UCAN Vietnam UCAN India UCAN China ucanews.com
UCAN Indonesia

Kardinal Zen khawatir terkait kesepakatan Vatikan dan Tiongkok

Pebruari 22, 2017

Kardinal Zen khawatir terkait kesepakatan Vatikan dan Tiongkok

Kardinal Joseph Zen

 

Kardinal Joseph Zen, Uskup Emeritus Keuskupan Hong Kong telah mengungkapkan keprihatinan serius mengenai kemungkinan kesepakatan antara Vatikan dan Tiongkok terkait pengangkatan uskup.

Kesepakatan tersebut pada dasarnya akan memungkinkan pemerintah untuk memilih calon uskup dan memberikan tekanan kepada Bapa Suci untuk membatalkan mereka.

“Bagaimana Anda bisa membiarkan inisiatif pengangkatan uskup di tangan pemerintah ateis dan pemerintah totaliter? Saya menginginkan pengangkatan itu mulai dari Takhta Suci,” kata Kardinal Zen.

Kardinal Zen berbicara kepada Catholic News Agency (CNA) terkait kesepakatan yang mungkin antara Vatikan dan Beijing tentang pengangkatan uskup di sana. Uskup Hong Kong saat ini telah menyatakan bahwa ia berharap kesepakatan itu akan terjadi.

Kardinal Zen menjelaskan, “Vatikan menyetujui nama-nama imam tertentu” sebagai calon dan pemerintah “memperhatikan” untuk nama-nama ini, menyetujui beberapa dari mereka.

“Pemerintah Tiongkok menerima kompromi ini tanpa memiliki banyak masalah,” katanya.

Namun, dalam proposal baru para klerus akan memilih calon uskup, dan Sri Paus terakhir untuk menerima atau membatalkan calon tersebut.

Masalahnya, tegas Kardinal Zen, bahwa pemerintah pasti akan ikut campur dalam pemilihan klerus. “Tidak ada pemilihan yang nyata di Tiongkok,” katanya kepada CNA.

Tekanan kemudian akan diletakkan pada Bapa Suci jika ia harus berulang kali membatalkan calon yang ditunjuk pemerintah.

Uskup Hong Kong saat ini, Kardinal John Tong Hon, telah membela proposal baru itu, dengan mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok sekarang harus mengakui Paus sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan pengangkatan uskup harus diserahkan kepada Bapa Suci.

“Saya lebih suka sebaliknya,” kata Kardinal Zen. Pemerintah belum melakukan kesepakatan karena Vatikan khawatir dengan masa lalu, dan bukti bahwa pemerintah masih ingin mengontrol Gereja di Tiongkok.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan lewatkan

Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini

© UCAN Indonesia 2017. | Kontak | Syarat Penggunaan | Privasi