UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Pastor, biksu, dan umat awam berterima kasih atas harga obat murah

Pebruari 21, 2017

Pastor, biksu, dan umat awam berterima kasih atas harga obat murah

Para pastor dan biksu berkumpul di Gereja St. Maria dari Fatima di Kolombo pada 16 Februari untuk menyampaikan terima kasih kepada pemerintah.

 

Para pastor dan biksu serta kaum awam bertemu di gereja untuk mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada pemerintah Sri Lanka mengurangi harga obat guna menyelamatkan nyawa mereka.

Menteri Kesehatan, Gizi dan Kedokteran Rajitha Senaratne menurunkan harga 47 jenis obat penting termasuk yang digunakan untuk pasien jantung dan diabetes di bawah langkah pertama dari Kebijakan Obat Medis Nasional, guna mengendalikan pengecer menjual obat dengan harga mahal.

Pastor Oswald Firth OMI, ketua Asosiasi Rakyat untuk Perdamaian dan Pembangunan mengatakan bahwa pengurangan harga beberapa obat generik akan membantu orang-orang sakit dan seluruh warga negara itu.

“Perawatan kesehatan adalah hak bagi semua orang. Layanan ini bukan hak istimewa dari sedikit orang yang mampu membelinya,” katanya pada pertemuan para rohaniwan Katolik dan Buddha serta kaum awam di aula Gereja St. Maria dari Fatima di Kolombo pada 16 Februari.

“Program ini harus digulirkan tidak hanya di Kolombo, tetapi juga di daerah-daerah terpencil di mana orang sangat tergantung pada pelayanan kesehatan pemerintah,” katanya.

“Kami berada di sini untuk menyampaikan rasa terima kasih kami kepada menteri dan pejabat di Kementerian Kesehatan, Gizi dan Kedokteran,” tambah imam itu.

Koordinator program, S.P. Anthonymuthu mengatakan ia menghargai langkah pemerintah.

“Kini pemerintah menyediakan akses gratis pada implatasi tabung dalam kasus operasi jantung,” kata Anthonymuthu kepada ucanews.com.

0221cMenteri Kesehatan, Gizi dan Kedokteran Rajitha Senaratne menghadiri pelayanan Gereja di Kolombo pada 16 Februari.

 

Menteri Kesehatan, Gizi dan Kedokteran Rajitha Senaratne menyambut baik acara tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka memperkenalkan Profesor Senaka Bibile dan “pemerintah akan menurunkan harga mahal.”

Bibile adalah pendiri dari kebijakan obat Sri Lanka yang merupakan model kebijakan lainnya termasuk dari Organisasi Kesehatan Dunia dan Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan.

Bibile meninggalkan Sri Lanka guna bekerja untuk PBB di British Guyana di mana ia meninggal tahun 1977 dalam keadaan misterius terkait kebijakannya pro orang miskin.

Tahun 2014, Presiden Maithripala Sirisena, mantan menteri kesehatan, mengatakan bahwa perusahaan obat transnasional telah berusaha untuk menggagalkan kebijakan Bibile ini.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi