Paus Fransiskus memuji inisiatif UCAN

10/02/2017

Paus Fransiskus memuji inisiatif UCAN thumbnail

Paus Fransiskus menyalami Pastor Michael Kelly SJ, direktur eksekutif ucanews.com pada kesempatan meresmikan edisi bahasa Inggris dari La Civilta Cattolica, di Vatikan, 9 Februari.

 

Pertama untuk UCAN, Paus Fransiskus disajikan dengan inisiatif penerbitan terbaru untuk  La Civilta Cattolica dalam bahasa Inggris – dalam sebuah acara di Vatikan untuk merayakan edisi ke-4.000 dalam bahasa Italia dan pertama dalam Inggris, bahasa Spanyol, bahasa Prancis dan bahasa Korea.

Dalam menyambut edisi bahasa Inggris yang diproduksi UCAN dan tiga edisi bahasa lain untuk La Civilta Cattolica, Paus mengatakan jurnal unik itu sebagai “satu-satunya majalah dari jenisnya dalam pelayanannya untuk Takhta Suci. Semoga terus membangun jembatan menghubungkan garis-garis pemisah dan menjadi sebuah jurnal yang tajam.”

Paus menyampaikan pesan tersebut selama audiensi untuk para penulis dan kolaborator dari majalah itu pada 9 Februari di Vatikan. Sebelum Paus Fransiskus, Paus Leo XIII tahun 1892, Paus Pius XI tahun 1933 dan Paus Paulus VI tahun 1975 merayakan ribuan nomor yang dikeluarkan majalah itu. Selama bertahun-tahun, 12 Paus telah menyampaikan pesan dan ceramah secara langsung kepada para penulis dari para imam untuk majalah terkenal itu karena “kedekatan” khusus dengan Takhta Apostolik.

Peluncuran bulanan baru itu – dalam cetakan dan segala bentuk elektronik – adalah puncak dari kerja enam bulan menyiapkan terjemahan, editing, produksi dan pemasaran sumber daya untuk mendukung kegiatan multinasional.

Tahun 1850, Paus Pius IX menugaskan penerbitan La Civilta Cattollica kepada para Yesuit Italia. Lebih dari 167 tahun, publikasi itu mengelola lebih dari 100 halaman per edisi, telah terbit  24 edisi setahun.

Ini adalah sebuah media popular dan  bukan kajian dari pakar agama dan teologi, budaya dan ilmu pengetahuan, sastra dan seni, politik.

Ciri khas khusus dari publikasi ini adalah reputasinya untuk menjadi barometer pemikiran terbaik di dalam Vatikan. Reputasi ini dikembangkan karena setiap edisi diterbitkan setelah dibaca dan disetujui oleh Sekretariat Negara Vatikan.

0210ePastor Michael Kelly SJ, direktur eksekutif ucanews.com (kedua dari kiri) bersama para penerbit dari La Civilta Cattollica, di Vatikan pada 9 Februari.

 

Edisi pertama dalam bahasa Inggris berisi materi yang menarik bagi siapa pun mengikuti perkembangan dalam Gereja Katolik khususnya selama masa perubahan yang signifikan:

Catatan diskusi dengan tingkat yang luas di antara Paus dan para pemimpin kongregasi religius  dunia;

Wawancara panjang dengan Martin Scorsese mengenai iman dan imajinasi yang memandu para pekerjaannya sebagai pembuat film, disorot dalam film terbarunya – Silence – mengenai Yesuit di Jepang dan “orang-orang Kristen tersembunyi”;

Sebuah penilaian Alkitabiah terinci tentang bagaimana menyambut para tunawisma dan pengungsi masuk ke jantung iman Yahudi-Kristen;

Artikel tentang hubungan antara akal dan emosi, inkulturasi di Asia dan biografi tentang gerakan Dom Helder Camara, uskup Brasil terkemuka dan kekuatan moral internasional.

 

Edisi bahasa Inggris, oleh Union of Catholic Asian News (UCAN), muncul pada saat yang sama dengan edisi bahasa lainnya, dihasilkan oleh dua rumah penerbit Katolik terkemuka di dunia – Herder di Madrid untuk edisi bahasa Spanyol dan Parole et Diam di Paris untuk edisi bahasa Prancis. Edisi bahasa Korea diedit oleh Provinsi Serikat Yesus Korea.

Perkembangan ini merupakan bagian dari strategi penerbitan global yang disusun dan dikembangkan oleh ketua Editor La Civilta Cattolica, Pastor Antonio Spadaro SJ. Seorang Sisilia berusia 50 tahun itu dianggap sebagai salah satu orang yang paling dekat dengan Paus sekarang dan komentator utama mengenai prioritas dan reformasinya.

Untuk melihat lebih jauh mengenai pada produk baru bahasa Inggris, kunjungi www.laciviltacattolica.com.

Menurut komunike pers dari La Civilta Cattolica, yang diterjemahkan dari bahasa Italia, majalah itu – selalu ditulis hanya oleh Yesuit – mengalami pembaruan penting dalam tata letak grafis yang sudah ada tahun 2011 dan kemudian diganti inovasi terkait kehadiran digital, katanya.

“Dimensi multibahasa ini tidak akan meninggalkan identitas majalah itu sendiri tidak mengubah, justru karena, memiliki pembaca dalam bahasa lain dan tuntutan negara dan budaya lain akan menjadi bagian dari jantungnya,” kata komunike tersebut.

“Paus Fransiskus sejak pemilihannya tahun 2013, selain meluncurkan kembali dan memperkaya misi majalah itu, mensintesiskannya dengan tiga kata kunci: dialog, penegasan, pembatasan. Bagi La Civilta Cattolica tiga kata ini telah menjadi sebuah program untuk dilaksanakan dengan kesetiaan dan ketekunan,” tambahnya.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  2. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  3. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  4. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  5. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  6. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  7. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  8. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  9. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  10. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  1. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  2. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  3. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  4. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  5. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  6. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  7. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  8. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  9. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  10. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
UCAN India Books Online