Agama-agama di Vietnam mengalami tindakan represif

24/01/2017

Agama-agama di Vietnam mengalami tindakan represif thumbnail

 

Jika Anda mengikuti agama tak diakui di Vietnam yang bisa Anda harapkan adalah pelecehan dari pihak berwenang, demikian pengawas kebebasan beragama.

“Kami mencatat 59 pelanggaran kebebasan beragama oleh pemerintah tahun 2016, meningkat sembilan kasus dari tahun 2015,” kata Pastor Anthony Le Ngoc Thanh, ketua Asosiasi Perlindungan Kebebasan Beragama berbasis di Vietnam, kepada ucanews.com.

Pastor Thanh mengatakan pemerintah menargetkan umat Katolik dan para penganut kepercayaan yang tidak diakui negara seperti Cao Dai, Hoa Hao Buddha, Buddha Sangha Vietnam dan sekte-sekte kecil Kristen di daerah terpencil.

Organisasinya mengeluarkan laporan kuartal keempat pada 11 Januari yang menunjukkan 22 kasus yang terjadi selama tiga bulan terakhir.

“Contoh-contoh penganiayaan agama menjadi semakin buruk,” katanya.

Dia mengatakan kelompok-kelompok agama kecil dihalangi untuk menghadiri pelayanan keagamaan, termasuk Natal dan perlakuan tidak manusiawi oleh aparat.

Sebanyak 27 pelanggaran dilakukan terhadap umat Katolik terkait dengan serangan brutal kepada imam dan orang awam di daerah terpencil dan konflik terkait properti Gereja. Pihak berwenang juga menghancurkan salib dan patung-patung serta menghentikan para imam dan bahkan uskup untuk mengunjungi umat Katolik di daerah terpencil.

Laporan ini juga mencatat kasus unik di mana pejabat keamanan melemparkan telur busuk ke rumah Hoa Hao Buddha di Provinsi Vinh Long dan Provinsi Dong Thap bagian selatan dan mencegah mereka untuk merayakan 71 tahun kematian empat umatnya yang dibunuh oleh komunis.

“Pelanggaran-pelanggaran ini menunjukkan bahwa pihak berwenang telah menantang larangan konstitusional terkait pelanggaran kebebasan beragama,” kata laporan itu.

Pastor Thanh mengatakan meskipun para pejabat pemerintah tahu bahwa tindakan keras mereka terhadap agama ilegal, tapi mereka terus melakukan atas nama menjaga ketertiban sosial dan pembangunan ekonomi.

November lalu, UU Kepercayaan dan Agama pertama negara itu disahkan oleh Majelis Nasional. UU ini melarang agama mengelola sekolah dan rumah sakit. Agama-agama lokal hanya diperbolehkan untuk memberikan pendidikan prasekolah.

“Isu-isu negatif masih tetap dalam hubungan di antara pemerintah dan agama,” kata Uskup Peter Nguyen Van Kham, sekretaris jenderal Konferensi Waligereja Vietnam, pada pertemuan nasional yang diadakan pemerintah di Ho Chi Minh City, 19 Desember.

Sebanyak 55 pemimpin agama bertemu dengan Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc dan para pejabat tinggi lainnya di acara tersebut.

Uskup Kham mengatakan UU baru itu “tidak peduli tentang kebutuhan masyarakat untuk kegiatan keagamaan.”

Ke depan, Uskup itu menambahkan bahwa ia berharap pemerintah akan mengubah sikapnya terhadap agama.

Vietnam secara resmi mengakui 39 organisasi keagamaan dari 13 agama, dengan total 24 juta penganut, lebih dari 6 juta dari mereka beragama Katolik, yang dilayani oleh 83.000 pastor.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  2. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  3. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  4. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  5. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  6. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  7. Gereja dibakar, darurat militer diumumkan di Mindanao
  8. Calon imam SVD mengajar di Pondok Pesantren
  9. Uskup Filipina menyamar jadi petani untuk melihat kegiatan paroki
  10. Umat Katolik Pakistan marah atas pembatasan media sosial
  1. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  2. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  3. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  4. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  5. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  6. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  7. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  8. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
  9. Ingat kita di Indonesia. Semua mayoritas dan minoritas. Ketika ada pihak mengkla...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:43:38
  10. Pro Ecclecia et patria! Demi bangsa kita juga harus tegas menghadapi kekuatan ra...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-16 09:35:34
UCAN India Books Online