UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keuskupan Agung Bombay mempelajari dampak pornografi

Pebruari 2, 2017

Keuskupan Agung Bombay mempelajari dampak pornografi

Para aktivis peremuan di India menggelar demonstrasi menentang pornografi.

 

Keuskupan Agung Bombay, India, telah melakukan survei pertama di negara itu tentang efek menonton pornografi terhadap kehidupan keluarga.

Survei nasional secara online, yang dilakukan oleh keuskupan agung itu, bertujuan mempelajari orang-oarng yang mengakses pornografi di India, dengan fokus pada orang-orang berusia 15 ke atas yang menonton pornografi setidaknya sekali seminggu. Bombay adalah keuskupan agung terbesar di India yang mencakup Mumbai (dulu Bombay), yang merupakan kota terbesar di negara itu.

Survei tersebut bertanya tentang pola penggunaan di kalangan pemirsa terkait pornografi, berusaha memahami sikap mereka dalam pekerjaan, relasi, keluarga dan masyarakat.

Pusat layanan keluarga Keuskupan Agung Bombay, menggunakan istilah “kecanduan pornografi” untuk menggambarkan situasi di mana penggunaan pornografi telah mengalami konsekuensi negatif.

“Jika kita memiliki pernikahan yang baik, kita akan memiliki keluarga yang baik. Keluarga bahagia dan stabil adalah dasar dari bangsa yang kuat,” kata Pastor Cajetan Menezes, ketua proyek survei itu, dan juga sebagai direktur pusat pelayanan keluarga.

“Ada keluhan rutin dari para istri bahwa suami memaksa mereka menonton film atau gambar porno, di bawah hukum India adalah sebuah kejahatan,” katanya.

“Ketika kami melihat sekitar, kami menemukan tidak ada studi di India yang kredibel tentang dampak pornografi pada pernikahan dan keluarga. Kami ingin mempelajarinya,” katanya.

Tahap pertama dari survei itu dimulai tahun 2014 di Mumbai di antara sekitar 1.000 orang, lebih dari setengah dari mereka antara usia 15-25 tahun. Sebagian orang dalam survei itu telah menikah. Ditemukan bahwa pornografi adalah “cara halus menghancurkan keluarga,” kata Pastor Menezes.

“Saya menyebutnya wabah baru. Sangat sedikit melihat ini sebagai masalah, tapi kami ingin menjadi nabi di zaman kita dan memperingatkan orang. Jumlah pengguna Internet sangat tinggi dan kecanduan pornografi¬† akan tumbuh sangat cepat juga,” katanya.

Pastor Menezes mengatakan, hasil survei pertama mendorong mereka mengadakan seminar untuk membantu orang sembuh dari kecanduan. Mereka juga mulai kelompok pendukung yang disebut “Sex and Love Addicts Anonymous” yang diadakan dua kali setiap bulan.

Alwyn Dantis, koordinator proyek, mengatakan sementara survei pertama adalah sesuatu yang umum, survei kali ini adalah salah satu yang lebih rinci. Survei sebelumnya menunjukkan bahwa “kecanduan tidak mudah diidentifikasi, tapi sangat kecanduan” dan dampak negatif terhadap relasi.

Survei ini masih dalam “tahap pengumpulan data dan terlalu dini untuk mengungkapkan temuan apapun. Namun, setelah kami mengumpulkan cukup banyak data kami akan memberikan beberapa temuan awal,” kata Dantis kepada ucanews.com.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi