Pengaruh politik Katolik menurun di Goa

31/01/2017

Pengaruh politik Katolik menurun di Goa thumbnail

Umat Katolik di Goa menghadiri Misa di lapangan terbuka pada Hari Raya SP Maria Diangkat ke Surga.

 

Umat Katolik di Goa, India,  siap melihat sekali lagi pengaruh politik akan menurun pada bulan depan ketika bekas koloni Portugis itu berpartisipasi  dalam pemilu di tengah meningkatnya propaganda pro-Hindu dan kekacauan politik.

Sebanyak 250 kandidat akan bersaing pada pemilu 4 Februari untuk memilih hanya 40 anggota legislatif untuk lima tahun ke depan yang akan mengelola negara bagian itu dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta jiwa.

Pemilu akan melihat pertarungan sebagian besar tiga partai – Partai Bharatiya Janata (BJP), partai pro-Hindu yang berkuasa, Partai Kongres Nasional India dan Partai Aam Admi, sebuah partai baru.

Pilihan bagi para pemilih Katolik telah diperparah oleh kenyataan sejumlah umat Katolik adalah anggota dari ketiga partai itu yang akan mengarah pada perpecahan suara Katolik, kata Francisco Colaco, seorang ahli jantung.

Baik Kongres Nasional India maupun BJP belum efektif ketika mereka berkuasa di masa lalu dan telah menimbulkan kekecewaan dari loyalis Katolik serta kasta rendah Hindu memimpin mereka untuk beralih ke Partai Aam Admi dan sejumlah partai baru, termasuk independen.

Selain itu, sejumlah besar umat Katolik tak berada dalam daftar pemilih setelah Komisi Pemilihan Umum mengatakan bahwa lebih dari 27.000 warga Katolik di Goa, akan kehilangan haknya karena mereka memegang paspor Portugis.

“Kami akan melalui masa-masa sulit. Kami umat Katolik mendapatkan sedikit kesempatan dari hari ke hari. Sedih untuk mengatakan, kami tidak diinginkan di sini kecuali kami siap untuk hidup sebagai warga negara kelas dua di bawah hegemoni Hindu,” kata Colaco.

Krisis ini terbukti ketika sejumlah umat Katolik berpengaruh terkait dengan BJP menggambarkan diri mereka sebagai “Hindu-Katolik” menyajikan keutamaan tentang ideologi partai mereka.

“Dengan hadirnya beberapa kandidat baru dan partai-partai, suara Katolik perlahan-lahan kehilangan posisi yang menentukan. Dengan beberapa pilihan sekarang tersedia, Kongres Nasional India, yang menikmati dukungan Katolik, telah kehilangan posisi istimewa. Tapi umat Katolik juga kehilangan kekuatan untuk menentukan nasib mereka,” kata Colaco.

Tapi, bagi BJP berkuasa, pemilu tidak akan menang mudah. Dua pendukung utamanya, termasuk kelompok Hindu, Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) yang ingin mengubah sekuler India menjadi teokrasi Hindu, tidak mengakui BJP.

RSS menuduh BJP, yang memenangkan 21 dari 40 kursi tahun 2012, dari “suara minoritas” dengan tidak menerapkan beberapa kebijakan pendidikan karena ditantang Katolik.

Namun, Gereja secara resmi mengeluarkan pedoman bagi pemilih pada 20 Januari yang secara luas dilihat sebagai pengkritik kebijakan dan program BJP sebagai anti-miskin dan diskriminatif.

Pedoman, dari Komisi Keadilan Sosial dan Perdamaian Keuskupan Agung Goa dan Daman, tanpa menyebut pihak manapun, menarik perhatian terkait ancaman serius terhadap lingkungan akibat pembangunan yang tidak teratur.

Ia menambahkan bahwa orang harus berada di atas agama, kasta, keyakinan dan pertimbangan egois lainnya dan memilih pemimpin yang tegas, berpengetahuan, berprinsip dan tulus.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Komunitas awam Katolik Indonesia bantu warga Muslim merayakan Idul Fitri
  2. Keuskupan Agung Semarang mengucapkan Selamat Idul Fitri
  3. Kampanye mendukung blogger Katolik di Vietnam diluncurkan
  4. Paus memberkati fundasi bangunan sebuah tarekat di Korea
  5. Vatikan diam saat Dubes Jerman mendukung uskup China
  6. Renungan Hari Minggu XII Tahun A -25 Juni 2017
  7. Gereja Katolik mendukung pemisahan wilayah bagi etnis Gorkha di India
  8. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  9. Menciptakan peradaban kasih di Keuskupan Agung Semarang
  10. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online