UCAN Indonesia Catholic Church News

Ribuan umat Katolik Filipina gelar reli doa menentang anti-kehidupan

22/02/2017

Ribuan umat Katolik Filipina gelar reli doa menentang anti-kehidupan thumbnail

Masyarakat adat dari Filipina bagian utara mementaskan musik pada acara reli doa bertajuk 'Walk for Like' di Manila pada 18 Februari.

 

Ribuan umat Katolik berkumpul di Manila dalam aksi “unjuk kekuatan” menentang isu-isu “anti-kehidupan”, termasuk pembunuhan terkait narkoba, penerapan kembali hukuman mati, dan aborsi.

Sekitar 20.000 orang berkumpul pada 18 Februari sambil membawa spanduk dan poster saat mereka berjalan di sekitar Rizal Park untuk berdoa rosario dan menyanyikan lagu-lagu rohani dalam reli doa yang bertajuk “Walk for Life.”

Penyelenggara mengatakan kehadiran ribuan massa adalah “tak terduga” karena waktu persiapannya singkat.

“Ini hanya menunjukkan bahwa mereka ingin mengekspresikan diri,” kata Uskup Pembantu Broderick Pabillo dari Keuskupan Agung Manila, yang juga ketua Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Filipina.

“(Orang-orang) benar-benar ingin menyampaikan kepada pemerintah bahwa mereka mendukung kehidupan dan mereka menentang hukuman mati dan pembunuhan di luar hukum. Saya berharap mereka mendengarkan suara rakyat,” kata Uskup Pabillo.

Mgr Socrates Villegas, Uskup Agung Lingayen-Dagupan, ketua presidum Konferensi Waligereja Filipina, menjelaskan bahwa kegiatan itu “bukan protes melainkan mendukung kesucian hidup bagi setiap manusia.”

Walk for life adalah sebuah jalan menuju Allah,” kata uskup itu dalam pidatonya sebelum dimulainya acara itu.

Dia mengatakan bahwa kegiatan itu “tidak bertujuan membela pecandu narkoba maupun pembunuh.”

“Penjahat telah ditangkap, menghadapi tuduhan, dihukum, dan dipenjarakan dalam rangka untuk memperbaiki kesalahan. Kejahatannya harus dibuktikan di pengadilan, bukan dengan peluru,” kata Uskup Agung Villegas.

Sekitar 7.000 pengguna dan pengedar narkoba telah tewas baik dalam operasi kepolisian maupun oleh pembunuhan main hakim sendiri terkait kampanye tujuh bulan pemerintah melawan narkotika.

“Kita berkumpul di sini untuk mereka yang tidak bisa berjalan-jalan lagi karena dosa-dosa kita terhadap mereka,” kata Uskup Agung Villegas.

Dia mengatakan banyak orang Filipina “tidak bisa berjalan-jalan karena mereka takut bahwa mereka mungkin akan ditembak.”

0222bImam, suster, dan seminaris bergabung dalam reli doa ‘Walk for Life’ untuk menyerukan penghentian pembunuhan terkait narkoba dan penerapan kembali hukuman mati, di Manila,  18 Februari.

 

Kebebasan berekspresi

Setelah reli doa, istana presiden mengeluarkan pernyataan mengatakan Presiden Rodrigo Duterte menjunjung tinggi “kebebasan berekspresi.”

“Presiden membiarkn kebebasan berekspresi dan ini adalah bagian dari dinamika demokrasi,” kata Ernesto Abella, jubir presiden.

Duterte dan pemimpin Gereja Filipina telah berulang kali berselisih terkait kampanye pemerintah melawan narkoba dan penerapan kembali hukuman mati.

Kardinal Luis Antonio Tagle, Uskup Agung Manila, yang bergabung dalam reli itu, meminta umat Katolik menggunakan cara-cara non-kekerasan untuk mengatasi apa yang dia sebut sebagai “budaya kekerasan meningkat” di negara itu.

Dia mengatakan “Walk for Life” bertujuan “menyelamatkan nyawa, seperti wanita hamil atau anak belum lahir, mereka yang lapar,” dan orang-orang muda yang harus dibebaskan dari kejahatan seperti narkoba, penyalahgunaan, prostitusi, pornografi dan perjudian.

Mgr Pablo David, Uskup Kalookan mengatakan reli doa juga bertujuan untuk kampanye melawan penyalahgunaan lingkungan, mengakhiri perang di Filipina bagian selatan, dan untuk memulai kembali pembicaraan damai di antara pemerintah dan pemberontak komunis.

“Walk for Life” diadakan oleh Dewan Kerasulan Awam Filipina dan didukung Konferensi Waligereja Filipina.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Pastor China Dipenjara Kasus Pencurian, Umat Mengatakan Dia Dijebak
  2. Diduga Karena Tekanan, Pemerintah Menutup Sebuah Misi Katolik di India
  3. Gempa Meksiko Menewaskan 11 Orang Saat Acara Pembaptisan
  4. Renungan Hari Minggu XXV Tahun A – 24 Sept 2017
  5. Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas
  6. Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini
  7. Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir
  8. Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste
  9. Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China
  10. Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya
  1. Terima kasih atas masukannya Romo. Salam hangat...
    Said cnindonewsletter on 2017-09-18 16:37:16
  2. Koreksi: Sejak Oktober 2016, Superior Generale CDD bukan lagi R.P. Jhon Cia, ...
    Said Yustinus CDD on 2017-09-18 11:19:22
  3. Suster, perkenalkan saya Dame. Saya berumur 25 tahun dan saya sudah baptis katol...
    Said Parningotanna Dameria Siahaan on 2017-09-15 14:17:52
  4. kalau ada pohon yang tumbang sebab angin kencang, maka jangan salahkan angin yan...
    Said mursyid hasan on 2017-09-13 00:02:54
  5. Salam Kenal Sahabat seiman, Nama sy Antonius, tinggal di Jakarta Indonesia. Sy...
    Said Antonius on 2017-09-10 21:25:14
  6. Selamat siang Romo Indra Sanjaya. Di Wahyu 13:1 kitab deuterokanonik ada salah t...
    Said agus eko on 2017-09-10 14:04:11
  7. Infonya sangat bermanfaat. Semoga umat Katolik makin mencintai kitab suci.......
    Said Deo Reiki on 2017-09-07 08:31:09
  8. Selamat siang, Jika boleh saya meminta nomer telp ibu Angelic Dolly Pudjowati...
    Said Cornellia on 2017-09-04 15:26:00
  9. sejarah masa lalu, yang masih belum jelas keputusan dari Pemerintah, dan belum j...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:16:52
  10. religius sendiri sangat erat kaitannya kepada seluruh kegiatan umat termasuk lin...
    Said ANTONIUS NAIBAHO on 2017-09-02 17:04:35
UCAN India Books Online