Uskup Shanghai mengambil pos di CPA

27/01/2017

Uskup Shanghai mengambil pos di CPA thumbnail

Uskup Auksilier Thaddeus Ma Daqin menghadiri pertemuan Asosiasi Patriotik Katolik dan Komisi Urusan Gereja Sanghai pada 20 Januari.

 

Seorang uskup Tiongkok telah mengambil pos kedua di sebuah organisasi yang diakui negara ketika ia berhenti setelah pentahbisan uskupnya tahun 2012, sebuah peristiwa yang menyebabkan tahanan rumah.

Uskup Auksilier Thaddeus Ma Daqin mengambil pos sebagai anggota komite di Asosiasi Patriotik Katolik (CPA) Shanghai pada pertemuan bersama CPA dan Komisi Urusan Gereja Shanghai pada 20 Januari.

Salinan agenda pertemuan, yang diperoleh ucanews.com, menunjukkan bahwa ia disapa sebagai “Pastor Ma Daqin.”

Seorang imam Shanghai, yang meminta untuk tidak menyebutkan namanya, membenarkan rincian pertemuan.

Uskup Ma diterima kembali sebagai wakil ketua CPA distrik Songjiang di barat daya kota itu September lalu.

Tahun 2012, Uskup Ma secara dramatis mundur dari CPA setelah pentahbisan uskup, yang mengakibatkan pemerintah Tiongkok mencabut gelar uskupnya dan menempatkan dia di bawah tahanan rumah.

Pengunduran dirinya dari CPA mendapat simpatisan dan rasa hormat dari banyak umat Katolik dan komunitas bawah tanah di Shanghai.

Namun, Uskup Ma menimbulkan kegemparan dalam Gereja Tiongkok ketika ia memposting artikel secara online pada 12 Juni tahun lalu di mana ia secara terbuka menarik kembali pernyataannya tahun 2012 untuk mundur dari CPA. Dia juga memuji CPA, yang digunakan oleh pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap umat Katolik di Tiongkok.

Sejumlah umat Katolik pada waktu itu tidak percaya bahwa ia menulis secara sukarela sementara umat Katolik lain berspekulasi bahwa ia bertindak atas instruksi Vatikan.

Vatikan meminta media untuk tidak berspekulasi bahwa Takhta Suci memiliki “peran” dalam pesan Uskup Ma.

Dalam reaksi untuk mengakui kesalahannya, komunitas bawah tanah sebagian besar menarik dukungan mereka terhadap Uskup Ma  dan sejak itu mereka berhenti menyebutkan dia dalam doa Ekaristi. Ini adalah norma dalam liturgi untuk berdoa bagi uskup lokal dan Paus.

CPA dijauhi oleh sekitar 10 juta umat Katolik di negara itu dan telah dituduh korupsi.

Tahanan rumah

Imam di Shanghai mengatakan kepada ucanews.com bahwa dia tidak berpikir bahwa uskup itu memposting dua tulisan di situs CPA yang menunjukkan dia tidak lagi berada di bawah tahanan rumah.

“Dia masih tinggal di Seminari Sheshan,” kata imam itu.

Tahanan rumah Uskup Ma diyakini relatif longgar. Dia mampu mengirimkan refleksi doa harian melalui akun media sosial WeChat dan dia diperbolehkan untuk bertemu orang-orang dan menghadiri pertemuan resmi.

Dalam sebuah seminar 28 Juni untuk menandai 100 tahun pendahulunya, mendiang Uskup Aloysius Jin Luxian, Uskup Ma membuat penampilan singkat dalam video wawancara 10 detik.

Yusuf, seorang awam dari Shanghai, mengatakan kepada ucanews.com bahwa ia percaya ini adalah “trik” yang dilakukan oleh Partai Komunis untuk menipu orang untuk berpikir bahwa Uskup Ma menikmati kebebasan.

“Jangan percaya bahwa ia bebas,” katanya memperingatkan.

Perkembangan terbaru mengenai situasi Uskup Ma datang pada saat Beijing dan Vatikan melakukan pembicaraan rahasia tentang pengangkatan uskup di negara yang dikelola komunis itu.

Sumber: ucanews.com

 

One Comment on "Uskup Shanghai mengambil pos di CPA"

  1. Jenny Marisa on Sat, 28th Jan 2017 3:40 pm 

    tidak bisa dimengerti aturan2 di Cina..




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  2. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  3. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  4. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  5. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  6. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  7. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  8. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  9. FPI: Penyampaian dakwah jelang Pilkada DKI Jakarta efektif
  10. Petani Asia menolak uji coba padi hasil rekayasa
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online