Anggota dewan lintas agama ditahan di Vietnam

17/02/2017

Anggota dewan lintas agama ditahan di Vietnam thumbnail

Para pemimpin agama dan penganut Hoa Hao berdoa untuk kesejahteraan negara mereka di Nguyen Van Luot pada 13 Februari.

 

Empat pemimpin agama dari agama yang tidak terdaftar di Vietnam ditahan di sebuah kantor polisi di Dong Thanh, Provinsi Vinh Long pada 13 Februari.

Mereka adalah Pastor Nguyen Manh Hung, Biksu Thich Khong Tanh dari Sangha Buddha Vietnam Bersatu, Hua Phi, pemimpin Cao Dai, tokoh adat, dan Pastor Anthony Le Ngoc Thanh CSsR.

Mereka termasuk 27 anggota Dewan Interfaith Vietnam, sekelompok pemimpin agama dari agama yang tidak terdaftar yang bekerja sama untuk melindungi diri dari penganiayaan pemerintah.

Pastor Thanh menulis di akun Facebook-nya pada 15 Februari bahwa, sementara mereka mengunjungi Bui Van Luot, pemimpin sekte Buddha Hoa Hao di biara, 30 polisi memaksa masuk dan memeriksa surat-surat pribadi dari empat tamu itu. Keempatnya kemudian dibawa ke kantor polisi.

Polisi meminta keterangan para tamu itu selama berjam-jam dan menuduh mereka membuat kekacauan publik, tetapi empat orang itu tetap diam. Setelah itu, mereka dibebaskan dan dipaksa untuk meninggalkan daerah itu.

Polisi juga secara paksa menghentikan pertemuan dari sejumlah delegasi pengikut Hoa Hao.

Para anggota dewan itu mengunjungi para pengikut Hoa Hao untuk menunjukkan solidaritas mereka dan berdoa untuk kesejahteraan negara itu pada perayaan Tahun Baru Tet Vietnam.

Nguyen Bac Truyen, seorang aktivis Hoa Hao, mengatakan kepada ucanews.com bahwa pencegahan pemerintah komunis “menghentikan agama terdaftar adalah keliru dan mereka terus berjuang untuk kebebasan beragama; pejabat menerapkan kebijakan divide et impera.”

Akibatnya, banyak pengikut dan pemimpin mereka telah dianiaya, dilecehkan dan dipenjarakan sejak komunis mengambil alih negara itu tahun 1975. Mereka tidak diizinkan berkumpul untuk berdoa, membangun kuil baru atau memberikan pendidikan iman kepada pengikut mereka.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online