Kelompok Buddha garis keras Myanmar hentikan acara komunitas Muslim

12/01/2017

Kelompok Buddha garis keras Myanmar hentikan acara komunitas Muslim thumbnail

Para biksu berpartisipasi dalam demonstrasi anti-Muslim di Sittwe, Negara Bagian Rakhine, Myanmar pada 3 Juli 2016.

 

Para pemimpin Muslim di Myanmar telah mempertanyakan kebebasan beragama di negara mayoritas Buddha itu setelah kelompok Buddha garis keras menghentikan sebuah acara yang digelar kelompok Muslim.

Kyaw Nyein, sekretaris Organisasi Ulama Islam di Yangon, mengatakan bahwa penyelenggara telah mengantongi izin untuk mengadakan acara tersebut pada 8 Januari dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad.

“Upaya untuk menghentikan acara Muslim oleh kelompok Buddha garis keras telah mendorong kita untuk merenungkan hak untuk beribadah, kebebasan beragama dan efektivitas penegakan hukum di negeri ini,” kata Kyaw Nyein kepada ucanews.com.

Acara itu direncanakan akan diadakan di Thaketa Township, pinggiran Yangon, namun dibatalkan karena tekanan dari keompok Buddha garis keras.

Soe Hlaing, seorang pemimpin Muslim dan penyelenggara utama acara di Yangon, mengatakan bahwa waktunya dikurangi menjadi satu jam dari tiga jam yang direncanakan.

Lima biksu dari Sangha Kotapraja setempat datang dan membantu meredakan ketegangan dengan kelompok Buddha garis keras.

“Kami telah mengadakan acara itu setiap tahun selama delapan tahun dan tahun ini kami harus izin, tapi kami masih menghadapi kesulitan,” kata Soe Hlaing kepada ucanews.com.

Dalam beberapa tahun terakhir kelompok Buddha garis keras telah berusaha membatasi kegiatan Muslim, menghancurkan masjid dan melarang penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha.

Kasus anti-Muslim terbaru meletus saat kunjungan Yanghee Lee, Pelapor Khusus PBB di Myanmar selama 12 hari. Jadwalnya termasuk kunjungan ke Negara Bagian Rakhine, di mana ribuan warga Muslim Rohingya melarikan diri ke Banglades di tengah tindakan keras militer.

“Peristiwa beberapa bulan terakhir telah menunjukkan bahwa masyarakat internasional harus tetap waspada dalam memantau situasi hak asasi manusia di sana,” kata Lee dalam sebuah pernyataan pada 6 Januari.

Sentimen anti-Muslim di negara itu juga telah memicu konflik, khususnya di Negara Bagian Rakhine, di mana kekerasan tahun 2012 menewaskan lebih dari 200 orang dan memaksa puluhan ribu orang – kebanyakan warga Muslim Rohingya – meninggalkan rumah-rumah mereka. Sekitar 140.000 orang di negara bagian itu masih tinggal di kamp-kamp pengungsi.

Ada sekitar 1,1 juta orang Rohingya di Rakhine, tetapi mereka tidak diperhitungkan dalam sensus tahun 2014. Muslim memiliki 4,3 persen di negara berpenduduk mayoritas Buddha itu menurut sensus 2014.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Sri Lanka batal mengikuti Asian Youth Day di Indonesia
  2. Uskup Pakistan menuntut tindakan tegas pada teroris
  3. Ratusan katekis belajar cara berbicara tentang seks kepada remaja
  4. Perempuan Katolik Bangladesh akhirnya mendapat jabatan tinggi
  5. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  6. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  7. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  8. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  9. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  10. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  1. Semoga masalah ini cepat selesai....
    Said meldy on 2017-07-27 08:51:19
  2. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  3. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  4. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  5. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  6. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  7. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  8. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  9. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  10. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
UCAN India Books Online