UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Keuskupan Vietnam kecam tindakan represif terhadap demonstran

Pebruari 21, 2017

Keuskupan Vietnam kecam tindakan represif terhadap demonstran

Pastor John Baptist Nguyen DinhThuc membawa bendera saat memimpin sekitar 1.000 demonstran menentang perusahaan Taiwan membuang limbah ke laut dan meracuni ratusan ton ikan.

 

Para pemimpin keuskupan di Vietnam tengah mengecam otoritas pemerintah membubarkan para demonstran dan imam yang berupaya mengajukan gugatan terhadap pabrik baja milik Taiwan yang menumpahkan limbah beracun pada April lalu.

Pada 14 Februari, umat paroki Song Ngoc, distrik Quynh Luu, Provinsi Nghen An, berusaha melakukan pawai ke Pengadilan Rakyat di kota Ky Anh untuk mengajukan gugatan mereka. Namun, pemerintah lokal dan aparat keamanan melarang bus mereka dan memblokir jalan.

Pastor John Baptist Nguyen Dinh Thuc, pastor paroki, memutuskan untuk memimpin pawai menuju pengadilan. Meskipun polisi menutupi jalan sekitar 175 kilometer, para demonstran berjalan kaki atau bersepeda motor. Saat mereka berjalan, mereka berdoa untuk perdamaian dan mengenakan T-shirt bertuliskan, “Rakyat ingin ikan hidup. Formosa harus keluar.”

Permohonannya bertujuan menggugat pabrik baja milik Formosa Plastics yang kabarnya menumpahkan ratusan ton limbah beracun ke laut pada April.

Limbah beracun, termasuk fenol dan sianida, dari pabrik baja Taiwan dibangun di Provinsi Ha Tinh mencemari air sepanjang 200 kilometer dari garis pantai dan membunuh ratusan ton ikan.

Sejumlah pejabat keamanan dan polisi berpakaian preman memblokir jalan demonstran dan mengatakan kepada mereka untuk pulang, tapi para demonstran menolak. Kemudian, polisi memukuli siapa saja. Mereka menahan wartawan lepas dan melukai Pastor Thuc.

Sementara itu, surat kabar yang dikelola negara menuduh Pastor Thuc menghasut umat Katolik untuk memfitnah pemerintah, melanggar hukum, menyebabkan gangguan publik dan menyerang pasukan keamanan.

Para otoritas Provinsi Nghen An telah melanggar hak-hak sipil mereka untuk mengajukan gugatan, kata Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Vinh dalam pernyataan yang diterbitkan pada 17 Februari.

“Kami memprotes penggunaan kekuatan secara brutal terhadap orang-orang ketika mereka sedang menyampaikan hak-hak mereka secara damai,” kata Pastor Anthony Nguyen Van Dinh, ketua komisi itu.

Pastor Dinh juga mengkritik pemerintah karena menggunakan media untuk memutarbalikkan kebenaran dan melanggar hak-hak sipil mereka. Dia meminta paroki setempat untuk berdoa bagi para korban dan bersuara untuk melindungi kepentingan mereka.

Sebuah peserta pawai, dengan anonim, mengatakan bahwa Formosa Plastics di Vietnam dilindungi negara. “Kami bekerja untuk keadilan dan jadi kami tidak takut mereka menindak kami.”

Polisi tidak bisa membubarkan massa seluruhnya, dan pawai dilanjutkan dan beristirahat di sebuah gereja di Dong Thap pada 14 Februari. Sementara itu, umat Katolik dari paroki tetangga berkumpul untuk berdoa bagi mereka di gereja-gereja mereka sendiri.

Pada 15 Februari, Pastor Thuc meminta 500 orang untuk kembali ke rumah sementara ia dan wakil-wakil mereka dibawa ke pengadilan, atas permintaan Uskup Vinh. Namun, seorang pendeta lokal mengatakan kepada ucanews.com bahwa Pastor Thuc belum mengajukan tuntutan hukum di pengadilan Ky Anh belum karena pembatasan dari pemerintah.

Pastor Thuc mengatakan kepada ucanews.com bahwa pada Oktober 2016 masyarakat setempat telah mengajukan petisi pejabat pemerintah untuk membayar kompensasi yang tepat untuk mereka yang terkena dampak keracunan pabrik baja perairan pesisir.

Bencana itu mempengaruhi empat provinsi tengah menghancurkan mata pencaharian nelayan lokal.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi