UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Gereja mengadakan lokakarya perdamaian di Myanmar yang dilanda perang

Pebruari 17, 2017

Gereja mengadakan lokakarya perdamaian di Myanmar yang dilanda perang

Para peserta program Prapaskah yang diadakan oleh Karuna (Karitas) Myanmar.

 

Betapa pentingnya perdamaian di Myanmar adalah pesan kepada para katekis dan orang muda Katolik ketika mereka menghadiri program animasi pada 7-9 Februari.

Sebanyak 29 katekis, orang muda Katolik dan imam menghadiri program tiga hari itu yang diadakan di Tempat Doa Rosario, Chanthagone, dekat Mandalay, yang diselenggarakan oleh Karuna (Caritas) Myanmar.

Para peserta membawa spanduk bertuliskan “Hentikan Perang” dan melobi untuk perdamaian.

Pastor Christopher Raj, narasumber dari program ini, mengatakan bahwa dia terkesan dengan kreativitas para peserta.

“Saya menekankan pentingnya perdamaian karena Gereja Katolik menjadikan 2017 sebagai tahun perdamaian dan ini sangat penting karena negara ini masih bergulat dengan perang saudara,” kata Pastor Raj, dari Keuskupan Lashio, mantan ketua Karuna Myanmar, kepada ucanews.com.

Para katekis dan orang muda Katolik berbagi bahwa betapa pentingnya perdamaian dan pesan Paus pada masa Prapaskah tahun ini dijalankan di daerah masing-masing dan berbagai pelayanan Gereja.

Prapaskah dimulai pada hari Rabu Abu, yang jatuh pada 1 Maret tahun 2017.

Pentingnya berdoa

Kardinal Charles Maung Bo, Uskup Agung Yangon mengatakan bahwa hanya Bunda Maria dapat menyatukan semua orang dari berbagai kelompok etnis dan agama di Myanmar, yang telah dilanda oleh perang saudara, dan konflik di wilayah barat dan utara negara itu.

“Kita perlu berdoa kepadanya agar negara ini mungkin lebih damai,” kata Kardinal Bo kepada ribuan peziarah di Tempat Doa Maria di Nyaunglaybin, pada 11 Februari.

0217fKardinal Charles Maung Bo, Uskup Agung Yangon memimpin Misa di Tempat Doa Maria diĀ  Nyaunglaybin, 11 Februari.

 

Kardinal mengatakan kepada para peziarah bahwa lebih dari 200.000 saudara-saudari mereka adalah pengungsi di Myanmar akibat perang dan konflik.

Baik pemerintah maupun PBB bisa membawa persatuan karena “Bunda Maria telah melakukan hari ini untuk membawa kita semua ke pusat harapan”.

“Perdamaian adalah satu-satunya cara agar keadilan bisa tercapai,” kata Kardinal Bo.

Sumber: ucanews.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi