‘Samurai Kristus’ Jepang dibeatifikasi

09/02/2017

‘Samurai Kristus’ Jepang dibeatifikasi thumbnail

Kardinal Angelo Amato selama Misa beatifikasi Justo Takayama Ukon, yang diadakan di Aula Istana Osaka pada 7 Februari.

 

Kardinal Angelo Amato, Prefek Kongregasi Penggelaran Kudus Vatikan, merayakan Misa untuk beatifikasi Justo Takayama Ukon di Aula Istana Osaka, yang pertama kali pernah menjadi pusat penganiayaannya beberapa ratusan tahun lalu.

Pada awal Misa, Mgr Takeo Okada, Uskup Agung Tokyo mengatakan bahwa Hamba Allah Yang Mulia Justo Takayama Ukon dinyatakan menjadi beato. Sementara itu Kardinal Amato membaca surat apostolik Paus Fransiskus menyatakan Ukon temasuk antara yang berbahagia.

Dalam kotbahnya, kardinal Jepang itu mengatakan bahwa Gereja Jepang “diberkati oleh saksi para martir yang tak terhitung.”

Di antara 30 uskup konselebran dalam Misa 7 Februari itu adalah Kardinal Luis Antonio Tagle, Uskup Agung Manila, enam uskup dari Korea Selatan dan para uskup lain dari Vietnam, Kamboja dan Luxemburg. Sekitar 10.000 orang menghadiri acara tersebut; banyak dari mereka adalah umat Katolik dari Korea, Filipina dan Vietnam yang tinggal di daerah Osaka.

Perwakilan Gereja-gereja Kristen, para biksu Buddha, kepala pemerintah daerah di mana Beato Ukon lahir atau tinggal, dan mantan duta besar Jepang untuk Takhta Suci dan master dari upacara minum teh Jepang juga menghadiri acara tersebut. Beato Ukon  terkenal karena keahliannya dalam upacara minum teh Jepang.

0209cMisa Beatifikasi Justo Takayama Ukon diadakan di Aula Istana Osaka pada 7 Februari.

 

Selama Misa, Pastor Anton Witwer, postulator untuk penggelarannya, membacakan biografi singkat Beato Ukon.

“Dia tidak pernah mengkhianati imannya dan tetap teguh dalam komitmennya kepada Kristus. Cara yang dipilih adalah mengikuti Martir Golgota, kemiskinan dan penghinaan,” kata Pastor Witwer.

Beato Ukon diyakini lahir tahun 1552  sekitar tiga tahun setelah St. Fransiskus Xaverius membawa agama Katolik ke Jepang. Ayahnya, Dario, dibaptis dan dilindungi para misionaris. Beato Ukon juga dibaptis ketika masih kecil.

Setelah menjadi daimyo  (samurai yang memiliki hak atas tanah yang luas), Ukon membangun gereja dan seminari di wilayahnya. Dia juga melakukan Latihan Rohani St. Ignatius Loyola setidaknya dua kali. Tapi setelah dimulainya penganiayaan terhadap orang Kristen dan mengusir misionaris Katolik, Beato Ukon meninggalkan kehormatan dan memilih kemiskinan, pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Tahun 1614, Tokugawa Shogun melarang agama Kristen secara total dan Beato Ukon diasingkan ke Manila melalui Nagasaki. Pada Desember tahun itu, ia tiba di Manila dan meninggal di sana pada Februari 1615.

0209dMgr Takeo Okada, Uskup Agung Tokyo mengungkapkan apresiasinya kepada Kardinal Angelo Amato, utusan Paus Fransiskus, dalam Misa beatifikasi  Justo Takayama pada 7 Februari.

 

Segera setelah kematian Beato Ukon, langkah kanonisasinya dimulai. Namun, karena kesulitan seperti ketidakmungkinan mengumpulkan bahan yang diperlukan dari Jepang.

Tahun 1940, Uskup Agung Manila melimpahkan kewenangan kepada Uskup Agung Osaka untuk memulai kembali langkah tersebut. Tahun 1964, panitia resmi mulai memeriksa dokumen-dokumen sejarah untuk kanonisasi Beato Ukon di Keuskupan Agung Osaka.

Penelitian ini kemudian diambil alih oleh sebuah komite khusus dari Konferensi Waligereja Jepang, pada April 1986, menyerahkan dokumen tersebut kepada postulator dan meminta  status Ukon sebagai pengakuan.

Kemudian, para uskup Jepang mengubahnya untuk kanonisasi Beato Ukon dari pengakuan menjadi martir. Akhirnya, pada 21 Januari, Paus Fransiskus menyetujui beatifikasinya, 402 tahun setelah ia wafat.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online