Selamat datang Tahun Ayam Api

27/01/2017

Selamat datang Tahun Ayam Api thumbnail

 

Masyarakat Tionghoa di seluruh dunia sedang mempersiapkan untuk menyampaikan selamat tinggal Tahun Monyet dan menyambut Tahun Ayam Jago, yang dimulai pada 28 Januari.

Tahun Baru Cina (Imlek) didasarkan pada kalender Cina serta karakter dan sifat 12 shio Cina sesuai dengan tahun kelahiran manusia. Shio-shio itu diwakili oleh hewan sesuai urutan sebagai berikut: tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.

Dikombinasikan dengan astrologi Cina kuno, adanya lima unsur: logam, kayu, air, api dan tanah. Lima unsur ini dikombinasikan dengan 12 shio membentuk periode 60 tahunan – 2017 adalah Tahun Ayam Api.

Seperti horoskop Barat, zodiak Cina diyakini mempengaruhi disposisi dan keberuntungan seseorang. Orang-orang yang percaya pada Feng Shui, sistem filsafat Cina yang digunakan untuk menyelaraskan orang dan lingkungan mereka, mengatur rumah mereka berbeda sesuai dengan tanda zodiak mereka. Jika tahun dan elemen kombinasi seseorang menghasilkan prediksi buruk mereka mungkin memakai aksesoris khusus atau membuat perubahan pada lingkungan mereka dalam rangka untuk mengusir nasib buruk.

Meskipun Kristen Cina tidak mempraktekkan Feng Shui karena tidak direstui oleh Gereja, mereka masih mengadopsi praktek tertentu yang mereka anggap sebagai tradisi untuk merayakan Imlek.

Misalnya, sebagai simbol untuk mengusir setan dan menyambut musim semi, orang memakai busana merah, memberikan angpao, mementaskan tarian barongsai atau tarian naga, pesta kembang api dan saling memberikan salam.

Sementara itu, Feng Shui, sebuah tradisi Cina kuno, baru-baru ini dicampur dengan materialisme dan kekhawatiran modern memungkinkannya untuk terus menjadi relevan dengan kehidupan banyak orang Cina.

Di bawah rezim komunis, buku-buku tentang Feng Shui dilarang karena dianggap takhayul. Jadi, orang-orang Tiongkok sering mengambil kesempatan untuk membeli publikasi ramal nasib ketika mereka mengunjungi Hong Kong.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Paham radikalisme sangat membahayakan bagi kaum minoritas dan tdk menutup kemung...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-30 01:41:03
  2. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  3. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  4. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  5. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  6. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  7. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  8. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  9. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  10. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
UCAN India Books Online