Para uskup Filipina serukan umat Katolik menentang pembunuhan melawan narkoba

07/02/2017

Para uskup Filipina serukan umat Katolik menentang pembunuhan melawan narkoba thumbnail

Para uskup Filipina berbicara menentang pembunuhan melawan narkoba.

 

Konferensi Waligereja Filipina mengajak umat Katolik negara itu melawan gelombang pembunuhan selama tujuh bulan terakhir akibat “perang total” pemerintah melawan narkoba.

“Jika kita menyetujui atau mengizinkan pembunuhan para pecandu narkoba yang dicurigai, kita juga bertanggung jawab atas kematian mereka,” kata para uskup dalam seruan pastoral yang dibacakan di gereja-gereja pada 5 Februari.

“Lalu lintas narkoba harus dihentikan dan diatasi,” kata para uskup. “Tapi, solusinya tidak dengan membunuh para pengguna dan bandar narkoba yang dicurigai,” tambah mereka.

Ini adalah pertama kalinya para pemimpin Gereja Katolik di negara itu berbicara melawan pembunuhan. Pernyataan itu dikeluarkan pada sidang pleno dua tahunan para uskup, 28-30 Januari

Sekitar 7.000 orang telah tewas sejak Presiden Filipina Rodrigo Duterte meluncurkan perang melawan narkoba sejak ia berkuasa pada Juni tahun lalu.

Para uskup menegaskan pembunuhan selama operasi polisi anti-narkoba dan kelompok main hakim sendiri telah menargetkan pengguna dan pengedar narkoba, seraya mengatakan, “apakah pemerintah memiliki hak untuk membunuh hidup.”

“Kami dari Gereja akan terus berbicara melawan kejahatan bahkan meskipun kami mengakui kekurangan kami,” demikian pernyataan yang ditandatangani oleh Uskup Agung Socrates Villegas, ketua presidum Konferensi Waligereja Filipina.

Duterte telah berulang kali mengecam para pemimpin Gereja yang mengkritik kampanyenya melawan narkoba.

Namun para uskup mengatakan mereka akan terus menentang pembunuhan “bahkan jika itu membawa penganiayaan kepada kita karena kita semua adalah saudara dan saudari yang bertanggung jawab kepada satu sama lain.”

“Setuju dan diam dengan kejahatan adalah menjadi kaki tangan untuk itu,” demikian pernyataan pastoral para uskup. Mereka mengatakan, umat Katolik harus menyuarakan keberatan yang sama.

“Jika kita mengabaikan para pecandu narkoba, kita telah menjadi bagian dari masalah narkoba. Jika kita menyetujui atau mengizinkan pembunuhan pecandu narkoba yang dicurigai, kita juga bertanggung jawab atas kematian mereka,” kata uskup.

“Mendorong para pengguna narkoba adalah dosa besar,” kata para pemimpin Gereja, “kita tidak bisa memperbaiki kesalahan dengan melakukan kesalahan lain.”

Para uskup menekankan kebutuhan untuk mengatasi kemiskinan yang meluas, yang mereka diidentifikasi sebagai akar kriminalitas dan masalah narkoba, dengan menyediakan pekerjaan dan upah yang cukup bagi pekerja.

Mereka juga menekankan perlunya memperkuat keluarga dan membasmi polisi nakal dan hakim korup.

0207hUskup Agung Lingayen-Dagupan Mgr Socrates Villegas, ketua presidum Konferensi Waligereja Filipina.

 

Senator Leila de Lima, seorang kritikus vokal Duterte, menggambarkan presiden itu sebagai “idola palsu dan mesias palsu” yang berpikir dia bisa menjaga “moral dan spiritual” bangsa sementara membenci nilai-nilai kehidupan, kebebasan, dan keadilan sosial.

“Istana mengatakan bahwa nilai-nilai dasar Filipina sedang kehilangan kontak dengan realitas. Negara kita tidak lagi menghidupkan nilai, kebebasan, dan keadilan sosial,” kata De Lima.

Senator Francis Pangilinan mengatakan perang anti-narkotika pemerintah tidak harus menghilangkan nyawa rakyatnya.

“Membunuh, apakah dengan penjahat atau negara, tidak pernah solusi untuk masalah negara dari kemiskinan, harga-harga melonjak, dan tidak cukupnya lapangan kerja,” katanya.

Dia juga meminta pemerintah memberikan keadilan kepada keluarga korban yang tewas.

“Pemerintah harus menegakkan tanggung jawabnya melindungi rakyat kita, memperbaiki kesejahteraan mereka, dan membuat mereka aman,” katanya.

Sejumlah uskup mengatakan mereka tidak akan berhenti berbicara menentang isu-isu yang melibatkan moralitas.

“Jika terkait moralitas kami akan berbicara. Bahkan jika mereka menyebut kami adalah orang-orang munafik tidak apa-apa,” kata Uskup Marbel Mgr Dinualdo Gutierrez.

Pernyataan pastoral para uskup dirilis setelah Amnesty International menerbitkan laporan berjudul “If You are Poor You are Killed: Extrajudicial Executions in the Philippines.”

Organisasi HAM itu menuduh pihak berwenang Filipina membunuh dan meninggalkan para korban adalah tindakan yang tidak manusiawi.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Misionaris lansia di India terancam dideportasi
  2. Uskup Korea bandingkan janji kampanye presiden dengan ajaran Gereja
  3. Pendeta asal Taiwan ditangkap karena nyanyikan lagu kebaktian
  4. Renungan Minggu Paskah III, 30 April 2017
  5. Cina melarang bayi Muslim menggunakan nama-nama berikut
  6. Pemimpin Muslim berusaha agar pejuang Abu Sayyaf menyerahkan diri
  7. Salib di Kerala dihancurkan pemerintah Komunis
  8. Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan
  9. Kelompok militan desak agar Asia Bibi segera digantung
  10. Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja
  1. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  2. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  3. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  4. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
  5. Artikel ini bisa membantu para mahasiswa/i yang sedang membuat tugas....
    Said Natalino de Araujo Salsinha on 2017-04-11 15:21:13
  6. Kami salut dengan prinsip gereja yang dipertahankan oleh para Uskup di Filipina,...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-04-10 16:48:31
  7. salam saja...
    Said njlajahweb on 2017-04-10 00:17:06
  8. Sangat membanggkan akhirnya ada pulah Perhatian Pemerintah yang sangat besar bag...
    Said Beby on 2017-04-08 20:13:11
  9. Luar biasa n profisiat Mgr. Agust Agus Pr. untuk keputusan ini. Terima kasih bua...
    Said Bius Galmin on 2017-04-07 19:22:15
  10. Puji dan sukur kepada Tuhan yang maha esa telah ada sekolah tinggi katolik nege...
    Said mbah kung on 2017-04-07 14:26:01
UCAN India Books Online