Laporan baru mengekspos penganiayaan minoritas

14/02/2017

Laporan baru mengekspos penganiayaan minoritas thumbnail

Umat Katolik India merayakan Misa Malam Natal di Katedral St. Joseph di Allahabad pada 24 Desember 2016.

 

India tidak memenuhi standar internasional tentang kebebasan beragama yang mengarah kepada diskriminasi dan penganiayaan terhadap agama-agama minoritas, demikian sebuah laporan baru oleh Komisi Kebebasan Beragama Internasional Amerika Serikat (AS).

Laporan berjudul, “Constitutional and Legal Challenges Faced by Religious Minorities in India” mengatakan, meskipun konstitusi negara itu menjamin hak yang sama untuk agama-agama, namun pemerintah gagal memenuhi standar internasional.

Laporan ini juga menyebutkan kegagalan India untuk menjamin hak-hak warga Dalit, yang berasal dari kasta yang secara sosial dan ekonomi miskin, tak tersentuh.

“Komunitas minoritas keagamaan dan Dalit telah menghadapi diskriminasi dan penganiayaan akibat undang-undang (UU) yang tidak jelas, sistem peradilan pidana tidak efisien, dan kurangnya konsistensi yurisprudensi,” kata laporan itu.

Hindu merupakan mayoritas dengan 80 persen dari 1,2 miliar penduduk India, sementara Muslim memiliki sekitar 15 persen. Kristen, minoritas agama terbesar kedua, memiliki hanya 2,3 persen. Dalit dan masyarakat suku memiliki 70 persen dari sekitar 27 juta orang Kristen di India.

Tahun 2016, setidaknya 10 orang Kristen tewas dan lebih dari 500 anggota komunitas itu diserang karena iman mereka atau karena diduga telah dikonversi, kata laporan Forum Sekuler Katolik pada Januari 2017.

“Kekerasan simbolik dan struktural telah meningkat di negara itu sejak 2014. Pemerintah perlu menanggapi kekerasan tersebut dengan cara yang jauh lebih masuk akal daripada membantah,” kata Samuel Jaikumar dari Dewan Gereja-gereja di India, sebuah perkutuan Protestan dan Ortodoks.

Hukum membantu diskriminasi berlanjut

Laporan AS mengatakan bahwa tujuh dari 29 negara telah menerapkan UU yang melarang konversi agama.

Laporan itu juga mengatakan bahwa UU India mengatur dana asing secara konsisten telah diterapkan kepada organisasi masyarakat sipil, amal dan organisasi non-pemerintah lainnya yang mempertanyakan kebijakan pemerintah.

Pada Juni 2015, India menempatkan Caritas International, pada daftar pantauannya. Lembaga amal itu, merupakan badan sosial dari Vatikan, yang diteliti dengan dituduh melakukan “berbagai kegiatan anti-India,” kata laporan itu.

Mengacu pada UU Perceraian di India 2001 yang membatasi warisan, pembayaran tunjangan, dan kepemilikan properti pasangan nikah beda agama, laporan mengatakan bahwa UU itu “bermasalah.”

“Tindakan ini juga mengganggu kehidupan pribadi orang Kristen dengan tidak mengizinkan upacara pernikahan dilakukan di gereja jika salah satu pasangan non-Kristen,” tambahnya.

UU perlindungan sapi di India yang membatasi atau melarang penyembelihan sapi yang “sering dicampur dengan sentimen anti-Muslim,” kata laporan itu. Pembantaian sapi “tetap menjadi sumber ketegangan abadi antara komunitas-komunitas Hindu, Muslim dan Dalit.”

Dalam rekomendasi itu, mengatakan bahwa India harus berhenti melecehkan kelompok minoritas serta mereformasi UU anti-konversi. Laporan ini juga meminta India untuk menjalankan Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online