya kepada ucanews.com.

Ia juga menyebut gerakan anti-hoax sebagai konsekuensi dari kehadiran teknologi digital.

“Selama ini masyarakat kita memiliki akses yang sangat tertutup ke media cetak. Ketika hadir teknologi digital, mereka dengan mudah bisa menjadi pemain di dalamnya. Sayangnya, keterlibatan mereka tidak dibekali dengan pemahaman yang memadai tentang dunia digital itu sendiri. Akibatnya, mereka bisa menjadi penyebar informasi tanpa memikirkan dampak dari apa yang mereka lakukan,” katanya.

Sementara itu, Angelo Wake Kako, ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), mengakui bahwa organisasinya belum turut terlibat dalam gerakan itu.

“Kita pasti akan terlibat nanti,” janjinya.

Ia juga berharap agar orang muda khususnya Orang Muda Katolik (OMK) bisa menggunakan media sosial secara bijaksana.

“Kalau media sosial digunakan sebagai sarana untuk memecahbelah sesama anak bangsa, saya pikir tidak etis kalau dibiarkan terus karena memang media sosial ini efeknya besar dalam masyarakat,” katanya.

Katharina R. Lestari, Jakarta

Baca juga: ucanews.com

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kebencian berakar pada dosa kemalasan
  2. Pengadilan Filipina lamban memutuskan nasib Mary Jane
  3. Aborsi bayi perempuan terus menghantui Nepal
  4. Wartawan Vatikan protes mahalnya tiket untuk terbang bersama Paus
  5. Seorang imam di Cina diadili tanpa ada putusan
  6. Umat Katolik ikut protes menentang rudal Korea Selatan
  7. Imam ini menuduh pemerintah mengincar aktivis Filipina
  8. Kecurigaan atas terpilihnya Carrie Lam jadi pemimpin Hong Kong
  9. Suster yang dibunuh di India ini akan segera dibeatifikasi
  10. Paus minta calon penerima Krisma agar tidak lakukan ‘bully’
  1. Hem, SALAM... Saya sependapat jika setiap pribadi sadar bahwa dirinya adalah ge...
    Said Egas on 2017-03-29 13:25:19
  2. Saya setuju dengan pendapat Pak Boni di atas. Keselamatan itu bukan nanti akhir ...
    Said Edelbertus Jara on 2017-03-29 11:58:49
  3. Halo.... para pakar. Jangan lupa siapa itu Gereja? kita di jaman Pasca Konsili V...
    Said Jose Baptiste on 2017-03-29 07:03:27
  4. bagaimana cara pengajuan bantuan pembangunan gereja?...
    Said TABEBALAZI on 2017-03-28 19:16:51
  5. tidak nyaman untuk Hongkong......
    Said Jenny Marisa on 2017-03-28 16:18:04
  6. Salut utk postingan ini, rupanya kerajaan Allah sangat dekat dihati jika org org...
    Said Oklan liunokas on 2017-03-28 12:52:25
  7. Bagaimana mau memperhatikan kesejahteraan umatnya, di bebera desa, umatnya dimin...
    Said Boni on 2017-03-28 06:58:45
  8. Sangat bagus untuk kami renung...
    Said Paulus Parmos on 2017-03-27 20:24:30
  9. Ini menjadi tganggung jawab semua pihak. Para tokoh di mana saja ikut bertanggun...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-03-27 15:26:32
  10. kesejahteraan fisik, material, harus diperhatikan oleh permerintah. Upaya gereja...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-27 10:50:35
UCAN India Books Online