Para frater mengadakan reli doa untuk perdamaian dan keadilan

27/02/2017

Para frater mengadakan reli doa untuk perdamaian dan keadilan thumbnail

Para frater mengadakan reli doa pada 22 Februari untuk mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap pembunuhan terkait narkoba di Filipina.

 

Para frater dari berbagai seminari tinggi menyalakan lilin di Manila sebagai bagian dari reli doa pada 22 Februari untuk mengungkapkan keprihatinan mereka atas masalah “melukai” warga Filipina.

Di antara masalah yang diangkat oleh para calon imam dan sejumlah anggota kongregasi religius itu adalah pembunuhan terkait narkoba dan gagalnya pembicaraan damai belum lama ini di antara pemerintah dan pemberontak komunis.

Lebih dari 7.000 pengguna dan pengedar narkoba yang diduga telah tewas di tangan polisi dan kelompok main hakim sendiri tujuh bulan setelah pemerintah meluncurkan ‘perang’ melawan narkoba.

Para frater menyalakan lilin dan berdoa dalam kegiatan mereka yang disebut “malam renungan untuk perdamaian, keadilan, dan keutuhan ciptaan.”

“Ini adalah tugas kenabian dan rasa patriotisme kami baik sebagai orang Filipina dan orang Gereja, untuk bangkit dan mengangkat suara kami bersama-sama dengan rakyat,” kata para frater dalam sebuah pernyataan.

“Cahaya perdamaian dan keadilan mungkin tampaknya telah redup, tapi kami tidak akan mungkin dipadamkan,” tambahnya.

“Menghormati kehidupan dan mengejar perdamaian adalah keharusan Injil dan aspirasi rakyat,” kata juru bicara mahasiswa itu, Frater Angelo Araja.

Para siswa berdoa bersama dan menyalakan lilin untuk mendramatisir tanda perkabungan mereka bagi mereka yang tewas dan mereka menyerukan untuk memulai kembali perundingan perdamaian.

Mereka meminta seminari lain dan rumah-rumah pembinaan religius di seluruh negeri itu juga mengadakan kegiatan serupa.

Sumber: ucanews.com

Comments are closed.

Jangan lewatkan
Dapatkan info terbaru secara gratis lewat newsletter UCAN Indonesia disini
Invite a Friend
  1. Ulang tahun ke-60, Kardinal Tagle berbicara tentang kemunafikan
  2. Menciptakan peradaban cinta di Keuskupan Agung Semarang
  3. Muslim Indonesia mengecam serangan militan di Marawi
  4. Umat ​​Katolik Laos siap mengikuti AYD di Yogyakarta
  5. Tidak ada perdamaian di Kashmir, bahkan selama Ramadan
  6. Kardinal Quevedo mengaitkan konflik dengan kemiskinan
  7. HRW tuduh polisi Filipina memalsukan data ‘pembunuhan perang narkoba’
  8. Gereja dan LSM di NTT membantu orang dengan HIV
  9. Uskup Macau bertemu dengan uskup China yang tidak diakui Vatikan
  10. Biarawati China mogok makan menuntut kompensasi setelah tarekat dibubarkan
  1. Memang perang itu lebih membuat susah perempuan dan anak-anak. Tapi menghadapi p...
    Said Matheus Krivo on 2017-06-17 07:15:48
  2. kehidupan problema kehidupan, diera kini jauh berbeda dari era sebelumnya. sehin...
    Said Antera Jaya on 2017-06-14 23:40:08
  3. Suku asli Baduy mempertahankan banyak tradisi nenek moyang yang bernilai positi...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 13:41:55
  4. Terimakasih Bapak Paus Fransiskus, yang selalu menghidupkan kembali pesan Firman...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-09 07:58:40
  5. maksud saya sulit membedakan.. dst....
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:22:59
  6. Agak (kadang sangat)membedakan mana Muslim yang asli dan mana yang masuk teroris...
    Said Jenny Marisa on 2017-06-08 14:21:57
  7. Kata gubernur dan masyarakat muslim di Marawi mengungkapkan kebenaran hakiki bah...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-08 13:49:07
  8. Gereja sudah betul mengeluarkan surat gembala untuk umat, namun maaf penyakit ko...
    Said Bernardus Wato Ole on 2017-06-06 14:25:46
  9. Informasi tentang pulau Buru sangat membantu untuk memahami keadaan masyarakat d...
    Said DR. Bele Antonius, M.Si. on 2017-06-02 06:30:56
  10. Dalam sejarah dunia, bangsa penjajah yang pernah menjajah banyak negara adalah R...
    Said ROTE on 2017-06-02 01:05:49
UCAN India Books Online