Drama menggambarkan Yesus sebagai orang India

30/01/2017

Drama menggambarkan Yesus sebagai orang India thumbnail

Sebuah pertunjukkan dari sebuah panggung menunjukkan Yesus Kristus seorang India.

 

Sebuah drama berdurasi dua jam yang dipentaskan di Negara Bagian Kerala, India, belum lama ini menggambarkan Yesus sebagai orang India sehingga mengoreksi Kristen Eropa yang “keliru” tentang Kristus, demikian direktur.

Drama berjudul Ente Rakshakan (“Juruselamatku”), disusun oleh seorang pemain drama wanita terkenal Soorya Krishna Moorthy. Drama ini menyajikan Yesus Kristus memiliki rambut panjang dan mata hitam, dan gaya seperti orang India. Sekitar 2.000 penonton, termasuk pejabat Gereja dan pakar Kitab Suci menghadiri pementasan perdana drama itu.

“Menyajikan Kristus sebagai orang Asia bukanlah sebuah tindakan imajinasi artistik, tetapi sebuah ungkapan kebenaran. Kristus tidak hanya lahir di Asia, tapi spiritualitasnya adalah dari daerah itu. Barat membajak gambar-Nya dan menampilkan Dia sebagai orang Eropa,” kata Moorthy.

Pertujukkan ini menggambarkan aspek ketimuran kehidupan Kristus, membandingkan dia dengan dewa-dewa Hindu, khususnya Dewa Krishna, yang juga lahir di kadang hewan, menurut mitos. Drama ini juga memiliki beberapa referensi pada teks-teks agama Hindu dan menggunakan ayat-ayat Sanskerta untuk memperdalam perasaan dan situasi di India.

Moorthy mengatakan bahwa tidak seorang pun, termasuk para uskup, telah mempertanyakan drama itu dengan menampilkan Yesus sebagai orang Asia. Sebaliknya, banyak orang menyambut baik pertunjukkan itu.

“Saya tidak berpikir bahwa orang Eropa akan setuju memperbaiki kekeliruan tentang Kristus. Tapi, saya yakin bahwa orang Kristen setidaknya di Asia akan senang menanggung warisan Asia dalam diri Kristus,” tambahnya.

Drama ini menunjukkan bahwa Yesus menghabiskan beberapa tahun di India.

Pastor Paul Thelakat, editor publikasi Katolik, Sathyadeepam (“pelita kebenaran”), mengatakan tidak ada yang salah dengan menghadirkan Kristus sebagai orang Asia.

“Jika Kekristenan Barat dapat membentuk diri dengan filsafat Yunani, kita dapat melakukan hal serupa dengan pemikiran India,” katanya.

Drama ini mengutip beberapa perikop Injil, tetapi menggambarkan mukjizat Yesus dalam perspektif yang lebih metaforis.

Misalnya, Yesus menghadapi banyak orang saat Dia membangkitkan Lazarus dari kematian. Hal ini dapat diartikan sebagai daya tarik langsung kepada masyarakat untuk bangkit dari tidur mereka. Demikian pula, adegan di mana Yesus menyembuhkan orang buta, adalah sebuah seruan kepada manusia untuk membuka mata batin mereka.

“Perhatian dan upaya dalam mewujudkan karya ini mendapat pujian. Setiap artis dan teknisi dalam drama ini layak dipuji,” kata George Onakoor, pensiunan profesor sastra Malayalam.

Drama itu menggunakan panggung 800 meter persegi, 200 artis dan 50 hewan. Sebanyak 20 sponsor dari India dan Timur Tengah mendanai anggaran sebesar 160.000 dolar AS.

Drama itu direncanakan akan dipementaskan di kota-kota lain di Kerala beberapa bulan mendatang.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online