Para uskup Filipina bahas ‘politik’ dalam rapat pleno

30/01/2017

Para uskup Filipina bahas ‘politik’ dalam rapat pleno thumbnail

Para uskup Filipina dan uskup luar negeri bergabung dalam doa pada hari terakhir Kongres Apostolik Sedunia tentang Kerahiman di Manila pada 20 Januari.

 

Para uskup Filipina berbicara tentang politik dalam pertemuan dua tahunan mereka pada 28 Januari, sehari setelah pihaknya dikecam Presiden Rodrigo Duterte.

Selama pertemuan tiga hari itu, para uskup telah mengundang para “pakar” yang akan berbicara tentang berbagai isu termasuk pembunuhan terkait narkoba dan hukuman mati yang meningkat.

Juga dalam agenda itu mereka membahas usulan Presiden Duterte untuk mengubah sistem pemerintahan negara itu dari bentuk republik menjadi sistem federal.

Pastor Marvin Mejia, sekjen Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan para prelatus perlu memahami masalah ini sebelum membuat pernyataan.

“Para uskup biasanya melakukan refleksi, belajar, dan berdoa,” kata Pastor Mejia, seraya menambahkan bahwa para uskup harus “mengetahui” juga.

Duterte telah menekankan amandemen konstitusi untuk membuka jalan bagi sistem federal, yang ia percaya adalah kunci membawa perdamaian di wilayah Mindanao, yang dilanda konflik.

Namun, Kardinal Orlando Quevedo, Uskup Agung Cotabato di Mindanao mendesak presiden itu “melaksanakan apa yang telah ditetapkan … tidak perlu merevisi konstitusi.”

Dalam sebuah wawancara tahun lalu dengan ucanews.com, prelatus itu mengatakan federalisme adalah proyek jangka panjang. “Apa yang perlu dilakukan paling mendesak adalah jangka pendek,” katanya.

Pembunuhan terkait narkoba

Bagian dari jadwal para uskup pada 29 Januari akan diadakan pemutaran film dokumenter tentang pembunuhan terhadap para pengguna dan bandar narkoba yang dicurigai.

Setidaknya 7.000 orang telah tewas di tangan pembunuh dan polisi setelah Duterte menyatakan “perang habis-habisan” terhadap narkoba sejak Juli lalu.

Pastor Mejia mengatakan film ini “bukan bagian dari rapat pleno”, tetapi “terbuka bagi (para uskup) yang ingin menontonnya.”

Laporan yang dibuat oleh beberapa uskup yang kritik terhadap perang melawan narkoba pemerintah telah menimbulkan reaksi keras dari Duterte yang menyebut pemimpin Gereja Katolik adalah “orang-orang munafik.”

Pastor Jerome Secillano, dari kantor urusan publik Konferensi Waligereja Filipina, mengatakan bahwa meskipun kecaman presiden itu, para pemimpin Gereja akan terus mengkritik pembunuhan terkait narkoba.

Pastor Secillano juga mengatakan Gereja akan terus “memahami” dan “sangat sabar” dengan presiden itu.

“Kami perlu memahami presiden. Saya pikir (kecamannya) adalah ledakan yang lahir dari kemarahan,” kata imam itu, seraya menambahkan bahwa Gereja “bukan musuh presiden atau pemerintah.”

Juru bicara Duterte sebelumnya mengumumkan rencana mengadakan dialog dengan para uskup, sebuah langkah yang disambut oleh sejumlah pemimpin Gereja.

Pastor Secillano mengatakan keputusan berada di tangan mayoritas uskup.

Tiga hari rapat pleno yang akan berakhir pada 30 Januari akan membahas isu-isu “sosio-politik”, termasuk etika menggunakan media sosial.

Pastor Mejia mengungkapkan bahwa akun media sosial setidaknya tiga uskup diretas.

Dia mengatakan bahwa karena banyaknya masalah yang akan dibahas dalam pertemuan itu, para uskup akan menyampaikan ketika mereka akan mengeluarkan pernyataan.

Sumber: ucanews.com

 

One Comment on "Para uskup Filipina bahas ‘politik’ dalam rapat pleno"

  1. Jenny Marisa on Mon, 30th Jan 2017 12:24 pm 

    Filipina telah memilih sendiri pemimpinnya.. nampaknya mereka suka sifatnya yang keras – tidak suka dengar kecaman terhadap presidennya..




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online