UCAN Indonesia Catholic Church News
In Season and Out, Homilies for Year A

Tiongkok jauh dari ‘Model Vietnam’ dalam hubungan dengan Takhta Suci

19/01/2017

Tiongkok jauh dari ‘Model Vietnam’ dalam hubungan dengan Takhta Suci thumbnail

Uskup Joseph Li Shan dari Beijing menahbiskan Uskup Ding Lingbin dari Changzhi.

 

Organisasi-organisasi Katolik di Tiongkok yang diakui pemerintah mengadakan Kongres Nasional Perwakilan Katolik IX pada Desember 2016.

Apa yang mengkhawatirkan adalah bahwa kongres ini mengklaim sebagai pengawas Konferensi Waligereja Tiongkok, sementara Konferensi Waligereja Tiongkok sendiri mengklaim memiliki otoritas atas para uskup di keuskupan masing-masing. Kedua praktek itu tidak kompatibel dengan Hukum Kanonik Gereja Katolik.

Kongres itu ditutup dengan sebuah Doa, dan bukannya perayaan Ekaristi. Ini bertujuan untuk menghindari situasi yang memalukan dari para uskup yang sah dan tidak sah mengadakan konselebrasi secara bersama, dan harus dipandang sebagai langkah positif saat ini.

Namun, langkah seperti itu adalah lebih dari keinginan Tiongkok untuk menghindari rintangan yang sedang berlangsung terkait negosiasi Sino-Vatikan, sebuah tanda yang jelas untuk meningkatkan hubungan.

Ketika berbicara tentang negosiasi Sino-Vatikan, banyak media di Tiongkok dan banyak cendikiawan membuat paralel dengan situasi di Vietnam. Tetapi interpretasi yang berbeda dari apa yang disebut “Model Vietnam” membuat situasi itu agak rumit.

Salah satu contoh dari penafsiran itu berasal dari Profesor Wang Yiwei, direktur Institut Urusan Internasional dan Direktur Pusat Studi Uni Eropa di Universitas Renmin, yang mengatakan kepada media pada Desember, bahwa “Beijing dan Vatikan sangat mungkin mengadopsi kesepakatan antara Vietnam dan Vatikan tahun 2010, yang berarti bahwa Vatikan akan menunjuk para uskup, tetapi Beijing terlebih dahulu akan menetapkan calon uskup.”

Penjelasan tersebut sama sekali tidak dapat diterima bagi kami. Bahkan jika kami mengesampingkan kemungkinan masa depan dari kesepakatan antara Tiongkok dan Vatikan, pemahaman seperti itu terkait kesepakatan antara Vietnam dan Vatikan adalah jauh dari kenyataan.

Cukup banyak uskup telah ditunjuk untuk tiga keuskupan agung dan 23 keuskupan di Vietnam. Jika kita bertanya berapa banyak dari mereka yang diangkat oleh pemerintah, jawabannya bahwa kita tahu adalah “tidak satupun dari mereka” yang ditunjuk oleh pemerintah.

Mayoritas uskup baru diangkat di Vietnam telah lulus dari seminari di luar negeri. Sebagian besar dari mereka berada di Roma atau Prancis, dengan cukup banyak juga dari Amerika Serikat.

Di antara teman-teman saya adalah sejumlah imam Vietnam. Mereka secara jelas menyatakan bahwa semua uskup yang ditunjuk di Vietnam secara hukum dikonsultasi dan diselidiki menurut Hukum Kanonik, sebelum diangkat oleh Takhta Suci. Jika seseorang mengatakan bahwa mereka dipilih oleh pemerintah, itu adalah penghinaan besar dan benar-benar tidak dapat diterima oleh umat Katolik dari keuskupan-keuskupan bersangkutan.

Sejauh yang kami tahu, Takhta Suci menginformasikan pemerintah Vietnam beberapa hari sebelumnya ketika ada sebuah pengangkatan uskup. Hal itu berlaku semua.

