Gereja Katolik Vietnam mengenang uskup ‘rendah hati’

23/02/2017

Gereja Katolik Vietnam mengenang uskup ‘rendah hati’ thumbnail

Mgr Paul Nguyen Van Hoa, Uskup Nha Trang meninggal pada 14 Februari.

 

Ribuan umat Katolik di Vietnam bagian tengah berkabung dengan wafatnya uskup tua yang dihormati karena kerendahan hati dan usahanya membangun Gereja lokal selama masa-masa sulit setelah reunifikasi negara itu.

Mgr Paul Nguyen Van Hoa, Uskup Nha Trang, berusia 86 tahun, mantan ketua Konferensi Waligereja Vietnam, meninggal akibat lanjut usia di kediaman uskup itu di Nha Trang pada 14 Februari.

Lebih dari 5.000 orang menghadiri pemakamannya pada 18 Februari di Katedral Kristus Raja di Nha Trang. Banyak umat mengenakan pakaian berkabung. Katedral itu dipenuhi banyak pelayat dan sebagai ikut merayakan Misa di luar gereja. Uskup Hoa dimakamkan di Gua Maria dalam kompleks katedral.

Kardinal Peter Nguyen Van Nhon, Uskup Agung Hanoi memimpin upacara pemakaman, bersama Uskup Agung Leopoldo Girelli, perwakilan Vatikan untuk Vietnam non-residen, Uskup Agung Joseph Nguyen Chi Linh, ketua Konferensi Waligereja Vietnam, dan 25 uskup lainnya.

Kardinal Nhon mengatakan Uskup Hoa adalah seorang bapak, guru dan teman. “Wafatnya merupakan kehilangan besar bagi Gereja Katolik di Vietnam dan terutama Keuskupan Nha Trang,” katanya.

Uskup Hoa adalah ketua Konferensi Waligereja Vietnam (2001-2007). Dia memperkenalkan banyak calon uskup kepada Takhta Suci untuk disetujui dan ia telah menahbiskan banyak uskup.

Seorang imam senior, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Uskup Hoa secara rutin diperiksa polisi selama satu dekade dan pelayanan pastoral dibatasi.

“Dia tetap tenang dalam situasi seperti ini dan bekerja sama dengan otoritas dengan baik dan jujur,” katanya.

Imam itu mengatakan bahwa setelah pemerintah memberlakukan kebijakan “pintu terbuka” di akhir tahun 1980-an, mendiang uskup mampu mengunjungi paroki, memulihkan asosiasi, mengirim para imam belajar di luar negeri, membangun seminari dan gereja.

“Dia hidup sederhana dan rendah hati. Dia memiliki hubungan yang ramah dengan para imam dan para tokoh agama-agama lain. Dia tak tergiur dengan uang dan harta benda, tetapi secara diam-diam membantu orang yang membutuhkan,” kata imam itu.

0223dRibuan orang menghadiri pemakaman mendiang Uskup Paul Nguyen Van Hoa pada 18 Februari di Katedral Kristus Raja di kota Nha Trang.

 

Kardinal Nhon mengatakan mendiang uskup itu menghabiskan bertahun-tahun menciptakan lagu rohani sehingga umat Katolik di keuskupan itu bisa menggunakan untuk memperkuat iman mereka. Dia juga menciptakan lagu-lagu terkenal yang digunakan dalam liturgi di seluruh negeri.

Kardinal mengatakan bahwa mendiang uskup itu menjabat berbagai posisi dalam Konferensi Waligereja Vietnam dan bekerja dengan rendah hati dan tekun untuk kepentingan Gereja. Dia menangani masalah internal di kalangan kongregasi religius dan menyatukan mereka.

Uskup Hoa lahir di Provinsi Ha Nam tahun 1931 dan pindah ke selatan tahun 1954. Dua tahun kemudian ia belajar di Roma dan ditahbiskan tahun 1959.

Ia memperoleh gelar doktor teologi dan sarjana dalam musik Gereja tahun 1963. Setelah kembali ke Vietnam, ia diangkat sebagai pejabat Keuskupan Da Lat dan Keuskupan Buon Ma Thuot.

Uskup Hoa diangkat menjadi uskup Nha Trang pada 24 April 1975, enam hari menjelang reunifikasi negara itu di bawah pemerintahan komunis.

Data negara itu  tahun 2015, ada 6.756.000 umat Katolik di Vietnam termasuk 210.000 di Keuskupan Nha Trang.

Sumber: ucanews.com

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Begini cara Arab Saudi mendanai Islam radikal di Bangladesh
  2. Serangan Marawi menimbulkan penganiayaan karena agama
  3. Mengkhawatirkan, satu dari dua anak India alami pelecehan seksual
  4. Pastor di Sikka mendukung upaya pelestarian mata air
  5. Renungan tentang Kenaikan Yesus -28 Mei 2017
  6. PP KIRA: Jangan terjebak paham radikal dan terorisme
  7. Aktivis keagamaan ini diusir dari Maumere, NTT
  8. Tuhan bukan panglima perang yang haus kemenangan, kata Paus
  9. Pernyataan sikap PGI terkait teror bom Kampung Melayu Jakarta
  10. Polisi menangkap perusak gereja Katolik di India
  1. Bahasa kotor, makian, hujatan, ujaran rasa kebencian ras, golongan, agama, dsb b...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 22:07:09
  2. Toleransi seharusnya bisa dilakukan & diterima oleh semua umat beragama di s...
    Said Avi Wahyu on 2017-05-28 21:02:37
  3. Proud to read it. GBU Thanks....
    Said Alcino Fernandes Freitas Khan on 2017-05-26 11:10:32
  4. saya sangat mendukunng sekali. mohon supaya sesering mungkin harus cek ke kepoli...
    Said Alfons Liwun on 2017-05-24 10:42:17
  5. informasi ini sangat penting buat saya, mohon bantuannya bagaimana saya bisa mel...
    Said juanda sitohang on 2017-05-23 12:03:09
  6. Mas saya mohon bantuannya, nama saya kasihani halawa butuh dana buat berobat (op...
    Said kasihani halawa on 2017-05-18 09:38:21
  7. Pro ecclesia et patria. Selamat berjuang terus teman-temanku dengan baret merah ...
    Said Matheus Krivo on 2017-05-18 09:38:12
  8. sudah cukup kalau mengutip motto Mgr. Soegiyopranoto..yang bukan baru untuk umat...
    Said Jenny Marisa on 2017-05-17 13:27:29
  9. mempertahankan hukum mati.. suatu kesombongan......
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:08:51
  10. ya itu namanya minoritas.....
    Said Jenny Marisa on 2017-05-16 21:06:47
UCAN India Books Online