Tidak ada keadilan bagi minoritas Kristen di Pakistan

20/02/2017

Tidak ada keadilan bagi minoritas Kristen di Pakistan thumbnail

Umat Katolik berdoa di Katedral Hati Kudus di Lahore pada 22 Maret 2015 untuk para korban dalam sebuah serangan menewaskan 17 orang di tahun itu.

 

Pada 9 Maret 2013 lebih dari 200 rumah di Joseph Colony, sebuah lingkungan Kristen di Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan, diserang, dijarah dan dibakar oleh sekitar 3.000 massa Muslim.

Massa tersebut menggeledah koloni Kristen dengan aksi impunitas, membakar rumah-rumah dan semuanya, sementara pasukan dari kepolisian hanya menonton.

Tuduhan penodaan agama menyebabkan serangan itu terjadi dan insiden ini tidak mengherankan mengingat sejarah kekerasan massa sering terjadi di negara Islam yang sangat konservatif ini.

Menurut laporan tim pencari fakta dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Pakistan, pada 6 Maret, pertengkaran pecah di antara Shahid Imran, seorang tukang cukur Muslim, dan teman Kristennya, Sawan Masih Alias Bodhi saat mereka minum bersama-sama. Pada akhir percekcokan, Imran menuduh bahwa Sawan membuat komentar menghina Tuhan.

Sawan kemudian ditangkap pada 8 Maret dan didakwa dengan UU Penghujatan melakukan penodaan agama.

Zahida Parveen, seorang kerabat dari Sawan, mengatakan kepada Komnas HAM bahwa, pada malam kekerasan massa tersebut, polisi setempat mengumumkan kepada komunitas Kristen untuk meninggalkan rumah-rumah mereka. Polisi juga meyakinkan mereka tentang keamanan rumah-rumah dan barang-barang mereka. Hampir seluruh warga dievakuasi dari koloni itu pada Jumat setelah peringatan polisi.

Setelah peringatan itu, ribuan warga Muslim radikal menggeledah koloni itu dan seluruh kejadian tidak disiarkan di saluran berita. Menurut Komnas HAM, tidak ada yang menunjukkan bahwa massa tersebut melakukan dengan cara apapun tanpa dilawan oleh polisi.

Setelah insiden Joseph Colony tersebut, Komnas HAM meminta polisi dan pemerintah provinsi itu yang bertanggung jawab untuk menangani insiden yang mengerikan itu.

Setidaknya 131 orang ditahan atas dugaan keterlibatan dalam kekerasan itu dengan bantuan bukti CCTV.

Juru Bicara Pemerintah Punjab, Pervez Rasheed mengatakan bahwa mereka yang terlibat dalam insiden itu akan diadili di bawah undang-undang anti-teror.

Satu tahun kemudian, pada 30 Maret 2014, Masih dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati karena dituduh membuat komentar menghina Nabi Muhammad. Di sisi lain, sidang para penyerang berlangsung selama empat tahun berjalan sangat lambat dan hasilnya mengejutkan komunitas minoritas.

Mengutip kurangnya bukti, pengadilan anti-terorisme membebaskan semua 115 orang yang dituduh membakar rumah-rumah orang Kristen. Perlu dicatat bahwa semua penyerang sudah dibebaskan dengan jaminan.

“Putusan ini sangat menjengkelkan. Pada dasarnya ini berarti bahwa meskipun rekaman video, film dokumenter dan ribuan foto menyajikan amukan massa di properti Kristen, pengadilan belum menemukan siapa pun yang terlibat. Jadi massa bebas untuk melakukan apapun yang mereka inginkan,” kata Cecil Shane Chaudhry, direktur eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Pakistan kepada ucanews.com setelah putusan tersebut.

“Mungkin polisi tidak menangkap orang yang tepat. Juga, ada tekanan berbasis masyarakat di pengadilan yang lebih rendah. Jika tidak ada bukti substansial, pengadilan tinggi seharusnya memberikan jaminan kepada Sawan Masih,” tambahnya.

Kasus Joseph Colony adalah cermin yang menyedihkan, tapi juga cermin untuk membenarkan masyarakat fanatik. Satu hal bisa membayangkan rasa sakit bagi minoritas yang rentan di Pakistan pasti merasa lebih sakit.

Sementara pria Kristen itu dijatuhkan hukuman paling keras dengan tuduhan palsu, puluhan orang tertangkap kamera melakukan penjarahan, penyerangan dan pembakaran rumah-rumah minoritas boleh berjalan bebas. Dan ada sedikit yang menunjukkan bahwa pihak berwenang Punjab berniat menantang putusan di pengadilan tinggi.

Sayangnya, pihak berwenang Pakistan menolak untuk belajar bahwa siklus kekerasan terhadap minoritas ini akan berakhir hanya jika pelaku dibawa ke pengadilan.

Zahid Hussain adalah seorang wartawan Pakistan yang meliput hak asasi manusia dan isu-isu yang mempengaruhi minoritas.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online