UCAN Indonesia Catholic Church News

Gereja Katolik memberikan harapan bagi kaum difabel

06/02/2017

Gereja Katolik memberikan harapan bagi kaum difabel thumbnail

Mgr Ivan Pereira, uskup Jammu-Srinagar memberkati seorang difabel setelah membawakan tarian di Sekolah St. Yohanes untuk anak-anak berkebutuhan khusus, yang dikelola Gereja.

 

Rajni Devi masih balita ketika orangtuanya menyadari bahwa kakinya tidak bergerak seperti yang diharapkan. Di pusat kesehatan desanya, dokter mengatakan kepada orangtuanya bahwa ia menderita polio.

“Bila Anda memiliki anak difabel di rumah, kehidupan menjadi sulit. Saya tidak punya uang untuk mengobati dia dan semua yang saya lakukan adalah berdoa kepada Tuhan dan memohon bantuan-Nya untuk putri kecil saya,” kata Devi Sudhakar Mehar, ayahnya Devi.

Petani yang tinggal di Bisnah, sebuah desa terpencil di Negara Bagian Jammu dan Kashmir, India, mengatakan pendapatannya sehari-hari “tidak cukup untuk memberi makan bagi keluarganya.”

Tapi, bantuan datang dari Serikat Pelayanan Sosial Katolik, yang meluncurkan program rehabilitasi untuk kaum difabel, setelah Devi didiagnosis dengan polio.

Tahun 2015, “mereka membawanya ke dokter untuk operasi dan memberikan bantuan keuangan. Dia bisa berjalan sekarang dan bermain dengan anak-anak lain,” kata Meher tentang putrinya yang kini berusia 16 tahun dan bercita-cita menjadi guru.

Pastor Saiju Chacko, direktur pelayanan sosial Keuskupan Jammu-Sringar, mencakup seluruh negara bagian itu, mengatakan bahwa mereka saat ini merawat 72 anak dan berencana memperluas proyek mereka.

“Selain memberikan pendidikan, kami melakukan berbagai upaya untuk menyadarkan orang bahwa kaum difabel memiliki hak yang sama,” kata Pastor Chacko.

Negara itu memiliki sekitar 361.000 difabel (disabilitas), menurut catatan sensus, tetapi berbagai penelitian independen telah menempatkan angka dua kali lipat dari statistik pemerintah, mengklaim bahwa sekitar 120.000 dari mereka menderita cacat ortopedi.  Selanjutnya, 90.000 orang menghadapi penyakit metal ringan hingga parah, kata Javed Ahmad Tak, seorang aktivis yang bekerja untuk kaum difabel.

Cacat ortopedi meningkat akibat konflik politik yang sering terjadi di negara bagian itu, di mana kelompok-kelompok Islam militan memerangi pasukan pemerintah dalam upaya bergabung dengan tetangganya Pakistan.

Jammu dan Kashmir adalah satu-satunya negara mayoritas Muslim di India dan berbatasan dengan Pakistan. Perang di perbatasan antara India dan Pakistan itu telah mencederai sejumlah warga. Distrik yang berbatasan dengan Pakistan adalah yang paling parah dan hampir setiap keluarga di sana memiliki penyandang difabel.

Tak mengklaim bahwa orang-orang ini menemukan “kesulitan untuk hidup normal” karena pemerintah “tidak melakukan cukup untuk mereka.”

“Ada kekurangan fasilitas pendidikan untuk kaum difabel di negara bagian itu dan bahkan mereka yang memenuhi syarat tidak memiliki pekerjaan. Agen-agen perekrutan mengabaikan orang-orang muda difabel,” kata Tak.

Hukum negara itu meminta semua instansi pemerintah termasuk sekolah untuk menyediakan fasilitas untuk kaum difabel seperti toilet dan sinyal pendengaran di lift.

“Ada banyak undang-undang yang berbicara tentang inklusivitas dan kesempatan yang sama, tapi pihaknya tidak dilaksanakan dengan baik,” kata Tak.

Saif Ali, koordinator program pelayanan sosial, mengatakan bahwa mereka membantu keluarga mengintegrasikan kaum difabel.

“Pembentukan dan penguatan asosiasi keluarga di pusat-pusat rehabilitasi berbasis masyarakat adalah agenda utama kami, selain mempromosikan hak-hak dasar kaum difabel,” kata Ali.

Salah satu contoh adalah kasus Sunny Ram, yang lahir dengan cacat di kaki kirinya. Orangtuanya memutuskan menolak dia bersekolah karena mereka takut anak mereka akan dianiaya atau diganggu.

“Kami ingin dia bersekolah, tapi tidak punya uang untuk mengobati dia. Itu kemudian bahwa pelayanan sosial Gereja datang membantu,” kata Ram Chandra, ayah Sunny.

Layanan sosial mengambil Sunny di New Delhi di mana ia menjalani operasi pada kakinya. Sunny berusia 10 tahun sekarang pergi ke sekolah dan Gereja mensponsori pendidikkannya, kata Ali.

Asisten direktur Serikat Pelayanan Sosial Katolik Pastor Prem Tigga mengatakan bahwa program mereka menekankan bahwa penyandang difabel tidak harus diperlakukan sebagai tabu dan meskipun keterbatasan mereka, mereka dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Kami ingin membawa orang tersebut ke dalam arus utama masyarakat,” kata Pastor Tigga.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  2. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  3. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  4. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  5. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  6. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  7. Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir
  8. Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste
  9. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  10. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online