Caritas Membantu Penderita Kanker di Daerah Terpencil di India

24/02/2017

Caritas Membantu Penderita Kanker di Daerah Terpencil di India thumbnail

Para siswa berpartisipasi dalam sebuah reli penyadaran kanker di Kolkata pada Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari.

 

Omana Babu takut ketika dokter mendeteksi kanker pada rahim dan ovariumnya. Kini, 19 tahun kemudian, dia sembuh dari kanker dan bertugas sebagai relawan yang menginspirasi orang lain untuk membantu pasien kanker.

“Saya ingin hidup dan memutuskan untuk mengatasinya,” kata Babu. Dia beruntung mendapatkan dukungan dari sejumlah orang baik hati di daerah asalnya Kerala, India bagian selatan. Dokternya bahkan membebaskan dia dari biaya.

Babu kemudian memutuskan untuk membantu orang lain yang menderita kanker. Dia sekarang aktif sebagai relawan untuk Asakiranam (mercusuar harapan), sebuah proyek Caritas India.

Para relawan termasuk Babu mengadakan kunjungan dari rumah ke rumah guna mendorong orang sadar akan penyakit itu, perawatan paliatif dan memberikan pelayanan di mana orang membutuhkan.

Inisiatif yang dikelola Gereja itu diluncurkan tahun 2014 di Kerala dan mengelola perawatan kanker di rumah, layanan ambulans, akomodasi gratis, dan layanan paliatif.

Proyek ini memiliki jaringan 10.000 relawan yang menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan menyebarkan kesadaran tentang penyakit ini. Setiap tahun sekitar 50.000 kasus kanker terdeteksi di Kerala, rumah dari 35 juta orang.

“Para relawan merupakan tulang punggung dari proyek itu. Kanker adalah penyakit akibat gaya hidup yang menyebar sangat cepat sehingga kami membutuhkan sukarelawan yang bisa membimbing orang dan mendorong mereka memiliki gaya hidup sehat,” kata Amal Krishna, staf program Caritas India, kepada ucanews.com.

Hidup dari makanan alamiah

Di bawah proyek ini, para pasien dan orang lain didorong beralih ke teknik pertanian organik dan menghindari buah-buahan dan sayur-sayuran yang dihasilkan dengan bantuan pestisida kimia, yang dianggap oleh banyak orang menjadi penyebab utama kanker di negara bagian itu.

Di proyek ini, tahun 2016 saja, lebih dari 1.500 kelas kesadaran tentang penyebab dan gejala kanker dilakukan dan 235 kamp deteksi kanker diselenggarakan.

Krishna mengatakan proyek mereka memiliki kontak dengan lebih 246.000 keluarga membuat mereka sadar tentang penyakit tersebut. Mereka juga menyediakan perawatan dan dukungan bagi keluarga yang terkena kanker.

Tingginya kasus kanker di Kerala memaksa semua 31 keuskupan di negara bagian itu mengambil proyek tersebut, kata Pastor Frederick D’Souza, direktur eksekutif Caritas India.

“Keunikan proyek ini adalah pertama kalinya sebuah program dengan model serupa telah diambil oleh semua keuskupan. Kini mereka sendiri membiayai,” katanya kepada ucanews.com.

“Mengatakan ya untuk hidup, tidak ada kanker” adalah tema Kampanye Prapaskah 2017 dari Caritas India. Kampanye ini mengandung spektrum kegiatan termasuk kamp kesadaran, lokakarya, pameran, sumbangan dana, dan pertemuan relawan.

Dengan keberhasilan proyek di Kerala, Caritas India meminta untuk memperluas proyek ke negara-negara bagian di selatan negara itu seperti Tamil Nadu, Andhra Pradesh dan Karnataka, kata Pastor D’Souza.

“Proyek ini berada dalam tahap awal di negara-negara bagian tersebut. Nama proyek itu mungkin berbeda, tapi model akan sama,” tambah Pastor D’Souza.

Tahun 2011, sekitar 452.000 orang tewas di India akibat kanker. Jumlah ini meningkat menjadi 492.000 tahun 2014, tahun yang sama sekitar 2,8 juta kasus kanker yang terdeteksi.

Para relawan proyek itu termasuk ibu-ibu, para pekerja profesional, dan mahasiswa. Mereka dilatih untuk mendeteksi gejala awal penyakit ini sehingga mereka dapat membantu skema pemerintah membantu masyarakat mendapatkan pengobatan segera.

Sumber: ucanews.com

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Dampak ‘Buruk’ Poligami Bagi Wanita Bangladesh
  2. Dua Kardinal Asia Protes atas Penahanan Politikus Muda Hong Kong
  3. OMK Harus Menumbuhkan Nilai-nilai Kemanusiaan
  4. Peresmian Pemerintah Baru Timor-Leste Tertunda
  5. Katolik dan Muslim di Purwokerto Bertekad Memerangi Hoax
  6. Prihatin dengan Kondisi Filipina, Kardinal Tagle Tawarkan Dialog Nasional
  7. Uskup Kirim Tim untuk Melindungi Warga dari Pembunuhan
  8. Pemerintah China Perintahkan Pemakaman Berbeda untuk Dua Uskup Ini
  9. Ketika Upaya Damai Dibayangi Ketakutan akan Perang Nuklir
  10. Uskup Militer Ajak Anggota TNI/POLRI Katolik Wujudkan Nilai-nilai Kristen
  1. Dengan hormat, Bisakah saya mendapatkan nomor telepon untuk menghubungi Ibu P...
    Said Djatu on 2017-08-21 15:55:06
  2. Lau kita selalu di teror sama roh jahat kita tidak perlu takut untuk melawan roh...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:15:11
  3. Di dalam alkitab tidak ada tertulis bahwa salib mempunyai kuasa..yang benar hany...
    Said Tuhan besertaku on 2017-08-19 22:00:45
  4. Saya ingin dapatkan versi Bahasa Indonesia buku panduan Legionis Maria( Legion o...
    Said Maria Ithaya Rasan on 2017-08-15 14:22:31
  5. Visitator Apostolik itu tugasnya adalah mengunjungi pihak-pihak yang dianggap me...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-14 11:40:48
  6. Ada asap PASTI karna ada api... Tontonlah film 'Spotlight' yg brdasarkn kisah n...
    Said RESI Kurniajaya on 2017-08-12 22:38:30
  7. Teman-teman saudara-saudariku yang ada di dan berasal dari Keuskupan Ruteng. Saa...
    Said Matheus Krivo on 2017-08-12 15:12:04
  8. Berita menggembirakan, shg para imam tak memberi eks komunikasi bagi yang berce...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 20:10:43
  9. Permasalahan di Keuskupan Ruteng sampai mencuat seperti ini, tentu tidak main ma...
    Said Tono Tirta on 2017-08-11 16:19:26
  10. Keberadaan uskup bukan seperti presiden hingga kepala desa, yang dilakukan melal...
    Said aloysius on 2017-08-11 10:53:19
UCAN India Books Online