Pengacara Muslim terkemuka dibunuh di Myanmar

31/01/2017

Pengacara Muslim terkemuka dibunuh di Myanmar thumbnail

Para aparat kepolisian menjaga keamanan selama demonstrasi solidaritas dengan warga Rohingya di depan kedutaan Myanmar, Jakarta, 25 November.

 

Kekhawatiran tentang konflik agama meningkat di Myanmar setelah seorang pengacara Muslim terkemuka dan penasihat hukum Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dibunuh di Yangon pada 29 Januari.

Pengacara, U Ko Ni, ditembak di kepalanya dari jarak dekat di luar Bandara Yangon setelah kembali dari Indonesia di mana ia menghadiri program kepemimpinan, lapor Global New Light of Myanmar.

Laporan itu menambahkan bahwa pria bersenjata, Kyi Lin, dari kota Mandalay, Myanmar tengah, ditangkap dan sedang diselidiki. Dia juga menembak mati U Nay Win, sopir taksi berusia 42 tahun.

Wunna Shwe, sekjen bersama Dewan Urusan Agama Islam, yakin pembunuhan tersebut bukan masalah agama, tapi masalah politik.

“Ini adalah berita yang sangat mengejutkan tidak hanya bagi komunitas Muslim, tapi juga orang di seluruh negeri itu. Danpehanya itu telah menyerukan keamanan dan penegakan hukum,” kata Wunna Shwe kepada ucanews.com.

Ia menambahkan bahwa pembunuhan itu adalah “ancaman bagi negara itu” dan mencoba menggangu transisi politik dari diktator militer ke demokrasi.

Pengacara berusia 64 tahun itu adalah seorang ahli hukum konstitusi dan telah berbicara menentang militer menyusun Konstitusi 2008 yang memungkinkan pihak militer untuk mempertahankan pengaruh signifikan meskipun menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi pada April 2016. Sebagai pengacara, U Ko Ni menangani lebih dari 900 kasus pidana dan 1.400 kasus sipil.

Kyaw Nyein, sekretaris Organisasi Ulama Islam Yangon, mengatakan ia terkejut dan sedih. “Kita perlu mengambil tindakan pencegahan termasuk kebencian masih bermasalah,” kata Kyaw Nyein.

Dia menuntut agar pemerintah mengambil tindakan terhadap mereka yang menyebarkan kebencian di media sosial dan di kalangan masyarakat.

Tin Myint, warga Muslim dari Yangon dan teman dekat U Ko Ni, mengatakan bahwa ia khawatir bahwa pembunuhan itu bisa menimbulkan konflik.

“Kami mendesak komunitas Muslim kami untuk bersabar dan tidak bereaksi secara emosional,” katanya.

International Crisis Group, yang berbasis di Brussels, Belgia, merilis pernyataan mengecam pembunuhan pada 30 Januari itu.

“Dalam konteks sentimen anti-Muslim yang kuat, maraknya kebencian di media sosial, dan nasionalisme Buddha ditunjukkan oleh sejumlah biksu senior, kejahatan ini bisa memberi semangat orang lain dan melepaskan kekerasan lebih lanjut,” kata pernyataan itu.

Seluruh negara berpenduduk mayoritas Buddha itu, sentimen anti-Muslim telah memicu konflik, terutama di Negara Bagian Rakhine, di mana kekerasan tahun 2012 menewaskan lebih dari 200 orang dan memaksa puluhan ribu lain – kebanyakan Mulim Rohingya – melarikan diri. Sekitar 140.000 orang di negara bagian itu masih tinggal di kamp-kamp pengungsian sementara.

Baru-baru ini, pasukan keamanan Myanmar telah dituduh melakukan kekejaman di Negara Bagian Rakhine terhadap warga Rohingya, seperti pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran rumah. Operasi aparat keamanan di Rakhine saat ini sedang berlangsung.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online