UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Caritas bantu sejumlah desa di Sri Lanka beralih ke tenaga surya

Pebruari 9, 2017

Caritas bantu sejumlah desa di Sri Lanka beralih ke tenaga surya

Warga lokal dari desa Kavudulugama, Provinsi Tengah Utara, Sri Lanka, berterima kasih atas sistem penerangan tenaga surya sehingga anak-anak mereka bisa belajar hingga malam.

 

Caritas, sebuah lembaga pelayanan sosial Gereja Katolik, telah membantu desa-desa di beberapa keuskupan di Sri Lanka memasang sistem pencahayaan bertenaga surya yang memungkinkan warga memiliki penerangan lebih baik di wilayah mereka.

Sebelumnya, kami harus menghentikan pertemuan kami sebelum matahari terbenam, tapi kini kami dapat terus menikmati penerangan selama kami menginginkan karena kami memiliki sistem tenaga surya,” kata Dilsara Dammika berusia 9 tahun, dari Jayasirigama, sebuah desa terpencil di Keuskupan Anuradhapura.

Dilsara dan teman-temannya menggunakan pusat komunitas untuk mengadakan kegiatan kelompok anak-anak dan klas sekolah tambahan.

Caritas Sri Lanka memasang sistem cahaya matahari di pusat-pusat komunitas, pusat studi dan prasekolah di Keuskupan Jaffna, Keuskupan Anuradhapura dan Keuskupan Kurunegala. Setiap keuskupan menerima sepuluh sistem pencahayaan melalui program energi berkelanjutan dari Caritas.

“Lokasi-lokasi yang dipilih untuk memberikan penerangan termasuk orang berkumpul untuk pertemuan dan anak-anak berkumpul untuk kelas tambahan dan keperluan lainnya,” kata Pastor Chrisantha Sri Lal Fernando, direktur Caritas Anuradhapura.

Menurut Caritas Sri Lanka, proyek ini didanai oleh Misereor, sebuah organisasi bantuan Gereja Katolik Jerman untuk mempromosikan penggunaan energi terbarukan sebagai alternatif.

Dewan Listrik Ceylon berencana meningkatkan kapasitas energi terbarukan dari 442 megawatt (11 persen dari total pembangkit listrik di Sri Lanka) tahun 2014 menjadi 979 megawatt hingga tahun 2020 (20 persen dari total).

Menaka Maduwanthi, sekretaris organisasi masyarakat di Anuradhapura mengatakan bahwa semua warga desa berkumpul di pusat komunitas untuk pertemuan dan orang-orang merasa penting dengan pasokan listrik yang baik terutama program untuk anak-anak.

Menurut Pastor Fernando, sembilan dari 10 lokasi untuk sistem tenaga baru itu berada di desa-desa Buddha. Gang-gang diterangi sebagai tempat untuk festival Buddha dan kegiatan di kuil lokal.

Pemerintah Sri Lanka ingin membuat semua pembangkit energi terbarukan di negara itu hingga tahun 2030, menurut Departemen Kebijakan Nasional dan Urusan Ekonomi.

Pada akhir 2015, energi terbarukan cukup untuk memasok sekitar 23,7 persen listrik global, dengan tenaga air menyediakan sekitar 16 persen, menurut Jaringan Kebijakan Energi Terbarukan.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi