Gereja-gereja perlu bersatu dalam menghadapi intoleransi dan radikalisme

26/01/2017

Gereja-gereja perlu bersatu dalam menghadapi intoleransi dan radikalisme thumbnail

Para pastor dari berbagai denominasi Gereja menghadiri pelayanan ekumene di Gereja Kristus Raja Semarang, Jawa Tengah selama Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani.

 

Gereja Katolik dan Gereja Protestan perlu bersatu dalam menghadapi resistensi intoleransi dan radikalisme yang meningkat di Indonesia, kata para pemimpin Gereja.

Berbagai pidato kebencian, penolakan terhadap pembangunan tempat ibadah oleh kelompok garis keras Muslim meningkat, dan tuduhan penodaan agama terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menimbulkan kekhawatiran kelompok-kelompok minoritas, termasuk umat Kristiani.

Banyak yang percaya gubernur, yang dikenal sebagai Ahok itu, sedang menjadi target dari kelompok garis keras karena mereka tidak ingin orang Kristen memimpin ibukota negara ini yang mayoritas Muslim.

Untuk melawan intoleransi umat Katolik dan Protestan harus menyembuhkan luka yang disebabkan oleh perpecahan dalam kekristenan ratusan tahun lalu, yang masih mempengaruhi hubungan umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kata Pendeta Markus Priyono dari Gereja Bethel Tabernakel (GBT).

“Rekonsiliasi dibutuhkan untuk menyembuhkan luka ini,” katanya kepada lebih dari 700 umat Kristiani dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Semarang dan Persekutuan Gereja-gereja Kristen dalam rangka menandai Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani, yang berakhir pada 25 Januari.

Pendeta itu mendorong umat Kristiani untuk membangun rasa saling percaya dan menghormati keunikan masing-masing.

Senada juga diungkapkan Romo Aloysius Budi Purnomo, ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang. Ia mengatakan rekonsiliasi di kalangan umat Kristiani diperlukan sebelum menjangkau umat dari agama-agama lain karena hal itu akan berdampak yang lebih besar.

“Tujuan utamanya adalah memperkuat hubungan (dengan umat Muslim),” katanya.

Pendeta Sediyoko dari Gereja Kristen Jawa tidak melihat radikalisme Muslim sebagai ancaman.

Ia mengatakan persatuan umat Kristiani akan mampu melihat radikalisme tersebut tidak mengancam Kristianitas, tetapi sebagai dorongan untuk memperkuat persatuan di kalangan umat Kristiani.

“Radikalisme dapat menjadi media introspeksi bagi umat Kristiani,” katanya, seraya menambahkan, “yang penting kita harus melawan tidak dengan kekerasan, tetapi dengan cinta”.

Komunitas Kristiani terdiri dari 6,3 persen atau sekitar 23 juta dari 238 juta penduduk Indonesia, menurut sensus 2010. Protestan berjumlah 16,5 juta dan Katolik 6,9 juta.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online