Doa untuk perdamaian dan persatuan di Pakistan

23/01/2017

Doa untuk perdamaian dan persatuan di Pakistan thumbnail

Umat Kristiani di Pakistan berpartisipasi dalam pelayanan doa khusus di katedral Lahore.

 

Doa khusus telah diadakan di katedral Pakistan untuk persatuan dan perdamaian setelah beberapa aktivis hilang dalam waktu seminggu.

Komite untuk Solidaritas Ekumene Lahore menyelenggarakan Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristiani. Mereka mengadakan upacara pembukaan di Katedral Hati Kudus bersama 70 pemimpin dari Gereja Katolik, Gereja Pakistan, Gereja Anglikan, Gereja Balai Keselamatan, dan Gereja Presbiterian.

Dua uskup Anglikan bergabung dengan Mgr Sebastian Shah, Uskup Agung Lahore memimpin pelayanan doa bersama tersebut pada 18 Januari.

“Doa untuk keselamatan akan diadakan pekan ini. Kami mengadakan pelayanan doa secara rutin di gereja-gereja, tapi kami juga mengecam pelanggaran hak asasi manusia,” kata Pastor Francis Nadeem, koordinator komite itu kepada ucanews.com.

“Ketakutan dalam komunitasnya meningkat karena konflik politik dan agama yang sedang berlangsung. Kebencian meningkat, yang disebarkan oleh beberapa kelompok Islam. Terorisme menghantui sekolah, kantor dan jalan-jalan,” katanya.

Imam Kapusin itu mengacu pada penculikan belum lama ini terhadap lima aktivis dan blogger sekuler yang telah menghilang dalam waktu sepekan.

Kesulitan di tempat lain di Punjab di mana penduduk setempat menyerang keluarga Ahmadiyah yang melarikan diri tahun 2016 setelah massa menyerbu tempat ibadah mereka.

 

Nonton video ini ucanews.com pada pelayanan doa di katedral Lahore.

 

Para pembicara di katedral itu juga menyampaikan tantangan lain untuk persatuan umat Kristiani di Pakistan.

“Konstitusi memberikan kami kebebasan, tapi kami masih menghadapi masalah,” kata Pastor Emmanuel Asi, teolog di negara itu.

Komite Solidaritas Ekumene Lahore dihidupkan kembali tahun 2012 setelah massa membakar gereja Lutheran di Mardan, sebuah kota di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan dengan Afghanistan. Enam gereja dirusak di tahun yang sama di Karachi.

Sejak itu, komite itu telah secara legal dan finansial membantu umat Kristen yang diserang di Lahore.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  2. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  3. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  4. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  5. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  6. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  7. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  8. Banyak tantangan menanti Presiden Timor-Leste yang baru
  9. Paus ingatkan bahaya kata-kata kotor dan saling menjelekkan
  10. Penyandang disabilitas meminta Jokowi membentuk komisi khusus
  1. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  2. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  3. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  4. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  5. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  6. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  7. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  8. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  9. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
  10. Mohon diperjuangkan agar bimas katolik dapat mengangkat kembali guru agama Katol...
    Said Rudi M on 2017-05-13 22:00:07
UCAN India Books Online