Peraturan baru tentang adopsi disambut baik

16/01/2017

Peraturan baru tentang adopsi disambut baik thumbnail

Seorang suster MC bermain dengan anak-anak di Sishubhavan, rumah pertama mereka yang didirikan Ibu Teresa.

 

India telah menyelesaikan peraturan baru mengenai adopsi yang banyak orang mengatakan sebuah langkah yang perlu diterima guna membantu orang yang tidak bisa memiliki anak.

Anak-anak yang diadopsi kini juga termasuk orang-orang dari kerabat serta pasangan suami-istri. Peraturan ini mulai berlaku 16 Januari.

Sebelumnya, hanya anak yatim-piatu atau anak yang ditinggalkan atau diserahkan oleh orangtua biologis dapat diadopsi melalui Central Adoption Resource Authority, sebuah badan pemerintah pusat yang memantau dan mengatur semua adopsi di India.

Juga, negara itu sejauh ini tidak memiliki hukum untuk mendefinisikan “hubungan hukum antara orangtua tiri dan anak tiri,” kata Deepak Kumar, seorang pejabat dari Central Adoption Resource Authority. Peraturan baru ini bertujuan mengatasi masalah tersebut, katanya.

Suster Mary dari Kongregasi Suster-suster Misionaris Cinta Kasih, yang telah lama terlibat dalam proses adopsi, mengatakan kepada ucanews.com bahwa inisiatif pemerintah “sangat baik” karena “dapat membantu banyak orang yang menderita stres akibat tidak memiliki anak.”

Suster Mary mengatakan undang-undang baru itu akan memperluas cakupan anak untuk diadopsi, anak-anak dari pasangan menikah sebelumnya memenuhi syarat untuk diadopsi.

Biarawati MC itu menutup pusat adopsi mereka di seluruh negeri itu pada Oktober 2015 saat pemerintah merevisi peraturan mengadopsi anak dan calon orangtua untuk memilih anak dari sebuah kelompok.

Para pejabat Gereja mengatakan bahwa kebijakan itu berarti pasangan perempuan sesama jenis bisa mengadopsi anak dan proses seleksi menggerogoti martabat anak, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dan ajaran Gereja Katolik.

Loraine Campos dari Dewan Adopsi Anak Delhi mengatakan kepada ucanews.com bahwa peraturan baru itu akan merampingkan proses adopsi.

Kerabat yang mengadopsi anak sebelumnya, “namun tanpa sepengetahuan pemerintah. Tapi sekarang mereka harus mendaftar dengan pemerintah, yang akan membantu mereka menjadi orangtua asuh sesuai hukum,” katanya.

Namun, Campos mengatakan pemerintah perlu membangun sistem untuk memastikan bahwa orang-orang diutamakan untuk mengadopsi anak adalah kerabat dan bukan penjahat bertujuan untuk menyalahgunakan anak-anak.

Kiran Pushpa Kujur, seorang istri tanpa anak mengatakan, “UU itu adalah kabar baik” bagi orang-orang seperti dia, karena jauh lebih mudah untuk pergi ke kerabat ketimbang di pusat-pusat adopsi.

Dia mengatakan dia mengetahui banyak kasus di mana anak-anak dari keluarga yang bersedia untuk diadopsi.

“Sekarang kami memiliki sistem dan hukum yang memungkinkan. Ini adalah situasi win-win solution bagi kerabat dan penerima,” kata wanita Katolik itu.

Sharda Jain, sekjen Forum Kandungan Delhi mengatakan setelah pemerintah melarang surrogacy komersial tahun lalu, adopsi telah menjadi salah satu pilihan bagi pasangan tanpa anak.

“Tapi, pemerintah harus memastikan bahwa formalitas tidak menjadi sangat rumit,” katanya.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online