Perdana Menteri Portugal ‘pulang’ ke Goa

23/01/2017

Perdana Menteri Portugal ‘pulang’ ke Goa thumbnail

Seorang Hindu Goa menyalami Perdana Menteri Portugal Antonio Luis Costa pada 11 Januari di Panjim.

 

Selama 450 tahun, Portugis menjajah Goa, India bagian barat, tetapi kini warga etnis Goa menjadi perdana menteri Portugal dan pekan lalu dia pulang.

Kunjungan resmi Perdana Menteri Portugal Antonio Luis Costa ke India dari 7-12 Januari membangkitkan semangat warga lokal ketika mereka melihat bagaimana “putra Goa” menjadi pemimpin berskala internasional.

Ketika ia tiba di Goa pada 11 Januari, ia disambut di jalan-jalan Panjim, ibukota Negara Bagian Goa di mana massa bernuansa warna kuning menyapa dia. Generasi tua beragama Hindu datang dan menyentuh kakinya, menyambut dia dengan adat setempat.

Ayahnya, seorang penulis, Orlando da Costa menghabiskan sebagian besar masa mudanya di Goa sebelum pindah ke Lisbon, tempat Perdana Menteri Costa lahir tahun 1961.

Jovito Lopes, yang menemani Costa selama tur dari Fontinhas, menjelaskan pertemuan itu “mengungkapan sukacita dan kebanggaan warga setempat.”

“Saya memberitahu Anda bahwa di India kepala negara lain tidak seperti pemimpin Portugal ini yang bertemu langsung dengan warga. Dia mengabaikan keamanan dan berjabat tangan dengan semua orang, dengan mengatakan kepada para penjaga keamanan bahwa ia tidak khawatir karena mereka adalah rakyatnya sendiri,” katanya.

George Pereira, seorang warga setempat, menyaksikan adegan itu. Dia memeluk orang tua dan menyapa kaum difabel, yang duduk dan menunggu untuk melihat dia dari rumah mereka, katanya.

Saatnya kebanggaan bagi warga Goa

“Ini adalah saat yang membanggakan bagi warga Goa,” kata Stanley Fernandes, seorang pensiunan guru.

Selama beberapa dekade, setelah Goa bergabung dengan India tahun 1961, umat Katolik telah “dipandang rendah karena dianggap sebagai orang malas, dan santai,” katanya.

“Warga kami memiliki sifat damai dan pemaaf. Dan orang-orang termasuk Costa adalah contoh bahwa orang-orang kami bisa naik ke standar internasional,” kata Fernandes, juga mencontohkan anggota parlemen Inggris Keith Vaz, politisi Goa lain yang terkenal.

Tiba untuk istirahat makan siang dua jam dengan sepupunya di rumah leluhurnya di Margao, Costa disambut oleh anak-anak sekolah.

Namun, sebelum kunjungan kelompok Hindu dan sekutu mereka yang dipimpin oleh Menteri Pekerjaan Umum Goa Sudin Dhavliker menuntut Costa meminta maaf atas kerusakan dan kekejaman yang dilakukan kepada warga Goa selama penjajahan.

India dan Portugal adalah negara maju dan memiliki hubungan baik dan orang-orang seperti Dhavalikar, “yang mengetahui tentang kebijakan luar negeri harus diam. Dhavalikar telah melupakan pepatah bahwa ‘tamu adalah Tuhan,'” kata Vikas Kamat, seorang pengamat sosial.

Bahkan, sekelompok pedagang yang didominasi Hindu menuju pasar kota Margao menyambut “anak mempesonakan” itu. Dia juga disambut hangat di kuil oleh para pandita Hindu.

Costa mengatakan bahwa kunjungannya memiliki sisi emosional yang kuat dan motivasi pribadi karena, sebagai orang asal India, (kita dapat membangun) dasar untuk kemitraan kuat di abad ke-21 dan ke depan antara India dan Portugal.

Selama tur ke Goa, ia bertemu Uskup Agung Felip Neri Ferrao, gubernur Negara Bagian Goa dan para pemimpin lokal. Dia juga mengunjungi Basilika Bom Jesus di Goa Lama, di mana sisa-sisa misionaris Portugis, termasuk Santo Fransiskus Xaverius yang disimpan di sana.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  2. Sr. Sesilia Ketut SSpS menjadi harapan warga yang mengungsi dari Timor-Leste
  3. Siswi Sekolah Katolik demo menentang pembunuhan karena narkoba
  4. RUU ‘Pelindungan Umat Beragama’ membahayakan kalangan minoritas
  5. Renungan Minggu XVI Tahun A – 23 Juli 2017
  6. Orang Kristen di Bangladesh diminta lebih terlibat dalam politik
  7. Menyita paspor terpidana pedofilia adalah langkah tepat 
  8. Umat Katolik Hong Kong mengenang Liu Xiaobo dalam Misa Requiem
  9. Koleksi buku Katolik milik Soekarno tersimpan rapi di Bengkulu
  10. Keluarga Katolik Pakistan melarikan diri setelah tuduhan penistaan
  1. imbauan KPK kpd GK spy mengaudit keuangan gereja lebih diharapkan agar menjadi c...
    Said Patricius HBK on 2017-07-21 13:49:20
  2. Dalam artikel diatas sama sekali tidak disebut diiaudit oleh KPK tapi ditekankan...
    Said anton widjaja on 2017-07-21 13:17:16
  3. Saya kurang setuju bila KPK mengaudit, karena bukan badan atau kantor di pemerin...
    Said Jumtu Bagus on 2017-07-21 11:10:19
  4. KPK,gak boleh asa bergerak kesemua arah,fokus kepada keuangan negara,karena keua...
    Said ROSSY on 2017-07-21 10:28:53
  5. bukan diaudit oleh KPK tetapi diaudit oleh tim yg dibentuk oleh gereja sendiri /...
    Said Yanto Lamawato on 2017-07-21 10:01:03
  6. Absolute power corrupts absolutely Ingat. Runtuhnya kekuasaan gereja Katolik ...
    Said anton widjaja on 2017-07-21 07:26:18
  7. Jadi semakin yakin ada yang tidak beres dg keuangan paroki Kristoforus....
    Said anton widjaja on 2017-07-21 07:23:17
  8. Tidak bermaksud menghalang-halangi niat/usulan KPK dalam rangka pelaksanaan audi...
    Said Alex on 2017-07-21 06:53:41
  9. Audit keuangan GEREJA itu penting utk transparansi yg akan membuat Jemaat/Umatme...
    Said Alexander Katuuk on 2017-07-20 20:59:10
  10. Audit keuangan di tubuh gereja penting utk menunjukkan tanggung jawab para penge...
    Said Don Suban Garak on 2017-07-20 19:12:24
UCAN India Books Online