Pada kenyataannya, selama tujuh tahun terakhir, pemerintah Vietnam selalu memberikan dukungan mereka dan menghormati pengangkatan tersebut. Selain itu, ketika Paus Fransiskus mengangkat Uskup Agung Nguyen Van Nhon sebagai kardinal pada 4 Januari 2015, pemerintah Vietnam juga memberi ucapan selamat.

Selain itu pada 25 Januari 2007, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung mengadakan kunjungan resmi ke Vatikan untuk bertemu Paus Benediktus XVI.

Dia adalah orang pertama pemimpin berpangkat tinggi di Vietnam bertemu Paus sejak Vietnam memutuskan hubungan diplomatik dengan Takhta Suci pada 30 April 1975, setelah Komunis menang dalam perang.

Setelah itu, Gereja Katolik mulai proses kanonisasi untuk Kardinal Fransiskus Xaverius Nguyen Van Thuan (1928-2002).

Kita harus mencatat bahwa Kardinal Nguyen telah menderita 13 tahun di penjara di bawah rezim Komunis Vietnam. Mengenai isu kanonisasi, pemerintah Vietnam mengambil low profile, pendekatan terbuka dan toleran. Ini adalah apa yang para cendikiawan Tiongkok tidak memperhatikan.

Gereja Vietnam merupakan pilar penting dari Gereja Katolik di Asia. Dengan lebih dari 2.000 seminaris dan novis, itu adalah salah satu dari tiga sumber luar biasa dari panggilan imamat Gereja Katolik di Asia. Dua lainnya adalah Korea Selatan dan India.

Dibandingkan dengan mereka, kami, Gereja Katolik di Tiongkok lebih besar, tertinggal jauh. Kami harus belajar lebih banyak dari saudara-saudara kami di Vietnam. Jadi, saya mohon maaf kepada para “cendikiawan” dengan meminta mereka untuk tidak membuat banyak spekulasi yang tak beralasan mengenai Gereja Katolik di Vietnam.

Anthony Lam adalah peneliti senior di Pusat Studi Roh Kudus Keuskupan Hong Kong

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan Hari Minggu Biasa VIII/A bersama Pastor Bill Grimm
  2. Caritas membantu penderita kanker ke daerah terpencil di India
  3. Provinsi SVD Cina mendapat imam baru dari Togo
  4. Paus Fransiskus: Populisme egoistis ‘dorong penolakan migran’
  5. Hukum Islam sedang diperjuangkan di Malaysia
  6. Gereja Katolik Vietnam mengenang uskup ‘rendah hati’
  7. Hari Kaum Muda menyatukan OMK Banglades
  8. Seorang misionaris di antara para ‘keluyuran malam’
  9. Keluarga korban pembunuhan terkait narkoba dibantu atasi trauma
  10. Kardinal Zen khawatir terkait kesepakatan Vatikan dan Tiongkok
  1. Rama yth. Menurut iman saya, semua orang katolik punya kuasa mengusir setan.....
    Said markoes padmonegoro on 2017-02-06 12:43:43
  2. Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-03 13:57:52
  3. Tidak salah orang mempunyai harapan keselamatan seperti hal sederhana seperti in...
    Said Jenny Marisa on 2017-02-02 21:30:20
  4. Ikut senang.....
    Said Jenny Marisa on 2017-02-01 14:16:51
  5. Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang...
    Said Jenny Marisa on 2017-01-30 12:24:36
  6. Pada akhirnya Surabaya menjadi pionir untuk penutupan lokalisasi, Risma memulai,...
    Said Agustinus Utomo on 2017-01-29 02:09:19
  7. tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-28 15:40:09
  8. Mas bisa bantu kami ga buat pelayanan pekerjaan Tuhan di kalimantan?...
    Said Daniel Malonda on 2017-01-27 11:58:36
  9. begitu meriah.....
    Said Jenny Marisa on 2017-01-19 12:12:02
  10. Bapak Romo.Mohon Maaf Atas Kelancangan Saya, ''Mohon DOA'' Bagi Keluarga Saya, T...
    Said moseslamere on 2017-01-16 09:51:46
UCAN India Books Online