UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keuskupan Korea Utara dan Keuskupan Bosnia berdoa untuk rekonsiliasi

Pebruari 3, 2017

Keuskupan Korea Utara dan Keuskupan Bosnia berdoa untuk rekonsiliasi

Uskup Pyongyang, Korea Utara dan Uskup Banja Luka, Bosnia-Herzegovina akan mengadakan doa bersama untuk reunifikasi dua Korea.

 

Keuskupan Pyongyang, Korea Utara, bersama Keuskupan Banja Luka, Bosnia-Herzegovina mengadakan doa bersama untuk pemulihan dan reunifikasi bagi dua Korea.

Kardinal Andrew Yeom Soo-jung, uskup agung Seoul dan juga administrator apostolik Keuskupan Pyongyang, meskipun agama ditekan di bawah kediktatoran komunis, ia mengunjungi beberapa gereja di Balkan pada 6-16 Januari.

Dia bertemu Kardinal Vinko Puljic, Uskup Agung Sarajevo dan Uskup Banja Luka Mgr Franjo Komarica di Bosnia-Herzegovina dan menandatangani nota kesepahaman untuk mempersiapkan doa bersama untuk reunifikasi dan kesatuan dengan Keuskupan Banja Luka.

Keuskupan Bosnia menderita penurunan umat Katolik secara drastis selama perang saudara tahun 1992-1995 karena pembersihan etnis dan penganiayaan agama. Umat Katolik turun dari 250.000 menjadi 5.000 orang. Kini, dengan dipimpin oleh Uskup Komarica, mereka berupaya membangun kembali.

“Berdasarkan situasi itu kedua keuskupan tersebut sedang menderita, kami akan mengadakan doa bersama dan berdoa bersama-sama,” kata Pastor Achilleus Chung Se-teok, ketua Komite Rekonsiliasi Nasional Keuskupan Agung Seoul.

Selama lebih dari 65 tahun, Gereja Katolik di Korea Utara telah dikenal sebagai “Gereja diam.” Kemudian diktator Kim Il-sung membersihkan dan mengeksekusi para tokoh Gereja terkemuka setelah komunis mengambil alih kekuasaan di utara tahun 1948, memutuskan hubungan dengan Vatikan. Kontak antara umat Katolik Korea Utara dan dunia luar masih jarang.

Asosiasi Katolik Korea sebelumnya mengaku 3.000 umat Katolik berada di Korea Utara, sementara PBB memperkirakan hanya 800 orang. Korea Utara adalah rumah bagi umat Katolik dengan jumlah yang sangat kecil dari hampir semua negara di dunia. Statistik keuskupan mencatat di Afghanistan, Maladewa, Somalia dan Turkmenistan memiliki jumlah umat Katolik yang lebih kecil.

Ratusan umat Katolik diyakini tetap berada di Korea Utara saat ini, sebagian besar dianggap selamat dari era pra-komunis.

Uskup Agung Seoul sebagai administrator apostolik Keuskupan Pyongyang optimis pelayanan Gereja Katolik di Korea Utara akan dihadiri lebih banyak umat.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi