Para uskup India memprioritaskan kehidupan keluarga

13/02/2017

Para uskup India memprioritaskan kehidupan keluarga thumbnail

Kardinal Oswald Gracias, uskup agung Bombay (kiri) dan Kardinal Telesphore Toppo, uskup agung Ranchi (kanan) duduk berdampingan dengan Kepala Menteri Madhya Pradesh Shivraj Singh Chouhan (tengah) di Bhopal, di mana mereka mengadakan rapat pleno tahunan mereka.

 

Para uskup India telah memutuskan untuk memberikan perhatian pastoral khusus kepada umat yang menjauh dari Gereja dan keluarga bermasalah.

Para uskup ritus Latin itu mengadakan sidang pleno ke-29 di Bhopal dan ditutup pada 8 Februari. Sebanyak 137 uskup yang hadir berasal dari 132 keuskupan ritus Latin dan mengeluarkan pernyataan menyusul sidang pleno tentang revitalisasi keluarga Katolik setelah penelitian Gereja menyatakan bahwa keluarga-keluarga Katolik menyimpang jauh dari ajaran Katolik seperti keluarga berencana.

Tema pertemuan mereka: “Mempromosikan Sukacita Cinta dalam Keluarga kami”, yang terinspirasi oleh Amoris Laetitia dari Paus Fransiskus, yang dikeluarkan tahun 2016.

“Kami akan menjangkau mereka karena beberapa alasan mereka menjauh dari Gereja … termasuk pasangan bercerai, nikah sipil dan kumpul kebo,” kata pernyataan itu.

Mereka mengatakan mereka akan menjalankan pesan Paus Fransiskus sesuai “apa yang dibutuhkan saat ini adalah pelayanan untuk memperhatikan hubungan suami-istri yang telah rusak.”

Mereka juga berjanji ” mendukung dan mendampingi” keluarga-keluarga yang membutuhkan perhatian khusus seperti mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan, pasangan beda agama, keluarga orangtua tunggal, keluarga dengan anak-anak cacat, dan keluarga yang ditinggalkan akibat anggota keluarga yang meninggal, keluarga migran, keluarga dengan orang sakit, dan anggota keluarga lanjut usia.

Untuk memperkuat kehidupan keluarga, para uskup juga berencana mengintensifkan kursus persiapan perkawinan bagi pasangan sebelum menikah dan mendorong para pastor dan suster “menemani keluarga” melalui kunjungan.

“Kami akan memastikan bahwa para imam, katekis dan pekerja pastoral kami akan diberikan pelatihan yang lebih baik terkait pelayanan keluarga,” kata mereka.

Mgr Paul Alois Lakra, Uskup Gumla mengatakan selama pleno tersebut bahwa para uskup “menemukan hubungan yang putus di antara Gereja dan keluarga.”

Para uskup sepakat bahwa pembinaan pastor dan suster saat ini tidak memadai untuk menangani masalah kompleks yang dihadapi keluarga dan ingin membuat perubahan, kata uskup kepada ucanews.com.

Mgr Gerald Almeida, uskup Jabalpur mengatakan Komosi Keluarga Konferensi Waligereja India telah diminta¬† “bekerja di luar program yang bersifat seragam untuk membantu orang muda kita mempersiapkan diri untuk kehidupan keluarga sesuai dengan ajaran Gereja.”

“Ketika kita memperkuat kursus persiapan perkawinan dengan program yang lebih untuk membantu mereka mewujudkan panggilan mereka untuk memperkuat sakramen pernikahan, secara alami akan membantu Gereja dan masyarakat,” tambahnya.

Konferensi Waligereja India adalah badan nasional pejabat Gereja ritus Latin negara itu dan berbeda dengan Konferensi Waligereja India, badan nasional untuk pejabat Gereja dari ketiga ritus – ritus Siro-Malabar, ritus Siro-Malankara, dan ritus Latin. Dari 172 keuskupan di India, 132 keuskupan milik ritus Latin.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Otoritas Cina menggerebek Misa komunitas bawah tanah
  2. Gereja Indonesia dan aktivis mencari cara melindungi anak dari pornografi
  3. Misionaris Filipina menjadi pemimpin Konferensi Yesuit Asia Pasifik
  4. Pemimpin Partai Kristen Pakistan tidak diijinkan berobat dalam tahanan
  5. Kardinal Bo minta tokoh agama Myanmar aktif berdialog
  6. Survei: Umat Katolik di Hong Kong tidak paham tugas diakon
  7. Kehadiran umat di gereja Filipina cendrung menurun
  8. Orang Kristen menjadi kelompok teraniaya paling banyak di dunia
  9. FPI: Penyampaian dakwah jelang Pilkada DKI Jakarta efektif
  10. Petani Asia menolak uji coba padi hasil rekayasa
  1. Riset Wahid Foundation dan Kemenag Mei 2016 dan riset terpisah oleh Forum Keruku...
    Said fred on 2017-04-27 09:10:22
  2. Setuju Grace. Patut disayangkan dana sebesar itu "hanya" untuk membangun sesuatu...
    Said fred on 2017-04-27 08:34:15
  3. Admin, nggak salah tu orang kristen paling teraniaya. orang islam kali yg paling...
    Said Yesi on 2017-04-27 08:15:21
  4. Secara pribadi....sebaiknya bagi calon pemimpin jangan didukung oleh ormas agama...
    Said Ansel on 2017-04-26 14:41:04
  5. Terlalu bombastis dananya, lebih baik untuk kesejahteraan rakyat. Bisa jadi mala...
    Said Setyo on 2017-04-26 11:54:30
  6. Menurut saya, idenya sih boleh boleh saja tapi agak berlebihan. Duit sebanyak i...
    Said Grace on 2017-04-25 15:08:34
  7. Wajar saja kalau timbul kekhawatiran di kalangan minoritas karena kelompok radik...
    Said Aan Monterado on 2017-04-21 12:14:35
  8. Salut tuk kerja keras tim, tapi kritik utk peran pastor/suster, tetep aja yg kat...
    Said andreas jacob on 2017-04-17 14:16:16
  9. Menurut saya jika kita melihat dengan kondisi bangsa saat ini lebih bagus waktu ...
    Said Nick on 2017-04-15 10:04:04
  10. Saya harap juga setiap gereja di Jakarta dipersiapkan keamanannya.....
    Said Jenny Marisa on 2017-04-12 13:14:03
UCAN India Books Online