Gereja warisan dalam bahaya, kata para ahli

21/02/2017

Gereja warisan dalam bahaya, kata para ahli thumbnail

 

Gereja-gereja yang telah berusia berabad-abad di Manila adalah gedung-gedung yang pertama yang akan runtuh jika gempa bumi dahsyat menghantam ibukota Filipina itu, menurut para ahli.

Para seismolog negara itu telah memperingatkan bahwa Metro Manila kemungkinan dilanda gempa berkekuatan 7,2 SR.

Arsitek Armin Sarthou, seorang profesor di Universitas Filipina, mengatakan Gereja berusia berabad-abad membutuhkan perawatan untuk menahan goncangan gempa bumi.

Monsignor Jose Clemente Ignacio, vikjen Keuskupan Agung Manila, mengatakan keuskupan agung itu “saat ini sedang menilai” semua gerejanya.

Selain melestarikan nilai budaya gereja-gereja tua, Msgr Ignacio mengatakan Gereja “paling prihatin tentang keselamatan umat kami.”

Imam menyatakan bahwa gereja-gereja di Manila dirancang untuk menahan gempa 6,5 SR.

Bernard Lasala dari pelayanan teknik keuskupan agung itu mengatakan sedikitnya 93 gereja berada di bawah penilaian.

“Kita mengutamakan gereja-gereja yang berada dalam zona West Valley Fault (WVF) dan tanah labil,” kata Lasala.

WVF, garis patahan 100 kilometer yang melintasi ibukota negara itu dan provinsi di dekatnya, bergerak kira-kira setiap 400 tahun.

Gempa besar terakhir terjadi tahun 1658 atau 359 tahun lalu.

Msgr Ignacio mengatakan para pemimpin Gereja “sangat menyadari kebutuhan untuk merawat gereja-gereja kita.”

Ia mengimbau kepada pemerintah dan masyarakat membantu untuk memperkuat gereja dan bangunan publik.

“Kami menilai gedung gereja ini beberapa kali bahwa publik membutuhkan gereja-gereja tersebut sebagai tempat suci,” kata imam itu.

Sebuah studi tahun 2004 yang didanai oleh Badan Kerjasama Internasional Jepang dan Otoritas Pembangunan Metropolitan Manila mengungkapkan bahwa gempa berkekuatan 7,2 SR bisa menewaskan hingga 34.000 orang dan melukai 100.000 lainnya akibat gedung runtuh.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online