Paus Fransiskus puji keberanian dan kebijaksanaan perempuan

30/01/2017

Paus Fransiskus puji keberanian dan kebijaksanaan perempuan thumbnail

 

Nasihat rendah hati dari perempuan berani tidak boleh diabaikan melainkan menerima sebagai nasihat kebijaksanaan ilahi, kata Paus Fransiskus.

Wanita seperti Judith dalam Kitab Suci adalah contoh mengimani Allah di tengah penderitaan dan kesulitan bila mudah untuk memberikan harapan dan jatuh dalam keputusasaan, kata Paus, 25 Januari, dalam audiensi umum mingguan di Vatikan.

“Ini adalah pendapat saya, tapi perempuan lebih berani daripada pria,” kata Paus Fransiskus.

Sri Paus fokus pembicaraan kepada audiensnya tentang Judith, “seorang wanita yang sangat cantik dan bijaksana,” yang mencela orang-orang Israel karena tidak percaya kepada Tuhan untuk membebaskan mereka dari penyerbuan asing.

Menghadapi situasi penuh keputusasaan, lanjut Bapa Suci, orang-orang dianugerahi  lima hari untuk ikut campur. Namun, bahkan dalam doa mereka meragukan bahwa Tuhan akan membantu mereka.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa pada saat putus asa, Judith menghadapi keraguan rakyat dengan iman yang “berani” dan penuh harapan.

Keberaniannya, jelas Bapa Suci, adalah pengingat bagi orang Kristen untuk “mengetuk pintu hati Tuhan; Dia adalah seorang Bapak, Dia bisa menyelamatkan kita. Janda ini menghadapi risiko (semuanya), bahkan membuat dirinya terlihat seperti orang bodoh di depan orang lain. Tapi dia berani, dia maju ke depan.”

Umat Kristen “tidak boleh menyerahkan kondisi apapun kepada Tuhan,” kata Paus. Sebaliknya, mereka harus memungkinkan “harapan untuk menaklukkan ketakutan kita.”

Kisah Judith mencontohkan pentingnya “nasihat rendah hati” dari perempuan berani, kata Paus Fransiskus.

Kata-kata mereka, tambahnya, berisi “kebijaksanaan Allah” dan tidak boleh “diabaikan sebagai orang bodoh.”

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online