Kelompok HAM memprotes pencaplokan tanah oleh militer dan pejabat

14/02/2017

Kelompok HAM memprotes pencaplokan tanah oleh militer dan pejabat thumbnail

Para aktivis hak termasuk para pastor dan biarawati mengadakan demonstrasi menunjukkan solidaritas mereka dengan para keluarga Tamil yang menuntut lahan mereka dikembalikan di kota Negombo pada 8 Februari.

 

Para aktivis hak asasi manusia (HAM) menyelenggarakan demonstrasi untuk menunjukkan solidaritas mereka dengan para keluarga Tamil yang terus memprotes dan menuntut tanah mereka dikembalikan setelah dicaplok oleh militer dan pejabat pemerintah.

Imam, suster, dan kelompok-kelompok HAM menyelenggarakan protes solidaritas tersebut di depan terminal bus kota Negombo pada 8 Februari.

Suster Rasika Peiris dari Kongregasi Suster-suster Keluarga Kudus mengatakan bahwa warga Tamil hanya meminta tanah mereka di Kepapulau, Mulaithivu, bekas zona perang.

“Masyarakat tidak diperhatikan dan rasa sakit dan sedih akibat kehilangan anggota keluarganya, tanah dan kehidupan akibat perang,” kata Suster Peiris sambil memegang spanduk bersama para aktivis.

Biarawati itu mengatakan bahwa para keluarga Tamil meminta tanah mereka dikembalikan untuk menghidupkan kembali kegiatan pertanian dan perikanan mereka.

Para petani dan keluarga nelayan Tamil telah mengadakan demonstrasi publik sejak 31 Januari menuntut tanah dengan luas 34 hektar saat ini dipegang oleh Angkatan Laut Sri Lanka dikembalikan kepada mereka.

0214bUmat Katolik berkumpul dalam aksi solidaritas dengan warga Tamil di terminal bus kota Negombo.

 

Selama pemerintahan Presiden Mahinda Rajapaksa (2005-2014), para politikus yang didukung pemerintah dan militer secara paksa mengambil sekitar 80.000 hektar lahan di Sri Lanka, menurut  Environment Conservation Trust.

Aliansi Rakyat untuk Hak Tanah, sebuah koalisi sukarela dari organisasi masyarakat sipil, kelompok-kelompok HAM, dan para aktivis, mengadakan demonstrasi tersebut.

Herman Kumara, dari aliansi itu, mengatakan bahwa warga Tamil meminta tanah mereka dikembalikan untuk mencari nafkah.

“Pemerintah telah menyediakan sekitar 1.010 hektar lahan, tetapi tidak memadai atau cocok untuk para petani dan keluarga nelayan untuk terlibat dalam budidaya dan penangkapan ikan,” kata Kumara, juru kampanye HAM Lanka Sri.

“Mereka harus memiliki kehidupan yang layak dan bermartabat,” katanya. “Mereka menentang relokasi tidak adil karena mereka tidak bisa terlibat dalam kegiatan mata pencaharian mereka.”

Pastor Nandana Saparamadhu, seorang aktivis yang bergabung dengan demonstrasi itu mengatakan, tahun 2009, pemerintah secara resmi menyatakan perang, tapi militer masih mengambil tanah warga Tamil di utara.

“Kini delapan tahun telah berlalu, tapi banyak warga Tamil masih berada di kamp-kamp pengungsian dan tempat penampungan sementara,” kata imam itu.

Pastor Saparamadhu mengatakan bahwa ia memperkirakan bahwa lebih dari 27.000 hektar lahan telah diambil oleh militer dan hanya 162 hektar telah dikembalikan.

Perang saudara di negara itu dimulai tahun 1983 dan berakhir pada 18 Mei 2009 ketika pemerintah menyerbu Macan Tamil, sebuah kelompok pemberontak yang berjuang untuk negara terpisah di Utara dan Timur negara itu.

Menurut PBB, perang merenggut nyawa sekitar 40.000 warga sipil di hari terakhir saja.

Sumber: ucanews.com

 

One Comment on "Kelompok HAM memprotes pencaplokan tanah oleh militer dan pejabat"

  1. yovita tri rahayu retnaningsih on Thu, 16th Feb 2017 1:14 pm 

    saya ingin kirim tulisan, ditujukan ke mana?
    Trimakasih sebelumnya




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  2. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  3. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  4. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  5. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  6. Pendukung Mgr Hubertus Leteng meminta umat membela uskup
  7. Paus sumbang €25.000 untuk membantu warga di Afrika Timur
  8. Setelah kelompok teroris, ini target serangan Duterte berikutnya
  9. India memberikan pelatihan bagi jutaan PRT
  10. Pemimpin lintas agama mendoakan para pahlawan di rumah Aung San Suu Kyi
  1. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  2. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  3. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  4. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  5. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  6. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  7. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
  8. Sudah saatnya gereja accountable. https://www.naulinovation.com:8443/onebody/...
    Said Leonard on 2017-07-22 17:15:48
  9. Segera laksanakan audit keuangan Gereja dan KUB....
    Said Rey on 2017-07-22 13:47:36
  10. Audit Keuangan Hirarki Gereja Katolik Perlu dan wajib. Syaratnya hanya perlu goo...
    Said AB Raturangga on 2017-07-22 11:07:47
UCAN India Books Online