UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Para uskup Filipina sambut baik berdialog dengan Duterte

Januari 25, 2017

Para uskup Filipina sambut baik berdialog dengan Duterte

Para uskup Filipina menghadiri Kongres Apostolik Sedunia tentang Kerahiman di Manila sebelum pertemuan dua tahunan mereka pada 25 Januari.

 

Para pemimpin Gereja Katolik di Filipina menyambut baik tawaran pemerintah untuk berdialog meskipun Presiden Rodrigo Duterte telah mengecam para uskup dan imam terkait kritikan terhadap kampanye pemerintah melawan narkoba.

Pastor Jerome Secillano dari Kantor Dokpen Konferensi Waligereja Filipina mengatakan akan “bijaksana” bila¬† kedua belah pihak “duduk bersama dan mengambil tindakan bersama.”

“Jika hanya saling mengkritik akan menimbulkan kerugian kedua pihak dan menyebabkan perpecahan,” kata imam itu.

Pada 20 Januari, Ernesto Abella, juru bicara presiden, menyerukan para pemimpin Gereja untuk “tidak melakukan kritikan.”

“Mari kita berusaha merangkul satu sama lain serta melakukan dialog dan percakapan nyata. Mari kita berusaha melakukan ini,” kata Abella.

“Saya akan mendorong para uskup yang mulia untuk berdialog. Mari kita bicara bersama,” katanya.

Pastor Secillano mengatakan itu adalah “sikap yang baik bahwa istana telah mengambil inisiatif” meskipun ia mengatakan ia “tidak dapat memprediksi respon dari hirarki Gereja.”

“Itu harus kolegial maka keputusan bukan hanya satu, tapi mayoritas uskup,” kata imam itu.

Kecaman Duterte terbaru

Pekan lalu Duterte meminta para pemimpin Gereja untuk berhenti mengkritik terkait kampanye melawan narkotika.

Sejumlah pemimpin Gereja telah mengeluarkan pernyataan keras mengecam pembunuhan terhadap sekitar 6.700 orang sebagai akibat dari kampanye pemerintah melawan narkoba.

“Saya benar-benar tidak dapat memahami Gereja,” kata Duterte. Dia mengatakan para pemimpin Gereja mengetahui keseriusan masalah narkoba di negara itu, tetapi tidak melakukan apa-apa.

Abella kemudian mengatakan presiden itu sangat kesal pada mantan Uskup Novaliches Mgr Teodoro Bacani yang sebelumnya mengkritik kampanye anti-narkoba pemerintah adalah sebuah “bencana kematian.”

Gereja tidak sempurna

Uskup Agung Lipa Mgr Ramon Arguelles mengakui bahwa beberapa pemimpin Gereja memiliki kesalahan, tetapi ia mengatakan “bahkan dokter sakit masih harus berusaha menyembuhkan penyakit orang lain.”

Dia mengatakan para uskup dan imam “yang menyembunyikan kejahatan serius merugikan Gereja.”

Uskup Agung Arguelles menyerukan pihak berwenang yang memiliki “bukti konkret kejahatan” melaporkan mereka sehingga para pemimpin Gereja dapat “membersihkan jajarannya.”

Uskup Balanga Mgr Ruperto Santos mengatakan Gereja selalu terbuka untuk berdialog, tapi itu tidak akan berhenti memberitakan Injil dan Gereja berpihak pada “kehidupan”.

Dia mengatakan dialog adalah “solusi yang lebih baik”, tetapi ia menambahkan bahwa Gereja tidak akan diam terkait pembunuhan dan hukuman mati.

Uskup Agung Arguelles mengatakan para pemimpin Gereja “seharusnya mewartakan apa yang benar dan baik.”

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi