UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gempa dahsyat hantam kota Filipina selatan

Pebruari 14, 2017

Gempa dahsyat hantam kota Filipina selatan

Seorang anak membawa salib menyusul gempa bumi dahsyat pada 6,7 SR pada 10 Februari.

 

Ribuan orang tetap tinggal di jalan-jalan kota Surigao, Filipina bagian selatan karena gempa susulan terus mengguncang wilayah itu menyusul gempa dahsyat menewaskan sedikitnya delapan orang dan ratusan luka-luka.

Institut Seismologi dan Vulkanologi Filipina telah mencatat hampir 200 gempa susulan di kota itu dengan jumlah penduduk sekitar 152.000 jiwa setelah gempa 6,7 SR melanda 10 Februari.

“Orang-orang takut dengan gempa susulan,” kata Romina Marasigan, jubir Pengurangan Risiko Bencana Nasional dan Dewan Manajemen.

Lebih dari seribu bangunan hancur atau rusak, menurut para pejabat bencana. Mereka yang tewas dan luka-luka akibat terkena reruntuhan bangunan.

“Kami tetap berada pada status siaga satu,” kata Marasigan, seraya menambahkan bahwa para pejabat bencana terus memantau situasi dan mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang tingkat kerusakan.

Sebanyak 500 orang telah mendirikan kemah di sebuah pusat pemerintahan dekat ibukota provinsi itu sementara yang lain telah menyiapkan tempat penampungan sementara di tanah yang lebih tinggi.

“Kami terperangkap,” kata Maria Espania, yang mengalami luka-luka setelah dia terkena reruntuhan gedung. “Kami gemetaran dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Anak-anak saya juga panik,” katanya.

Albert Pepito, yang melarikan diri dari desanya, tidak mau mengambil risiko. “Dengan situasi seperti ini saya pikir lebih baik kami pergi,” katanya.

0214fBandara Surigao City ditutup setelah landasan pacu mengalami kerusakan setelah gempa berkekuatan 6,7 SR mengguncang kota itu 10 Februari.

 

Seruan bantuan dan doa

Pemerintah dan pemimpin Gereja menyerukan bantuan setelah gempa tersebut.

Pastor Bob Puracan, dari keuskupan Surigao, meminta bantuan.

“Gempa ini terjadi di luar dugaan dan kita hendaknya mengungkapkan persekutuan kita, berbagi apa yang kita miliki dan membantu mereka yang membutuhkan bantuan kita,” kata imam itu.

Presiden Rodrigo Duterte berjanji menyalurkan bantuan dan rehabilitasi pada 12 Februari saat berkunjung ke daerah bencana.

Deretan orang-orang mengantri untuk mendapatkan air dari mobil pemadam kebakaran setelah pasokan air terputus.

Gempa itu merusak setidaknya sepuluh jembatan utama dan jalan serta memutuskan pasokan listrik.

Renato Solidum, direktur Filipina Institut Seismologi dan Vulkanologi, memperingatkan gempa susulan bisa berlangsung selama beberapa hari atau minggu ke depan.

0214gPresiden Rodrigo Duterte tiba di Surigao City pada 12 Februari untuk mengunjungi para korban gempa bumi.

 

Pada 1 Juli 1879, gempa bumi dahsyat melanda daerah itu pada 7,4 SR.

Rata-rata lima gempa bumi melanda setiap hari di Filipina, yang terletak di apa yang disebut Lingkaran ApiĀ  atau Ring of Fire di sekitar Samudera Pasifik.

Pada Oktober 2013, gempa dahsyat menghantam negara itu pada 7,1 SR, menewaskan 220 orang dan menghancurkan gereja-gereja bersejarah ketika melanda provinsi Bohol.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi