Relikwi St. Antonius menarik umat non Katolik di Banglades

07/02/2017

Relikwi St. Antonius menarik umat non Katolik di Banglades thumbnail

Para devosan menyentuh relikwi St. Antonius dari Padua di Gereja Rosario Suci di Dhaka, pada 1 Februari.

 

Relikwi Santo Antonius dari Padua berusia hampir 800 tahun tiba di Banglades untuk tur ke negara itu, memicu antusiasme di antara ribuan orang Katolik dan non-Katolik, yang menganggap santo Portugis itu adalah seorang ‘manusia setengah dewa’ karena orang akan mendapatkan mukjizat bila berdoa melalui dia.

Dua biarawan Fransiskan telah membawa relikwi itu dari Basilika St. Antonius dari Padua, Italia untuk tur ke delapan keuskupan negara itu dari 1-9 Februari.

Pada hari pertama, mereka menampilkan relikwi itu di Gereja Rosario Suci selama Misa di Dhaka. Sekitar 30.000 hingga 35.000 orang menghadiri acara itu, menurut Pastor Kamal Corraya, pastor paroki.

“St. Antonius adalah santo yang paling populer di Banglades dan kami mengharapkan banyak orang datang, tapi kehadiran begitu banyak orang melampaui harapan kami. Awalnya, kami memperbolehkan hanya beberapa jam untuk menampilkan relikwi itu, tapi kami harus memperpanjang waktu lagi karena banyak orang yang datang mengunjungi,” kata Pastor Corraya kepada ucanews.com.

Rini Chambugong, seorang Katolik suku Garo dan pekerja LSM, mengatakan bahwa devosinya kepada St. Antonius sangat membatu dia.

“Sejak saya masih kecil, saya telah melihat orangtua dan tetangga saya berduyun-duyun berdoa meminta berkat St. Antonius, dan secara pribadi, orang kudus itu telah memenuhi doa saya. Saya percaya jika kita berdoa kepada dia, ia akan melindungi kita dari segala macam kejahatan,” kata Chambugong.

Mengenakan kopiah Islam, Muzammel Hossain menunggu dengan sabar di luar gerbang gereja. Dia mengatakan devosinya kepada St. Antonius untuk dikaruniai anak.

“Saya telah menikah selama 14 tahun, tapi kami belum dikaruniai anak. Seorang teman Katolik mengatakan kepada saya berdoa melalui St. Antonius dan kami melakukannya. Kini, kami dikaruniai seorang putri yang cantik,” kata Hossain kepada ucanews.com.

Namun, ia menyayangkan otoritas Gereja tidak mengizinkan non-Katolik untuk masuk ke dalam gereja, tetapi ia disarankan mengunjungi tempat doa santo itu di Panjora, dekat Dhaka, pada 3 Februari, hari raya tahunan santo itu.

“Saya sudah berencana mengunjungi tempat doa St. Antonius bersama keluarga saya. Saya percaya St. Antonius bukan milik orang Katolik saja, tetapi semua orang,” tambahnya.

0207eRibuan umat menghadiri pesta tahunan Santo Antonius dari Padua di tempat doa paling populer di Banglades pada 5 Februari.

 

Relikwi itu dijadwalkan tiba di tempat doa itu dan diletakan di sebuah kapel di desa Panjora. Tempat doa itu menarik puluhan ribu umat pada pesta tahunan, biasanya dirayakan pada Februari karena cuacanya baik, meskipun pesta santo itu sebenarnya jatuh pada 13 Juni.

Pastor Joyanto S. Gomes, kepala Paroki St. Nikolaus Tolentino di Nagari, yang mencakup tempat doa itu, mengatakan bahwa orang-orang sangat antusias.

“Tahun ini, semakin banyak orang yang menghadiri doa novena sembilan hari dan kami mengharapkan kehadiran lebih banyak orang pada hari raya,” kata imam itu.

“Seorang pejabat tinggi Kongregasi Penggelaran Kudus Vatikan menyaksikan popularitas St. Antonius di Banglades dan membuat jadwal untuk membawa relikwi itu ke negara mayoritas Muslim itu sehingga umat lokal bisa melihat langsung relikwi santo itu, yang sangat dicintai dan dihormati mereka,” tambah Pastor Gomes.

St. Antonius lahir di Lisbon, Portugal pada 15 Agustus 1195. Dia ditahbiskan menjadi imam dan kemudian menjadi seorang biarawan Fransiskan. Dia diakui secara luas terkait kotbahnya yang luar biasa, cinta sejati kepada orang miskin dan sakit serta pakar kitab suci.

Dia meninggal tahun 1231 pada usia 35 tahun di Padua, Italia. Ia dikanonisasi oleh Vatikan dan tahun 1946 ia dinyatakan sebagai Pujangga Gereja.

Tiga puluh tahun setelah kematiannya, pihak berwenang Gereja menggali jenazahnya memasukkannya ke dalam sebuah basilika, tetapi menemukan lidahnya tidak rusak meskipun sisa jenazahnya telah membusuk.

Mereka menganggap khotbah fasih St. Antonius adalah karunia Tuhan. Lidahnya dipisahkan dari sisa-sisa jenazahnya, bersama dengan tulang rahang dan lengan kiri santo itu, dan dipertahankan sebagai relikwi.

Sumber: ucanews.com

 

3 Comments on "Relikwi St. Antonius menarik umat non Katolik di Banglades"

  1. anterajaya on Mon, 13th Mar 2017 10:52 pm 

    kebenaran didalam melaksanakan perintahTuhan keajaiban Tuhan tidak terbantahkan, walaupun tantangan kehendak manusia tidak berati bagiNYA.

  2. anterajaya on Mon, 13th Mar 2017 10:57 pm 

    kehendak Tuhan sangat abadidan keajaiban dijelmakan kepada umat pilihan olehNYA, maka kriatiani seyogiyanya peduli sekelilingnya mengingatkan untuk umat kembali kepada jalan kebenaran yang sangat komplik tantanganya.

  3. anterajaya on Mon, 13th Mar 2017 11:02 pm 

    Bahwa sesungguhnya Tuhan tak pernah tidur, tetapi umat sering lupa bersyukur, sehingga kaum miskin sering kelaparan dan penuh tantangan hidup, namun Tuhan selalu berada didalam hati si miskin, dan kristiani yang pdulipun akan terpanggil bertindak dan berbuat untuk kehidupan yang saling menujang, walau saat ini langka, tetapi sinar tuhan pun selalu bersinar.




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  2. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  3. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  4. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  5. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  6. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  7. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  8. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  9. FPI: Penyampaian dakwah jelang Pilkada DKI Jakarta efektif
  10. Petani Asia menolak uji coba padi hasil rekayasa
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online