UCAN Indonesia Catholic Church News
LA CIVILTÀ CATTOLICA

Keuskupan Agung Seoul ingin berbagi kelebihan imamnya

13/02/2017

Keuskupan Agung Seoul ingin berbagi kelebihan imamnya thumbnail

Keuskupan Agung Seoul menahbiskan 27 imam pada 3 Februari.

 

Keuskupan Agung Seoul, Korea Selatan, ingin menyebarkan para imamnya ke seluruh dunia agar sebagian “jatuh di tanah yang baik,” untuk menghasilkan buah, seperti dikatakan Yesus.

Pada 3 Februari, Keuskupan Agung Seoul menahbiskan 27 imam baru sehingga jumlah total imam di keuskupan agung itu menjadi 892 imam.

Uskup Agung Osvaldo Padilla, Duta Besar Vatikan untuk Korea Selatan, hadir dalam upacara pentahbisan tersebut, yang diadakan di Seoul.

“Kini paroki-paroki di seluruh dunia mengalami kekurangan imam, jumlah imam yang surplus di keuskupan agung ini adalah berkat bukan hanya untuk Gereja Katolik di Korea, tapi dunia,” kata uskup agung itu.

Kardinal Andrew Yeom Soo-jung, uskup agung Seoul mengatakan bahwa ia ingin berbagi para imamnya ke seluruh dunia.

“Gereja-gereja di Eropa menderita kekurangan imam. Saya berharap semakin banyak imam Korea akan pergi ke luar negeri dan melakukan karya misionaris mereka,” katanya.

“Paus Fransiskus ingin keuskupan agung kami untuk berperan  dalam Gereja Asia dan dunia, maka kami harus menumbuh lebih banyak imam untuk diberikan kepada Gereja,” kata prelatus itu.

“Meskipun keuskupan agung kami masih terus berkembang, kami perlu merenungkan peran kami sebagai garam dan terang dunia yang penuh keegoisan dan sekularisme. Para imam kami perlu merawat orang yang rentan secara sosial dan menjadi ‘padi’ bagi orang lain,” kata Kardinal Yeom.

Selain meningkatkan imam, keuskupan agung itu memiliki Komite Rohaniwan yang membantu para imam dalam kegiatan pastoral mereka dan menjadi pendamping bagi mereka, mendengarkan kesulitan mereka.

“Komite itu akan menjadi tempat bagi para imam untuk berkomunikasi dengan para uskup dari keuskupan agung itu dan menjadi tempat di mana semua imam, terutama yang masih muda, bisa menyampaikan suara mereka secara bebas,” tambah Kardinal Yeom.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Kebencian berakar pada dosa kemalasan
  2. Pengadilan Filipina lamban memutuskan nasib Mary Jane
  3. Aborsi bayi perempuan terus menghantui Nepal
  4. Wartawan Vatikan protes mahalnya tiket untuk terbang bersama Paus
  5. Seorang imam di Cina diadili tanpa ada putusan
  6. Umat Katolik ikut protes menentang rudal Korea Selatan
  7. Imam ini menuduh pemerintah mengincar aktivis Filipina
  8. Kecurigaan atas terpilihnya Carrie Lam jadi pemimpin Hong Kong
  9. Suster yang dibunuh di India ini akan segera dibeatifikasi
  10. Paus minta calon penerima Krisma agar tidak lakukan ‘bully’
  1. Hem, SALAM... Saya sependapat jika setiap pribadi sadar bahwa dirinya adalah ge...
    Said Egas on 2017-03-29 13:25:19
  2. Saya setuju dengan pendapat Pak Boni di atas. Keselamatan itu bukan nanti akhir ...
    Said Edelbertus Jara on 2017-03-29 11:58:49
  3. Halo.... para pakar. Jangan lupa siapa itu Gereja? kita di jaman Pasca Konsili V...
    Said Jose Baptiste on 2017-03-29 07:03:27
  4. bagaimana cara pengajuan bantuan pembangunan gereja?...
    Said TABEBALAZI on 2017-03-28 19:16:51
  5. tidak nyaman untuk Hongkong......
    Said Jenny Marisa on 2017-03-28 16:18:04
  6. Salut utk postingan ini, rupanya kerajaan Allah sangat dekat dihati jika org org...
    Said Oklan liunokas on 2017-03-28 12:52:25
  7. Bagaimana mau memperhatikan kesejahteraan umatnya, di bebera desa, umatnya dimin...
    Said Boni on 2017-03-28 06:58:45
  8. Sangat bagus untuk kami renung...
    Said Paulus Parmos on 2017-03-27 20:24:30
  9. Ini menjadi tganggung jawab semua pihak. Para tokoh di mana saja ikut bertanggun...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-03-27 15:26:32
  10. kesejahteraan fisik, material, harus diperhatikan oleh permerintah. Upaya gereja...
    Said Jenny Marisa on 2017-03-27 10:50:35
UCAN India Books Online