Paus Fransiskus: Populisme egoistis ‘dorong penolakan migran’

24/02/2017

Paus Fransiskus: Populisme egoistis ‘dorong penolakan migran’ thumbnail

Paus Fransiskus

 

Ketidakpedulian, yang didorong oleh retorika populis di dunia saat ini, mendorong penolakan kaum migran yang mengancam hak-hak dan martabat mereka, kata Paus Fransiskus.

Para pengungsi, yang melarikan diri dari penganiayaan, kekerasan dan kemiskinan sering dijauhi dan dianggap sebagai “tidak layak diperhatikan oleh kita, sebagai saingan atau seseorang yang tunduk dengan kemauan kita,” kata Paus kepada para peserta Forum Internasional untuk Migrasi dan Perdamaian IV.

“Menghadapi jenis penolakan ini, berakar pada kepentingan diri sendiri dan diperkuat oleh hasutan populis, yang dibutuhkan adalah perubahan sikap untuk mengatasi ketidakpedulian dan melawan ketakutan dengan pendekatan murah hati menyambut orang-orang dengan membuka pintu hati kita,” kata Paus Fransiskus pada 21 Februari, seperti dilaporkan Catholic News Service.

Konferensi yang berlangsung pada 21-22 Februari bertajuk, “Integration and Development: From Reaction to Action,” diselenggarakan oleh Scalabrini International Migration Network dan disponsori oleh Dikasteri untuk Mempromosikan Pembangunan Manusia Integral Vatikan.

Dalam sambutannya, Bapa Suci mengatakan jutaan orang terpaksa mengungsi dari kampung halaman mereka akibat “konflik, bencana alam, penganiayaan, perubahan iklim, kekerasan, kemiskinan ekstrem dan kondisi hidup yang tidak manusiawi.”

Untuk menghadapi tantangan ini, katanya, Gereja dan masyarakat sipil harus memiliki “respon bersama” dengan menyambut, melindungi, mempromosikan dan mengintegrasikan kaum migran dan pengungsi.

Menyediakan akses untuk “saluran keamanan kemanusiaan” – jalur hukum untuk keselamatan – sangat penting dalam membantu orang-orang yang “melarikan diri dari konflik dan penganiayaan yang mengerikan,” namun sering bertemu dengan penolakan dan ketidakpedulian.

Paus Fransiskus menyerukan “perubahan sikap” dalam memahami kebutuhan para migran dan pengungsi, perubahan yang menjauh diri dari rasa takut dan ketidakpedulian terhadap “budaya perjumpaan” yang membangun sebuah dunia “lebih baik, lebih adil dan persaudaraan.”

Sumber: ucanews.com

 

 




Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Sri Lanka batal mengikuti Asian Youth Day di Indonesia
  2. Uskup Pakistan menuntut tindakan tegas pada teroris
  3. Ratusan katekis belajar cara berbicara tentang seks kepada remaja
  4. Perempuan Katolik Bangladesh akhirnya mendapat jabatan tinggi
  5. Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta
  6. Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman
  7. Aktivis kecam Jokowi terkait perintah menembak penyelundup norkoba
  8. PM Singapura ingatkan ancaman kelompok ekstrimis
  9. Warga Timor-Leste inginkan koalisi pemerintahan yang pro-rakyat
  10. Kardinal Zen kritik pengadilan yang mendiskualifikasi anggota parlemen
  1. Semoga masalah ini cepat selesai....
    Said meldy on 2017-07-27 08:51:19
  2. Setuju Aurel....Gereja semestinya menjadi teladan dalam transparansi dan akuntab...
    Said puji astuti on 2017-07-26 15:28:50
  3. Biarin aja dah bapak pastor terhormat. Gk usa ikut campur. Langakh yang bagus ka...
    Said Narfin on 2017-07-26 15:12:19
  4. Sebagai awam Katolik saya sangat prihati dengan kemelut yang tengah terjadi di ...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-07-26 07:00:27
  5. Syalom, semua saudara. Tolong baca baik-baik, Pal Alex Marwata tidak mengatakan ...
    Said Aurel on 2017-07-24 16:04:09
  6. KPK ingin audit Gereja ? Gak salah, ada udang dibalik batu, ada unsur politik bs...
    Said Bonbon on 2017-07-23 21:19:37
  7. KPK tentunya tak berwenang mengaudit keuangan lembaga agama seperti gereja karen...
    Said Willy Nggadas on 2017-07-23 16:22:59
  8. Apapun undang-undangnya, soal perbuatan baik dalam hal ini gereja bebas korupsi...
    Said Alexander on 2017-07-23 07:02:14
  9. Good morning...
    Said Bienvenhu on 2017-07-23 05:19:23
  10. Pandangan yg rasional bila keterbukaan itu di mulai dari Gereja Katolik seperti ...
    Said Matias on 2017-07-22 21:51:12
UCAN India Books Online