Umat Muslim dan Katolik menolak pemukiman terpisah dengan warga Hindu

03/02/2017

Umat Muslim dan Katolik menolak pemukiman terpisah dengan warga Hindu thumbnail

Warga Kashmir Pandit berdoa untuk kedamaian Jammu dan Kashmir.

 

Para pemimpin Muslim dan Katolik menentang rencana untuk mengembalikan ribuan umat Hindu ke Jammu dan Kashmir, negara bagian dengan mayoritas Muslim di India, setelah umat Hindu melarikan diri akibat kekerasan separatis sekitar 30 tahun lalu.

DPRD negara bagian itu baru saja mengesahkan resolusi untuk mengembalikan umat Hindu yang telah bermigrasi ke negara bagian lain. Para pemimpin Muslim mengatakan mereka akan menolak rencana tersebut.

Namun, seorang imam dari Keuskupan Jammu-Srinagar, yang mencakup seluruh negara bagian itu, telah menyambut baik keputusan pemerintah, tetapi menolak gagasan pemukiman terpisah karena akan menimbulkan “masalah.”

“Sebuah masyarakat heterogen penting untuk perkembangan seseorang. Umat Hindu Kashmir dipersilakan datang karena Jammu dan Kashmir milik mereka juga. Jika warga Pandit kembali, itu akan mengembalikan kemenangan masa lalu ketika orang-orang dari semua agama hidup rukun dan damai,” Pastor Roy Mathew, yang bekerja di ibukota negara bagian Srinagar, kepada ucanews.com.

Ribuan warga Hindu kasta atas, dikenal sebagai Pandit, bermigrasi dari negara bagian itu ke wilayah lain di India setelah pemberontakan Islam pecah tahun 1989. Permintaan terus-menerus untuk kemerdekaan dari India yang telah menewaskan sekitar 200 Kashmir tahun 1989-1990.

Sekitar 60.000 keluarga Pandit bermigrasi, menurut catatan resmi, sekitar 20.000 orang pindah ke Delhi.

Pemerintah negara bagian itu telah mengidentifikasi total 40,5 hektar di delapan lokasi di Jammu dan Kashmir untuk digunakan oleh warga Pandit, menurut laporan The Times of India.

“Kami tidak akan membiarkan koloni tersebut,” kata pemimpin separatis Syed Ali Geelani yang mempelopori kerusuhan tahun 2016 di negara bagian itu di mana 90 orang tewas.

“Kami selalu mendesak mereka (Pandit) untuk kembali dan kami akan menyambut mereka jika mereka bersedia untuk menetap di wilayah kami dan dalam masyarakat kami,” kata Geelani. Namun, separatis itu menolak keputusan untuk memukimkan warga Pandit di lokasi terpisah di Kashmir.

“Ini akan ditentang oleh satu dan semua orang,” katanya.

Juru bicara pemerintah, Naeem Akhtar mengatakan Jammu dan Kashmir saat ini telah menjadi “ketidakseimbangan etnis” dan kembalinya umat Hindu itu adalah penting.

Langkah ini adalah secara inheren politik. Partai Bharatiya Janata Party (BJP) berjanji untuk memukimkan Pandit ke Kashmir sebagai bagian dari kampanye pemilu yang sukses tahun 2014.

BJP berkampanye tentang isu dengan masyarakat Hindu Kashmir selama pemilu, dan butuh tiga dari enam kursi untuk diperebutkan di Jammu dan Kashmir.

Tapi rencana ini memecah belah: beberapa kritikus mengatakan pemukiman skala besar hanya dapat memperburuk ketegangan.

Sumber: ucanews.com

 

One Comment on "Umat Muslim dan Katolik menolak pemukiman terpisah dengan warga Hindu"

  1. Jenny Marisa on Fri, 3rd Feb 2017 1:57 pm 

    Adakah hubungan baik seperti ini? Mengapa ini bisa? Karena ada bahaya mengancam..




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  2. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  3. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  4. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  5. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  6. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  7. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  8. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  9. FPI: Penyampaian dakwah jelang Pilkada DKI Jakarta efektif
  10. Petani Asia menolak uji coba padi hasil rekayasa
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online