UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Ratusan ribu orang bergabung dalam prosesi menghormati Santo Nino

18/01/2017

Ratusan ribu orang bergabung dalam prosesi menghormati Santo Nino thumbnail

 

Meskipun hujan, ratusan ribu orang tidak mengurungkan niat mereka dan bergabung upacara meriah dan prosesi keagamaan terbesar untuk menghormati Santo Nino (Anak Yesus) di kota Cebu, Filipina tengah selama akhir pekan lalu.

Pria, wanita, dan anak-anak dari semua lapisan masyarakat berdoa dan menari di jalan-jalan kota itu selama dua hari pada pesta Santo Nino.

“Sinulog” atau doa tari, festival tertua di negara ini, mengumpulkan lebih dari satu juta orang, termasuk para wisatawan lokal dan asing.

Sinulog,” dari kata Cebuano “sulog” atau arus air, yang menggambarkan gerakan orang yang maju-mundur sambil menari sesuai ketukan drum.

Para devosan melambai-lambaikan tangan mereka dan berteriak “Viva Senor Santo Nino!” “Salam untuk Anak Kudus! dan” Pit Senor! “singkatan dari” Sangpit sa Senyor (Hormat untuk Raja) ”

Sekitar 300 kapal dengan hiasan warna-warni bergabung dalam prosesi itu sambil membawa patung Anak Yesus di mana 500 tahun lalu (tahun 1521) patung itu dibawa ke negara itu.

Patung Santo Nino dengan tinggi 15 ins itu adalah hadiah dari penjelajah Portugis Ferdinand Magellan untuk ratu pulau itu, Juana, saat ia dibaptis menjadi Katolik.

Meskipun hujan, prosesi tahunan itu berjalan lancar ketika ribuan orang berbaris menuju pelabuhan Cebu untuk menyaksikan kegiatan keagamaan.

Patung Anak Yesus dan Bunda Maria dari Guadalupe kemudian diarak dari pelabuhan itu menuju Basilika Santo Nino di mana baptisan pertama di pulau itu tahun 1521.

0118dRatusan perahu dan kapal bergabung pada prosesi 14 Januari menyambut kedatangan patung Santo Nino di Cebu.

 

Devosi berabad-abad

Devosi warga Filipina, terutama orang-orang dari Cebu, kepada Santo Nino memiliki akar sejarah.

Suami Juana, Rajah Humabon dan sekitar 800 warga pribumi, juga dibaptis, sehingga pertama kalinya Katolik dibawa ke negara itu.

Tahun 1565, ketika penjelajah Spanyol Miguel Lopez de Legazpi tiba di Cebu, seorang tentara Spanyol menemukan patung itu di dalam rumah warga yang terbakar. Legazpi kemudian menamakan Cebu sebagai “Kota Yesus Mahakudus.”

Saat ini, patung itu dikenal sebagai Santo Nino de Cebu, dianggap peninggalan Kristen tertua di negara ini, dan disimpan di Basilika, gereja tertua di negara ini.

Diwarnai dengan kesedihan

Perayaan tahun ini di distrik Tondo, Manila, “diwarnai dengan kesedihan” karena banyak korban eksekusi di distrik miskin itu.

“Banyak keluarga yang kehilangan orang yang dicintai tidak merayakan Santo Nino. Mereka berkabung,” kata Pastor Edu Gariguez dari Sekretariat Aksi Sosial Konferensi Waligereja Filipina.

Imam, yang melayani di Paroki Santo Nino itu mendesak orang-orang yang menghadiri perayaan itu berdoa bagi orang-orang dan keluarga mereka yang meninggal.

Para pemimpin Gereja Filipina telah vokal mengecam perang pemerintah terhadap pengguna dan bandar narkoba yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 6.000 orang yang dicurigai.

0118eSeorang peserta dalam prosesi itu menghormati Santo Nino di Kota Cebu pada 15 Januari mengungkapkan dukungannya untuk kampanye anti-narkoba.

 

Doa terkabulkan

Pastor Pacifico Nohara OSA, rektor Basilika Santo Nino, mengatakan devosi masyarakat adalah karena “keajaiban” patung tersebut.

“Orang-orang telah memberikan kesaksian bahwa doa mereka terkabulkan,” kata imam itu.

Pastor Nohara mengatakan Santo Nino terus menjadi relevan di tengah-tengah tantangan masyarakat modern.

“Yesus juga seorang anak, dan anak-anak mendengarkan, dan ini disenangi oleh para devosan. Mereka percaya bahwa Anak Yesus terus mendengarkan mereka,” kata imam itu.

Cinta warga Filipina terhadap anak-anak menunjukkan devosi mereka kepada Anak Yesus di negeri ini, kata Uskup Pembantu Mgr Broderick Pabillo dari Keuskupan Agung Manila.

“Kita menerapkan cinta ini untuk anak-anak di dalam keluarga kita,” katanya.

Pentingnya keluarga

Dalam homilinya selama perayaan di Manila, Uskup Pabillo mengambil kesempatan untuk mengingatkan umat Katolik untuk menghargai keluarga.

“Jika keluarga hancur yang pertama menderita adalah anak-anak,” kata Uskup Pabillo.

“Itu sebabnya kami tidak mendukung perceraian (karena) itu bukan solusi untuk sebuah keluarga yang mengalami masalah,” katanya.

Uskup menekankan pentingnya sakramen pernikahan sebagai “anugerah istimewa,” seraya menambahkan bahwa pernikahan “bukan hanya sebuah upacara atau secarik kertas.”

Sejumlah anggota DPR Filipina telah mengusulkan undang-undang yang akan memungkinkan perceraian di negara itu.

“Tantangan bagi kami adalah masalah keluarga, jika kita benar-benar ingin mengurus anak-anak, mari kita memperkuat keluarga, dan mencari berkat Tuhan melalui sakramen pernikahan,” kata Uskup Pabillo.

Berbeda dengan Pesta Black Nazarene di Quiapo, Manila, di mana jutaan orang mencari makna keagamaan pekan sebelumnya, Sinulog di Cebu adalah festival keagamaan selama seminggu.

Kegiatan keagamaan itu telah berlangsung selama seminggu bahkan ribuan orang harus antrean di kuil Santo Nino berdoa kepada Anak Yesus.

0118fRibuan devosan Santo Nino menghadiri Misa di Basilika Santo Nino di Kota Cebu pada 13 Januari.

 

Sumber: ucanews.com

 

 

One Comment on "Ratusan ribu orang bergabung dalam prosesi menghormati Santo Nino"

  1. Jenny Marisa on Thu, 19th Jan 2017 12:12 pm 

    begitu meriah..




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Tergerak oleh belas kasih, sebuah paroki melayani orang miskin
  2. Renungan Hari Minggu Biasa VII/A bersama Pastor Bill Grimm
  3. Gereja mengadakan lokakarya perdamaian di Myanmar yang dilanda perang
  4. Anggota dewan lintas agama ditahan di Vietnam
  5. Uskup ‘bawah tanah’ di Tiongkok belum diakui
  6. Kehadiran profetis di tengah kaum marginal menantang kaum religius
  7. Pemimpin Katolik dan Protestan di Pakistan desak sensus yang akurat
  8. Umat Katolik menemukan ‘nilai dan martabat’ saat sakit
  9. Kardinal Darmaatmadja merayakan Misa untuk orang sakit
  10. Pejabat Tiongkok dituduh mengambil organ pengikut Falun Gong dan Kristen ‘bawah tanah’
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  7. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  8. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  9. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
  10. Yang saya salut dg agama2 asli Indonesia ini adalah kedamaiannya,...
    Said Surromenggala on 2017-01-13 06:19:39
UCAN India Books Online