Paus Fransiskus: Tanggapilah kekerasan dengan kasih Kristus

31/01/2017

Paus Fransiskus: Tanggapilah kekerasan dengan kasih Kristus thumbnail

 

Paus Fransiskus berdoa untuk mengakhiri kekerasan setiap hari dan kebrutalan yang dilakukan oleh ekstrimis fundamentalis di Timur Tengah.

“Penderitaan Anda adalah penderitaan kami. Saya bergabung bersama Anda dalam doa untuk mengakhiri konflik dan kedekatan Allah kepada mereka yang telah mengalami begitu banyak penderitaan, terutama anak-anak, orang sakit dan lansia,” kata Paus kepada wakil-wakil dari Gereja-gereja Ortodoks Timur, 27 Januari.

Para wakil tersebut berada di Roma untuk pertemuan Komisi Bersama Internasional untuk Dialog Teologis antara Gereja Katolik dan Gereja-gereja Ortodoks Timur, yang meliputi Gereja-gereja dengan komunitas terbesar di Suriah, Irak dan seluruh Timur Tengah.

Gereja-gereja Ortodoks Timur secara resmi berpartisipasi dalam dialog tersebut adalah Gereja Koptik, Gereja Suriah, Gereja Armenia, Gereja Ethiopia, Gereja Eritrea dan Gereja Ortodoks Malankara Suriah.

Berdoa untuk mengakhiri konflik, Paus mengatakan ia merasa solider dengan semua mereka yang terkena dampak, khususnya yang paling rentan dan ia juga berdoa bagi “para uskup, imam, pria dan wanita tertahbis, dan umat awam yang telah diculik, disandera atau diperbudak.”

Situasi seperti itu berasal dari “penderitaan tragis berakar dalam konteks kemiskinan akut, ketidakadilan sosial dan pengucilan masyarakat, karena ketidakstabilan diciptakan oleh kepentingan partisan, sering dari tempat lain, dan dengan konflik sebelumnya yang telah menyebabkan situasi membutuhkan, budaya dan spiritual di mana orang menjadi mudah untuk dimanipulasi dan dihasut untuk melakukan kebencian,” katanya.

“Di mana pun kekerasan melahirkan lebih banyak kekerasan dan menabur kematian, tanggapan kita harus menjadi ragi dari Injil,  menghindari strategi kekuasaan, memungkinkan buah kehidupan muncul dari tanah gersang dan berharap untuk fajar setelah malam teror.”

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online