Pengadilan bebaskan106 tersangka kasus serangan terhadap komunitas Kristen

31/01/2017

Pengadilan bebaskan106 tersangka kasus serangan terhadap komunitas Kristen thumbnail

Umat Katolik menghadiri Misa Natal di sebuah gereja di Peshawar, Pakistan bagian utara, 25 Desember 2016.

 

Sebuah pengadilan anti-terorisme di Pakistan membebaskan 106 warga Muslim yang dituduh terlibat dalam serangan dan pembakaran terhadap rumah-rumah orang Kristen di lingkungan Joseph Colony, Lahore, tahun 2013.

Pada 9 Maret 2013, ribuan demonstran bersenjatakan tongkat dan batu menyerbu Joseph Colony dan membakar sekitar 150 rumah terkait tuduhan penghujatan terhadap seorang pria Kristen.

Ratusan rumah, toko, kendaraan dan tiga gereja dibakar oleh massa.

Tidak ada korban, namun orang Kristen, yang takut untuk keselamatan mereka, sudah meninggalkan tempat tinggal mereka setelah diberitahu oleh polisi tentang kemungkinan kekerasan massa.

Pihak berwenang sangat mengecam karena membiarkan serangan massa di komunitas Kristen itu meskipun polisi telah mengetahui gelagat mereka sebelumnya.

Polisi kemudian melakukan tindakan tegas terhadap para perusuh, menangkap lebih dari 100 orang. Orang Kristen dituduh menghujat juga ditangkap.

Semua 106 terdakwa muncul di pengadilan pada 28 Januari.

Pembebasan itu diumumkan karena kurangnya bukti karena para saksi menolak mengakui mereka sebagai tersangka, lapor media lokal. Mereka juga mengatakan mereka tidak keberatan jika terdakwa dibebaskan dalam kasus tersebut.

Sementara itu, para pejabat Gereja telah menyatakan kekecewaan mereka terkait pembebasan terhadap semua tersangka.

“Pembebasan ini menjengkelkan. Pada dasarnya, ini berarti bahwa, meskipun rekaman video, dokumen dan gambar menunjukkan ribu orang mengamuk di properti Kristen, pengadilan belum menemukan orang yang bersalah. Jadi massa boleh bebas untuk melakukan apapun yang mereka inginkan,” kata Cecil Shane Chaudhry, eksekutif eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Pakistan kepada ucanews.com.

“Mungkin polisi tidak tulus menjalankan tugas mereka dan mengumpulkan orang yang tepat. Juga, ada tekanan masyarakat di pengadilan yang lebih rendah. Jika tidak ada bukti substansial, pengadilan juga harus menerima jaminan terhadap Sawan Masih (pria Kristen yang diduga penghujatan).”

Rawadari Tehreek (“Gerakan Toleransi”), sebuah organisasi lintas agama, berencana membahas dampak dari putusan tersebut dalam pertemuan 30 Januari di Lahore.

“Kami khawatir. Sekali lagi sejarah telah berulang  dan keadilan kami ditolak. Tak satu pun dari para pelaku dalam serangan anti-Kristen telah ditangkap di masa lalu. Sementara ini memberikan pesan negatif untuk penganiayaan terhadap kelompok- kelompok minoritas agama, juga mendorong ekstrimis,” kata Samson Salamat, ketua kelompok itu.

“Mungkin pimpinan Gereja harus lebih aktif dalam mengejar proses pengadilan dalam kasus tersebut.”

Lebih dari 95 persen dari 180 juta penduduk Pakistan adalah Muslim. Kurang dari 2 persen adalah Kristen, Hindu dan minoritas agama lainnya.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  2. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  3. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  4. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  5. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  6. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  7. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  8. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  9. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  10. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  1. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  2. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  3. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  4. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  5. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  6. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  7. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  8. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
  9. Segera laksanakan audit keuangan Gereja dan KUB....
    Said Rey on 2017-07-22 13:47:36
  10. Audit Keuangan Hirarki Gereja Katolik Perlu dan wajib. Syaratnya hanya perlu goo...
    Said AB Raturangga on 2017-07-22 11:07:47
UCAN India Books Online