Pemimpin Katolik dan Protestan di Pakistan desak sensus yang akurat

16/02/2017

Pemimpin Katolik dan Protestan di Pakistan desak sensus yang akurat thumbnail

Anthony Naveed dari forum Kerukunan Antaragama, Uskup Sadiq Daniel dari Gereja Pakistan dan Mgr Joseph Coutts, Uskup Agung Karachi menghadiri sebuah konferensi di Karachi yang fokus pada pentingnya sensus mendatang.

 

Para pemimpin Katolik dan Protestan di Pakistan telah mendesak agar sensus dilakukan secara akurat karena hal itu dapat mempengaruhi berapa banyak minoritas di kursi parlemen yang tersedia untuk umat Kristiani di negara mayoritas Muslim itu.

Pada konferensi yang diadakan pada 13 Februari di Karachi para uskup Katolik dan Protestan mendesak para pekerja pastoral mereka untuk memberikan penyadaran di kalangan umat Kristiani terkait sensus yang dijadwalkan pada Maret.

Mgr Joseph Coutts, Uskup Agung Karachi dan Uskup Sadiq Daniel dari Gereja Pakistan bersama-sama memimpin konferensi itu untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah tersebut di kalangan klerus, pekerja pastoral, pekerja sosial, dan politisi Kristen.

“Mari kita melangkah maju menyatukan seluruh bangsa tanpa perbedaan keyakinan, mari kita melibatkan para pekerja pastoral, termasuk uskup, pendeta, katekis dan orang awam, untuk mendapatkan angka yang benar,” kata Uskup Agung Coutts.

Uskup Daniel mengatakan bahwa sensus ini sangat penting bagi komunitas Kristen. “Hal ini tidak hanya penting untuk pembangunan, tetapi juga hak-hak kita di negara ini,” kata uskup Anglikan itu.

Kedua Gereja itu sepakat menggalang kampanye penyadaran setelah pertemuan doa Minggu, kelas Alkitab, dan program Gereja lainnya.

“Majelis nasional memiliki 145 kursi termasuk 10 kursi untuk anggota minoritas, tapi sekarang majelis nasional menjadi 342 kursi, tapi masih ada hanya 10 kursi untuk minoritas,” kata Zahid Farooq, seorang pekerja sosial yang menghadiri acara tersebut.

“Kita harus bekerja sama untuk mendapatkan hak-hak dasar kita di negara kita. Sensus ini tidak hanya akan menentukan masa depan kita, tetapi juga akan menguntungkan kaum minoritas di Pakistan,” tambahnya.

Anthony Naveed, asisten khusus untuk Kerukunan Antaragama, berbicara dalam sesi tentang bagaimana berpartisipasi terbaik dalam sensus.

“Ini akan menjadi kesempatan bagi kita untuk menuntut hak-hak kita. Saya mendorong setiap keluarga mempersiapkan dokumen mereka termasuk kartu identitas mereka dengan baik,” kata Naveed.

Sensus terakhir di Pakistan diadakan tahun 1998. Sesuai sensus penduduk nasional tahun 1998, minoritas terdiri 2,8 persen dari penduduk Pakistan. Mereka termasuk Hindu, Kristen, Sikh, Parsi, Qadiyani dan Yahudi. Kristen berjumlah 2,6 juta jiwa – minoritas terbesar kedua di negara itu.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Sri Lanka batal mengikuti Asian Youth Day di Indonesia
  2. Uskup Pakistan menuntut tindakan tegas pada teroris
  3. Ratusan katekis belajar cara berbicara tentang seks kepada remaja
  4. Perempuan Katolik Bangladesh akhirnya mendapat jabatan tinggi
  5. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  6. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  7. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  8. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  9. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  10. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  1. Semoga masalah ini cepat selesai....
    Said meldy on 2017-07-27 08:51:19
  2. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  3. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  4. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  5. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  6. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  7. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  8. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  9. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  10. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
UCAN India Books Online